moms-life
Cara Mengenali Orang Bisa Jadi Pendengar yang Baik dari Kebiasaannya
HaiBunda
Kamis, 03 Sep 2026 19:10 WIB
Menjadi pendengar yang baik berarti mampu memberi perhatian penuh pada apa yang disampaikan orang lain. Sikap sederhana ini dapat membuat seseorang merasa dihargai dan didengarkan, Bunda.
Ya, menjadi pendengar yang baik bukan hanya soal diam ketika orang lain berbicara, tetapi juga tentang bagaimana seseorang memahami lawan bicara. Kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik bisa jadi sulit dimiliki oleh seseorang. Pada banyak kasus, kita mendengarkan tanpa sepenuhnya menghargai atau memaknai maknanya.
"Seringkali, kita secara refleks membangun solusi atau mengabaikan ketika merasa 'sudah pernah mendengar semuanya', sehingga kita melewatkan nuansa penting," kata pakar percakapan dan penulis buku The Fine Art of Small Talk, Debra Fine.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebaliknya, latihlah diri untuk tetap hadir sepenuhnya agar dapat menyerap setiap kata," sambungnya, dilansir laman Reader's Digest.
Menjadi pendengar yang baik bisa membangun komunikasi yang efektif, Bunda. Sebaliknya, Jika kita tidak benar-benar mendengarkan, kemungkinan besar orang lain juga enggan untuk berbagi informasi penting.
Menurut sebuah studi tahun 2022, seseorang lebih mungkin membuat orang lain menerima ide-idenya, bahkan ketika mereka tidak setuju, jika kita menunjukkan bahwa kita aktif mendengarkan dan bersedia terlibat dengan pandangan mereka.
Mendengarkan secara aktif adalah sebuah keterampilan, yang berarti Bunda dapat meningkatkannya dengan berlatih. Di sisi lain, kita juga dapat mengenali orang bisa menjadi pendengar yang baik dari kebiasaannya.
Cara mengenali pendengar yang baik dari kebisaan
Nah, berikut telah HaiBunda rangkum, beberapa cara untuk mengenali orang yang bisa menjadi pendengar baik dari kebiasaannya:
1. Suka memberikan isyarat verbal
Orang bisa menjadi pendengar yang baik ketika ia terbiasa memberikan isyarat verbal ketika berkomunikasi. Isyarat verbal ini dapat berupa respons positif dan mengungkapkan rasa empati.
"Jaga agar percakapan tetap mengalir dengan penegasan verbal singkat. Menggunakan frasa seperti 'benar', 'uh-huh', atau 'ceritakan lebih lanjut' dapat memberikan lampu hijau sosial, membuktikan bahwa seseorang terlibat dan fokus pada pesan yang disampaikan orang lain," ungkap Fine.
2. Suka mengulangi apa yang dikatakan pembicara
Seorang pendengar yang baik sangat memperhatikan apa yang dikatakan orang lain padanya. Oleh karena itu, ia sering kali menunjukkan kebiasaan mengulangi omongan tersebut, Bunda.
Kebiasaan ini tak hanya memberi tahu pembicara bahwa kita mendengar dan memahami mereka, tapi juga membantu otak untuk mengingat percakapan tersebut. Sebagai bonus tambahan, kita kemudian dapat menggunakan informasi yang diingat tersebut di kemudian hari dalam percakapan, yang memperkuat bahwa kita telah mendengarkan.
3. Tidak berusaha memenangkan percakapan
Dikutip dari Your Tango, banyak orang kesulitan menjadi pendengar yang baik karena mereka tidak percaya diri secara emosional. Mereka mendekati percakapan sebagai kompetisi, dengan tujuan bawah sadar untuk menang dan merasa dibenarkan serta merasa baik tentang diri mereka sendiri.
Seorang pendengar yang baik memiliki pola pikir kebalikan. Alih-alih memandang percakapan sebagai kompetisi yang harus dimenangkan, mereka memandangnya sebagai tindakan pelayanan yang sama sekali bukan tentang diri mereka. Pendengar yang baik memiliki kesadaran bahwa tidak semua inti pembicaraan adalah tentang mereka.
4. Fokus pada orang, bukan masalah
Pendengar yang baik membantu orang lain untuk memahami bahwa 'hanya karena mereka memiliki masalah bukan berarti mereka adalah masalah'. Cara mereka melakukannya adalah dengan menahan keinginan untuk menyelesaikan masalah atau memberikan nasihat sama sekali. Mereka berada di sana hanya mendengarkan serta menawarkan dukungan.
Tindakan tersebut nyatanya dianggap membantu orang lain merasa didengar dan memahami bahwa mereka mungkin bukanlah masalah. Untuk menjadi pendengar yang lebih baik, fokuslah pada orangnya, bukan masalahnya.
5. Memvalidasi perasaan orang lain
Pendengar yang baik tidak pernah memperlakukan perasaan sebagai masalah. Mereka akan berempati dan memvalidasi perasaan orang lain ketika mengungkapkan keluh kesah.
Seorang pendengar yang baik kerap membantu orang yang sedang berjuang untuk menyadari bahwa apa pun yang mereka rasakan adalah valid, tidak peduli betapa menyakitkan atau betapa tidak rasionalnya. Pendengar yang benar-benar berbakat akan hadir untuk berempati, bukan melakukan sesuatu hanya karena dianggap tindakan yang rasional.
6. Sangat menyadari emosi mereka sendiri
Pendengar yang benar-benar baik tidak mementingkan diri sendiri dalam percakapan. Tetapi satu-satunya cara untuk menahan tarikan emosi sendiri dan tetap fokus pada orang lain adalah kesadaran diri.
Untuk menahan efek buruk dari sikap defensif, orang-orang ini harus mampu mengakui dan memvalidasi perasaan dan emosi diri mereka sendiri, Bunda. Pendengar yang baik memiliki rasa empati terhadap diri sendiri sama seperti terhadap orang lain.
7. Suka mengajukan pertanyaan
Sering mengajukan pertanyaan juga merupakan kebiasaan dari seorang pendengar yang baik. Hal itu dilakukan untuk mengklarifikasi apa yang dikatakan pembicara dan menunjukkan bahwa ia ingin tahu lebih banyak tentang hal itu.
Selain itu, pertanyaan juga diajukan untuk mengembangkan ide dan melihat ke masa depan. Mereka mungkin mengajukan pertanyaan yang mendalam untuk membantu pembicara mendapatkan solusi dari masalahnya.
Demikian beberapa cara mengenali orang yang bisa menjadi pendengar baik dari kebiasaannya. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
5 Kalimat yang Sering Dipakai Pendengar Baik Menurut Psikolog
Mom's Life
12 Tanda Seseorang Terlahir Egois Menurut Psikologi
Mom's Life
Simak 5 Kalimat yang Kerap Diucapkan oleh Orang Tak Kompeten
Mom's Life
11 Macam Kepribadian dari Cara Duduk, Gambarkan Sifat Periang hingga Perfeksionis
Mom's Life
7 Hal yang Bikin Bunda Memesona Selain Menggunakan Riasan Wajah
5 Foto
Mom's Life
5 Potret Wisuda S2 Psikologi Tsania Marwa, Anggun Berbalut Kebaya Merah
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
7 Cara Mengenali Orang Ber-EQ Tinggi saat Menghadapi Konflik
11 Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi Lewat Cara Berbicara
Cara Mengenali Orang dari Kebiasaannya yang Banyak Bertanya