Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Ciri Kepribadian Seseorang dari Pilihan Kata yang Sering Diucapkan

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Jumat, 28 Aug 2026 18:45 WIB

Two young Asian business woman talk, consult, discuss working with new startup project idea presentation analyze plan marketing and investment in the office.
Ilustrasi ciri kepribadian seseorang dari pilihan kata yang sering diucapkan / Foto: Getty Images/iStockphoto/AmnajKhetsamtip
Daftar Isi
Jakarta -

Pilihan kata yang sering digunakan seseorang ternyata dapat memberikan gambaran tertentu tentang dirinya.

Sejumlah penelitian menemukan bahwa penggunaan kata-kata tertentu, termasuk kata ganti hingga kata penghubung, dapat berkaitan dengan kondisi psikologis dan kepribadian seseorang.

Meski begitu, pilihan kata tentu tidak bisa digunakan untuk menilai kepribadian seseorang secara mutlak. Namun, kata-kata yang sering digunakan dapat menjadi salah satu petunjuk untuk mengenali kecenderungan sifat dan pola pikir seseorang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Ciri kepribadian seseorang dari pilihan kata yang digunakan

Dilansir SCIAM, psikolog sosial James W. Pennebaker dari University of Texas at Austinm mengatakan bahwa cara seseorang menyampaikan pikirannya dapat mengungkap kepribadian mereka.

Saat seseorang berusaha menampilkan dirinya dengan cara tertentu, ia mungkin bisa memilih kata benda dan kata kerja yang dianggap tepat.

Pennebaker bersama sejumlah peneliti melalui Linguistic Inquiry and Word Count (LIWC), menganalisis tulisan dengan menghitung kemunculan kata-kata dalam berbagai kategori, termasuk kata ganti, kata yang berkaitan dengan emosi, serta kata penghubung.

Penelitian mereka menemukan bahwa kata-kata sederhana yang sering kali tidak terlalu diperhatikan justru dapat memberikan informasi mengenai pola psikologis seseorang.

Salah satu yang banyak diperhatikan adalah penggunaan kata ganti seperti, “Saya” dan “Kita”. Pennebaker menemukan bahwa frekuensi penggunaan kata-kata tersebut dapat berkaitan dengan cara seseorang memposisikan dirinya dalam suatu percakapan.

Menurut Pennebaker, penggunaan kata “Saya” yang lebih sering biasanya berkaitan dengan perasaan tidak aman, terancam, atau defensif.

Begitu juga dengan kata seperti, “Tetapi”, “Namun”, dan “Kecuali” yang dapat menunjukkan kemampuan seseorang melihat perbedaan, pertimbangan, atau sudut pandang yang beragam.

Penelitian lain mengungkap bahwa kata seperti “Kecuali” dan “Tetapi”, berkaitan dengan kemampuan berpikir yang lebih kompleks, nilai akademis yang lebih baik, bahkan ketelitian seseorang dalam menyampaikan fakta.

Meski begitu, penelitian ini tidak berarti seseorang dapat langsung dinilai hanya dari satu kata yang digunakan. Yang lebih penting adalah pola penggunaan kata secara keseluruhan dan konteksnya.

Dengan demikian, pilihan kata lebih tepat dipahami sebagai petunjuk mengenai kecenderungan kepribadian dan pola pikir, bukan sebagai penentu kepribadian seseorang secara mutlak.

Cara seseorang memilih kata

Ada berbagai hal yang bisa terlihat dari pilihan kata yang digunakan, termasuk kata ganti orang dan kata sandang. Berikut beberapa contohnya:

1. Jenis kelamin

Secara umum, perempuan cenderung lebih sering menggunakan kata ganti orang dan menyebut orang lain.

Sementara itu, laki-laki lebih sering menggunakan kata sandang, kata depan, dan kata-kata yang lebih panjang atau kompleks.

2. Usia

Seiring bertambahnya usia, seseorang biasanya lebih jarang merujuk pada diri sendiri. Mereka cenderung menggunakan lebih banyak kata yang menunjukkan emosi positif, lebih sedikit kata dengan emosi negatif, lebih banyak kata kerja untuk membicarakan masa depan, dan lebih sedikit kata kerja yang merujuk pada masa lalu.

3. Kejujuran

Saat mengatakan hal yang sebenarnya, seseorang cenderung lebih sering menggunakan kata ganti orang pertama seperti “Saya” atau “Aku”.

Mereka juga lebih mungkin menggunakan kata-kata seperti “Kecuali” dan “Tetapi”. Penggunaan kata tersebut dapat menunjukkan bahwa seseorang sedang membedakan antara hal yang dilakukan dan tidak.

Sebaliknya, orang yang berbohong sering kali kesulitan menjelaskan sesuatu dengan struktur yang kompleks seperti itu.

Nah, itulah ciri kepribadian orang berdasarkan pemilihan katanya. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda