Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Sering Bilang "Aku Tidak Tahu"? Ternyata Bisa Jadi Tanda Orang Cerdas

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Rabu, 26 Aug 2026 11:35 WIB

Asian woman angry annoyed and shrugging shoulders standing isolated over blue background.
Ilustrasi / Foto: Getty Images/Jajah-sireenut
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda, kecerdasan seseorang tidak selalu terlihat dari seberapa banyak pengetahuan yang dimiliki atau kemampuannya dalam menjawab berbagai pertanyaan.

Cara berbicara dan menyikapi sesuatu juga dapat mencerminkan kemampuan berpikir, termasuk ketika seseorang berani mengatakan, “Aku tidak tahu.”

Orang dengan kecerdasan tinggi umumnya memiliki rasa ingin tahu yang besar dan tidak merasa perlu selalu menunjukkan bahwa dirinya paling mengerti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Mereka justru terbuka mengakui keterbatasan pengetahuan sambil berusaha mencari tahu hal yang belum dipahami.

Sikap tersebut bukan berarti kurang wawasan, melainkan dapat menunjukkan kerendahan hati intelektual dan pola pikir yang terbuka.

Lantas, mengapa kebiasaan mengatakan “aku tidak tahu” bisa menjadi salah satu tanda orang cerdas? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Kalimat “Aku tidak tahu” jadi tanda orang cerdas

Meskipun orang dengan IQ lebih tinggi cenderung memiliki daya ingat yang lebih baik, mampu menyerap lebih banyak informasi, dan lebih mudah mengingat sesuatu dibandingkan orang lain, mereka tetap tidak sempurna.

Ada banyak hal yang mungkin belum mereka ketahui. Namun, cara mereka menyikapi ketidaktahuan dalam percakapan dan interaksi justru menjadi hal yang membedakan mereka.

Dilansir Your Tango, mereka lebih memilih untuk penasaran daripada bersikap defensif atau suka berdebat.

Berdasarkan penelitian pada 1999, kecenderungan untuk menyangkal dan bersikap defensif lebih banyak ditemukan pada orang dengan IQ lebih rendah dibandingkan mereka yang memiliki IQ lebih tinggi, terutama ketika menghadapi perdebatan atau percakapan yang berbeda pendapat.

Orang dengan IQ lebih rendah juga cenderung kurang percaya diri, yang mungkin dipengaruhi pengalaman merasa kurang dihargai di lingkungan pendidikan sejak dulu. Akibatnya, mereka menggunakan sikap defensif untuk menghadapi rasa malu tersebut.

Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa orang yang sebenarnya kurang memahami suatu topik terkadang justru lebih suka menyombongkan diri daripada menunjukkan kepercayaan diri yang apa adanya.

Fenomena ini dikenal sebagai Efek Dunning-Kruger, yang pada dasarnya menjelaskan bahwa orang yang memiliki lebih banyak pengetahuan justru cenderung lebih mampu mengakui hal-hal yang belum mereka ketahui.

Jadi, Bunda perlu waspada terhadap orang yang tidak pernah mau mengatakan, “Aku tidak tahu.” Sikap tersebut sama sekali bukan tanda bahwa seseorang lebih kompeten atau cerdas.

3 Kalimat sederhana yang sering diucapkan orang cerdas

Selain mengaku tidak tahu segalanya, ada beberapa kalimat sederhana lainnya yang sering disampaikan orang cerdas dalam sebuah percakapan atau diskusi. Berikut di antaranya yang dapat Bunda kenali:

1. “Apa maksudmu?”

Orang dengan kecerdasan lebih tinggi memiliki keinginan yang lebih besar untuk dipahami dan memahami orang lain dalam hubungan dan kehidupan sehari-hari mereka dibandingkan dengan rekan-rekan mereka.

Mereka memahami pentingnya koneksi dan kolaborasi, apakah itu di ruang profesional, rumah pribadi, atau dalam interaksi yang lewat di jalan.

2. “Beri tahu aku lebih banyak”

Bagi orang-orang dengan IQ yang sangat tinggi, kalimat "Beri tahu aku lebih banyak" berguna selama percakapan di tempat kerja serta dalam kehidupan pribadi mereka.

Mereka cukup bijak untuk mengetahui bahwa ada banyak hal yang bisa dipelajari dari pengalaman dan perspektif orang lain dan memahami kekuatan penyembuhan dari penyelarasan emosional.

3. “Mari kita coba”

Meskipun mungkin tidak sesuai dengan stereotip, satu hal yang orang-orang dengan IQ sangat tinggi unggul adalah menjadi berani. Mereka tahu bahwa pertumbuhan dan penemuan datang dari mengambil risiko yang diperhitungkan.

Sebuah studi tahun 2015 dari Finlandia menemukan bahwa orang dengan tingkat kecerdasan yang lebih tinggi lebih cenderung mengambil risiko dan terbuka terhadap tantangan baru daripada rekan-rekan IQ mereka yang lebih rendah.

Bahkan dalam situasi yang tampaknya berisiko, orang yang lebih cerdas memiliki rasa situasi dan pengalaman yang lebih baik yang dapat menambah nilai dalam hidup mereka, apakah mereka berhasil atau tidak.

Nah, itulah penjelasan tentang kalimat “Aku tidak tahu” menjadi tanda orang cerdas dan beberapa kalimat lainnya yang sering mereka ucapkan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda