Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Ciri Orang Frustrasi yang Secara Mental dan Emosional, Sering Ucapkan 9 Kalimat Ini

Elia Amaliana   |   HaiBunda

Rabu, 26 Aug 2026 19:10 WIB

Young Asian businesswoman having a headache and massaging her temples while making a phone call in the office
Ilustrasi ciri orang frustrasi yang secara mental dan emosional / Foto: Getty Images/AmnajKhetsamtip
Daftar Isi

Ketika hidup dilanda tekanan, seringkali seseorang sulit untuk menahan rasa stres. Ada banyak hal di luar kendali yang bisa memancing emosi setiap hari. Jika pola itu terus berulang, kemungkinan seseorang akan merasa frustrasi dengan hidupnya.

Dikutip dari laman WebMD, frustrasi merupakan respons emosional terhadap stres. Ini adalah kondisi umum yang dialami setiap orang dalam hidupnya. Bagi sebagian orang frustrasi bisa berlangsung dalam waktu jangka pendek atau bahkan jangka panjang. Kondisi ini sering membuat penderitanya kesulitan untuk menyeimbangkan antara karier dan kehidupan pribadi.

Penyebab stres berbeda-beda setiap individu, tetapi ada beberapa penyebab stres yang sering mengakibatkan frustrasi. Seperti stres di tempat kerja, mengejar target yang belum tercapai, atau sulit mencari solusi ketika memecahkan masalah. Hal ini dapat menyebabkan seseorang kehilangan kepercayaan diri, agresif, hingga depresi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Frustrasi bisa berasal sumber internal dan eksternal. Sumber internal biasanya disebabkan frustrasi akan diri sendiri. Sumber eksternal lebih kepada hal di luar diri sendiri, seperti tekanan, membuang waktu di jalan karena mengalami kemacetan, atau hambatan lainnya.

Ketika kata ini keluar dari mulut mereka, bukan berarti mereka kejam, mereka hanya tidak memiliki cukup ruang untuk menahan emosi yang sudah tertahan.  

Ungkapan yang sering diucapkan orang yang mengalami frustrasi

Berikut 9 kalimat yang sering diucapkan orang frustrasi secara mental dan emosional yang dikutip dari Your Tango.

1. "Aku sudah sangat lelah menjelaskan diriku sendiri"

 Orang frustrasi seringkali merasa kewalahan karena sudah terlalu sering diperlakukan semena-mena. Terus menerus membela diri juga dapat membuat kelelahan mental. Ketika emosi mereka memuncak, mereka akan mengatakan “aku sudah sangat lelah menjelaskan diriku sendiri!”

Kelelahan pekerjaan juga merupakan kondisi yang nyata yang dapat menyebabkan kelelahan mental, penarikan diri, depresi, hingga kecemasan.

2. "Apa pun yang kamu mau"

Orang frustrasi tidak ingin membuang waktunya untuk berdebat. Mereka sudah banyak membuang waktu mereka untuk menyampaikan pendapat mereka, tetapi beberapa orang menolak untuk mendengarkannya hingga munculah kata, “Terserah Anda.”

Sebagian orang memilih untuk menjauh daripada memperumit keadaan. Di kehidupan yang sudah penuh tekanan ini, mengorbankan kondisi mental untuk hal yang tidak penting seharusnya tidak penah jadi pilihan.

3. "Itu sudah tidak penting lagi"

Rasa frustrasi tidak selalu datang dari orang lain. Orang frustrasi terkadang muak dengan dirinya sendiri karena tidak bisa mengekspresikan emosi sendiri dengan sehat. Bagi mereka bersikap terbuka dan jujur menjadi tantangan tersendiri yang sulit dilakukan.

Menurut, Jennifer Caspari, Ph.D., psikolog klinis, mengatakan “Tidak mudah untuk mengambil resiko emosional dan membuka diri terhadap kemungkinan terluka.”

Inilah yang menjadi alasan mengapa mereka menutup diri, diam, dan menyerah untuk menjelaskan diri sendiri.

4. "Aku sudah melupakannya"

Ungkapan ini menjadi tanda bahwa seseorang yang frustrasi sudah muak keadaan. Sikap ini sebetulnya merupakan langkah yang bijak, bahkan ketika dalam kondisi diambang kehancuran sekali pun. Mereka tetap tenang dan hanya mengatakan, “Aku sudah muak.”

Tidak hanya sebuah ungkapan, kalimat ini juga merupakan sebuah peringatan. Mereka mengatakan hal tersebut karena ingin segera melupakan situasi ini dan menolak untuk terlibat di dalamnya.

5. "Aku tidak bisa menangani ini sekarang"

Orang frustrasi sering merasakan emosi secara mendalam. Ketika merasa sedih atau marah mereka benar-benar merasakannya dan terkadang tidak bisa mengendalikannya.

Mereka tidak bermaksud berlebihan, mereka hanya kehilangan kendali karena terlalu banyak tekanan dan mereka akan mengucapkan ini agar tidak diganggu orang lain.

6. "Aku sudah muak dengan semuanya:

Orang biasanya menumpuk rasa stresnya secara bertahap. Ketika semuanya terasa menyebalkan, tidak heran jika orang frustrasi mengatakan, “Saya sudah muak dengan semuanya!” karena sudah terlalu lama menahan.

Mereka tidak bisa menghadapi tantangan hidup sendirian. Mereka membutuhkan dukungan sosial untuk menahan semuanya agar tidak meledak.

7. "Lakukan apa pun yang kamu mau, aku tidak peduli"

Ketika seseorang frustrasi, mereka akan kehilangan rasa peduli terhadap orang lain. Mereka tidak akan berpura-pura baik demi menjaga citra diri. Mereka tidak ingin mengganggu diri mereka karena sikap dan pikiran orang lain. 

Jika orang lain tidak menyukai reaksi mereka, mereka tidak akan peduli dan tidak ingin memperbaiki hubungan.

8. "Aku tidak punya energi untuk ini:

Kondisi ini menandakan jika mereka tidak ingin membuang energi dengan sia-sia.  Orang frustrasi juga tidak mampu mengumpulkan perhatian untuk memberi energi pada sesuatu. Mereka juga tidak akan memohon agar orang lain berubah, setuju, atau membantu mereka. 

9. "Aku hanya butuh istirahat dari segalanya"

Ini adalah waktu yang tepat untuk mendengarkan dan mempercayai mereka. Setelah banyak melewati berbagai kejadian, mereka akan meminta istirahat untuk menghindari emosi yang meledak.

Profesor madya, Charlotte Fritz, Ph.D., mengatakan, mengambil istirahat secara teratur membantu kita menjadi lebih tangguh ketika stres muncul, dan berfungsi sebagai intervensi untuk mengatasi rutinitas sehari-hari.

Ketika ada seseorang yang mengucapkan hal tersebut, hormatilah keputusannya karena kalimat ini adalah cara paling sopan untuk menyuruh orang lain pergi ketika mereka sangat frustrasi.

Itulah 9 kalimat yang sering diucapkan orang frustrasi secara mental dan emosional. Semoga membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda