Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

8 Tips Menghemat Uang Tanpa Merasa Tersiksa, Begini Caranya

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Selasa, 25 Aug 2026 11:05 WIB

Cheerful young Asian woman holding receipts and working on a laptop in a living room, sitting at a modern table, organizing financial documents in a relaxed home.
Ilustrasi tips menghemat uang tanpa merasa tersiksa / Foto: Getty Images/eggeeggjiew
Daftar Isi

Sulit menghemat uang? Ada tips menghemat uang tanpa merasa tersiksa yang bisa Bunda coba terapkan.

Sering kali, pengeluaran besar bukanlah satu-satunya penyebab uang cepat habis. Secangkir kopi, ongkos transportasi, pesanan online yang terlihat murah, hingga langganan aplikasi yang jarang digunakan bisa menjadi pengeluaran kecil namun terus menumpuk. Tanpa disadari, nominalnya bisa cukup besar ketika dihitung selama sebulan.

Menghemat uang pun juga kerap terdengar seperti harus mengorbankan banyak hal. Padahal Bunda tidak harus berhenti hang out, membeli makanan favorit, atau menolak semua ajakan teman hanya demi memiliki tabungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kebiasaan mengelola keuangan justru bisa dimulai dari perubahan kecil yang terasa ringan dalam kehidupan sehari-hari. Kuncinya membuat pilihan yang lebih sadar dan menetapkan kebiasaan sederhana agar keuangan tetap terkendali tanpa membuat hidup terasa penuh larangan.

Tips menghemat uang tanpa merasa tersiksa

Mengutip Times of India, berikut tips menghemat uang tanpa merasa tersiksa yang bisa mulai diterapkan.

1. Anggap menabung sebagai pengeluaran wajib

Selama ini, banyak orang menabung dari sisa uang setelah semua kebutuhan terpenuhi. Masalahnya, uang tersebut sering kali sudah habis lebih dahulu untuk berbagai keperluan. Akhirnya, niat untuk menabung kembali ditunda hingga bulan berikutnya.

Cobalah mengubah pola pikir dengan menganggap tabungan sebagai pengeluaran wajib, sama seperti membayar tagihan atau kebutuhan rumah tangga. Begitu menerima gaji, sisihkan sejumlah uang ke rekening tabungan sebelum digunakan untuk kebutuhan lain.

Nominalnya tidak harus besar. Yang terpenting konsisten dan menyesuaikan jumlah tabungan dengan kemampuan finansial Bunda dan suami.

2. Jangan remehkan pengeluaran kecil

Pernah berpikir, “Ah, cuma Rp20 ribu,” atau “Hanya Rp50 ribu, tidak akan terasa?" Kebiasaan seperti ini justru bisa menjadi salah satu penyebab uang cepat menghilang. Pengeluaran kecil yang dilakukan berkali-kali dalam seminggu dapat berubah menjadi jumlah yang cukup besar dalam sebulan.

Bukan berarti semua pengeluaran kecil harus dihilangkan. Coba mulai dengan mencatat dan menyadari ke mana uang tersebut pergi. Ketika sudah mengetahui pola pengeluaran, Bunda bisa menentukan mana yang benar-benar dibutuhkan dan mana yang sebenarnya bisa dikurangi.

3. Beri jeda sebelum beli online

Belanja online membuat Bunda bisa membeli barang hanya dalam beberapa detik. Apalagi ketika melihat tulisan 'promo terbatas' atau merasa sudah bekerja keras sehingga pantas memberikan hadiah untuk diri sendiri.

Sesekali memanjakan diri tentu tidak salah, tapi pembelian impulsif bisa membuat pengeluaran membengkak. Untuk barang yang tidak mendesak, coba terapkan aturan menunggu selama 24 jam sebelum membelinya.

Masukkan barang ke keranjang, lalu tinggalkan sejenak. Jika keesokan harinya masih merasa membutuhkan dan anggarannya tersedia, pembelian bisa dilakukan dengan lebih tenang. Namun jika keinginan sudah hilang, uang pun berhasil diselamatkan.

4. Tetap bersenang-senang, namun ubah caranya

Menghemat bukan berarti harus menghilang dari lingkungan pertemanan atau membatalkan seluruh rencana bersama orang-orang terdekat. Bunda tetap bisa bersosialisasi tanpa selalu memilih aktivitas yang membutuhkan banyak biaya.

Sesekali mengganti makan di restoran mahal dengan memasak bersama di rumah. Bertemu teman juga bisa dilakukan sambil berjalan santai di taman atau menikmati minuman sederhana.

Keseruan sebenarnya tidak selalu ditentukan oleh tempat yang mahal, tapi oleh orang-orang dan pengalaman yang dibagikan bersama.

5. Tentukan alasan mengapa perlu menabung

Menabung tanpa tujuan terkadang terasa berat karena tidak ada gambaran jelas mengenai apa yang ingin dicapai. Sebaliknya, memiliki alasan yang spesifik dapat membuat proses menyisihkan uang terasa lebih bermakna.

Tujuan tersebut bisa berupa dana darurat, biaya pendidikan anak, membeli rumah, mempersiapkan liburan, atau sekadar memiliki cadangan keuangan. Ketika tahu untuk apa uang tersebut dikumpulkan, mengurangi satu atau dua pengeluaran kecil tidak lagi terasa seperti kehilangan sesuatu. Bunda justru sedang mendekatkan diri pada tujuan yang diinginkan.

6. Cari 'kebocoran' uang yang tidak terasa

Ada pengeluaran yang jumlahnya tidak terlalu besar, tapi terus berjalan tanpa disadari. Contohnya biaya langganan aplikasi, streaming, keanggotaan tertentu, hingga uji coba gratis yang lupa dibatalkan setelah masa percobaan berakhir.

Luangkan waktu sekitar 10 menit untuk mengecek kembali transaksi dan tagihan otomatis di rekening. Jika menemukan layanan yang sudah jarang digunakan, pertimbangkan untuk menghentikannya.

Cara ini cukup sederhana karena tidak mengharuskan Bunda mengubah gaya hidup secara drastis, namun bisa membantu mengurangi pengeluaran rutin.

7. Jangan paksakan diri

Kesalahan yang cukup umum ketika mulai berhemat adalah langsung menerapkan aturan yang terlalu ketat. Tidak boleh jajan, tak boleh membeli sesuatu untuk diri sendiri, dan harus memangkas hampir semua hiburan.

Cara seperti ini mungkin terasa efektif pada awalnya, tapi bisa sulit dipertahankan dalam jangka panjang. Daripada menetapkan terlalu banyak larangan, cobalah membuat keseimbangan.

Tetapkan porsi untuk menabung, kebutuhan sehari-hari, dan hiburan. Dengan begitu, Bunda tetap memiliki ruang untuk menikmati hasil kerja tanpa mengabaikan tujuan keuangan. Pola yang realistis justru lebih mudah menjadi kebiasaan.

8. Fokus pada rasa terkendali bukan kekurangan

Tujuan utama menghemat uang sebenarnya bukan membuat hidup penuh dengan kata 'tidak'. Lebih dari itu, kebiasaan mengelola pengeluaran diharapkan membuat seseorang merasa lebih memahami kondisi keuangannya sendiri.

Ketika mulai memperhatikan ke mana uang pergi, rasa bingung saat melihat saldo rekening perlahan dapat berkurang. Bunda tidak lagi bertanya-tanya mengapa uang habis, namun mengetahui pengeluaran apa saja yang dilakukan.

Pada akhirnya, menghemat uang tidak harus berarti hidup dengan penuh keterbatasan. Perubahan kecil seperti menabung diawal bulan, menunda pembelian yang tidak mendesak, mengevaluasi langganan, dan tetap menyediakan anggaran untuk bersenang-senang bisa menjadi langkah yang lebih realistis.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda