Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Ciri Orang EQ Rendah yang Terlihat saat Teman Curhat

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Kamis, 20 Aug 2026 12:00 WIB

Asian beautiful women smiling and talking together in coffee shop. Lifestyle and Winter Concept.
Ilustrasi Ciri Orang EQ Rendah yang Terlihat saat Teman Curhat/Foto: Getty Images/iStockphoto/Pornpimon Rodchua
Daftar Isi
Jakarta -

Kemampuan memahami dan merespons perasaan orang lain menjadi salah satu bagian penting dari kecerdasan emosional. Hal ini terlihat dari cara seseorang mendengarkan ketika temannya sedang mencurahkan isi hati.

Sayangnya, seseorang dengan EQ rendah mungkin kurang peka terhadap perasaan lawan bicara. Tanpa disadari, respons yang diberikan justru dapat membuat teman merasa diremehkan atau tidak dipahami.

Kebiasaan tersebut bisa membuat orang lain enggan bercerita lebih jauh. Lantas, apa saja ucapan yang dapat menunjukkan rendahnya kecerdasan emosional seseorang? Yuk, simak selengkapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Ciri orang dengan EQ rendah yang terlihat saat teman curhat

Bunda dapat mengenali orang dengan EQ rendah saat melakukan percakapan. Dilansir dari Parade, mereka sering kesulitan menemukan kata-kata yang ‘tepat’ untuk diucapkan di saat-saat sulit.

Berikut beberapa kalimat yang mungkin disampaikan orang dengan EQ rendah saat temannya curhat:

1. “Kamu selalu membesar-besarkan segala sesuatu”

Seorang terapis berlisensi dan kepala petugas psikologis di Amerika Serikat, Dr. Deborah Vinall, Psy.D., LMFT, menjelaskan bahwa kalimat ini membuat pergeseran lain (yang bersifat meremehkan).

Kalimat tersebut terkesan menyerang orang yang terluka. Motivasinya adalah untuk membela diri, bukan kepedulian atau komunikasi.

2. “Aku cuma bercanda. Kamu terlalu serius menanggapi semuanya”

Vinall mengatakan ungkapan orang EQ rendah ini benar-benar meremehkan orang lain dan bersembunyi di balik alasan (yang jarang benar) yang sulit dibantah.

“Meskipun lelucon yang tulus itu malah menyakitkan, tanggung jawab tetap berada pada orang yang membuat lelucon untuk menilai kesesuaian dan kepekaan, serta bertanggung jawab jika hal itu mengakibatkan rasa sakit,” ujarnya.

3. “Kamu membuatku sangat marah”

Menurut Vinall, ungkapan ini mengalihkan tanggung jawab atas perasaan pembicara. Tidak membantu teman yang sedang curhat.

4. “Saya turut menyesal kamu merasa seperti itu”

Orang yang cerdas secara emosional akan meminta maaf. Namun, Vinall menyatakan bahwa ungkapan ini bukanlah permintaan maaf yang sebenarnya.

“Tidak ada pertanggungjawaban atau tanggung jawab yang diambil untuk melakukan perubahan. Kedengarannya mirip dengan empati, tetapi tidak sepenuhnya sampai pada kepedulian,” ujar Vinall.

5. “Bukan itu yang terjadi”

Vinall tidak menyarankan menggunakan kalimat ini dengan seorang teman, terutama saat mereka curhat.

“Terburu-buru menyangkal dan membantah pengalaman teman kamu daripada mendengarkan inti permasalahan di balik keluhan tersebut adalah tindakan yang meremehkan dan gagal mengarah pada pemahaman atau perbaikan,” tuturnya.

6. “Itu masalahmu”

Teman itu seperti rekan satu tim dan seperti kata pepatah, “Kerja sama tim mewujudkan impian”.

Jadi, tidak heran jika ungkapan ini menjadi mimpi buruk bagi persahabatan. Vinall mengatakan ungkapan itu kurang empati dan tidak menunjukkan kemauan untuk mencoba memahami keluhan teman tersebut.

7. “Bukan masalah besar”

Kalimat ini sangat dihindari oleh orang-orang yang cerdas secara emosional. Meskipun sering dimaksudkan untuk meredakan situasi atau menghibur, kalimat tersebut justru menyebabkan penolakan emosional dan meremehkan karena menyiratkan bahwa teman tersebut ‘salah’ karena merasa kesal.

Nah, itulah beberapa ciri orang dengan EQ rendah yang terlihat saat teman curhat. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda