Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Ciri Orang EQ Tinggi yang Terlihat dari Sikap dan Kebiasaannya

Dilla Atqia Rahmah   |   HaiBunda

Minggu, 23 Aug 2026 07:30 WIB

Latin American businesswoman working on her laptop at a busy office - time lapse concepts
Ilustrasi ciri orang EQ tinggi yang terlihat dari sikap dan kebiasaannya / Foto: Getty Images/Hispanolistic
Daftar Isi

Orang yang memiliki kemampuan emosional yang tinggi berkaitan dengan kebiasaan mampu mengelola dan memahami emosi diri secara baik. Ada berbagai hal yang mengindikasikan orang memiliki kecerdasan emosional atau EQ yang tinggi.

Beberapa ciri orang yang mempunyai EQ tinggi dapat dilihat dari sikap dan kebiasaannya, Bunda. Apabila Bunda penasaran dengan ciri-ciri orang EQ tinggi berdasarkan sikapnya, yuk simak artikel berikut.

Ini dia 7 ciri orang EQ tinggi yang terlihat dari sikap dan kebiasaannya 

Berikut ini ciri seseorang memiliki EQ yang tinggi berdasarkan sikap dan kebiasaannya. Beberapa ciri ini disampaikan oleh psikolog.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


1. Menetapkan batasan yang tegas

Ciri orang yang memiliki EQ tinggi salah satunya adalah mampu menetapkan batasan yang tegas. Bagi sebagian orang, mengatakan “tidak” terhadap suatu permintaan dinilai egois atau dingin. Namun, psikolog Jordan Fiorillo Scotti menyampaikan bahwa orang yang cerdas secara emosional biasanya mampu memasang batasan yang jelas. Ini penting dilakukan agar tidak terlalu menghabiskan energi dalam hubungan.

"Batasan interpersonal ini menentukan seberapa banyak kontak yang kita miliki dengan orang lain, jenis kontak apa yang kita miliki dengan mereka, berapa banyak yang kita berikan dan berapa banyak yang kita minta dalam hubungan kita, berapa banyak waktu yang kita luangkan untuk orang lain, dan berapa banyak waktu yang kita sisihkan untuk diri sendiri," ujarnya.

2. Tidak ikut bergosip

Orang yang memiliki kecerdasan emosional cenderung memilih untuk menghindari gosip. Meskipun tidak jarang hal ini dianggap tidak acuh, tetapi menghindari gosip dapat menjaga integritas diri dari percakapan yang terasa bertentangan dengan nilai diri.

Terapis Hannah Rose mengatakan bahwa saat bergosip, kita bisa saja memberi pikiran dengan toksisitas dan penilaian. Sehingga, kita akan lebih mengamati diri sendiri saat kita sibuk mengamati orang lain. Ini dapat berakibat pada perasaan rentan terhadap rasa takut dan obsesi bahwa orang lain akan bergosip tentang kita.

Selain itu, kegiatan bergosip terkadang memicu informasi yang salah, bahkan menambah drama. Apabila tidak dikendalikan secara baik, seseorang dapat terluka dengan adanya kegiatan ini.

3. Cenderung menjadi pengamat dibanding bereaksi berlebihan

Ciri orang yang memiliki EQ tinggi selanjutnya adalah tidak langsung bereaksi untuk segala situasi yang terjadi. Orang dengan kemampuan emosional yang baik tidak ingin memperparah keadaan. Selain itu, ia juga bukan tipe orang yang dikenal bereaksi impulsif saat menghadapi ketegangan atau konflik apapun. 

Sebaliknya, orang dengan EQ tinggi cenderung lebih memilih mengamati terlebih dahulu, lalu memberi waktu untuk memproses informasi dan memahami konteksnya sebelum bereaksi.

Psikolog Bernard Golden menyampaikan bahwa, "Dengan mampu berhenti sejenak dan merespons, bukan bereaksi, Anda mungkin paling tepat digambarkan sebagai kuat dalam 'fleksibilitas psikologis.' Waktu jeda Anda memberi Anda waktu dan keterbukaan psikologis untuk menilai bagaimana perasaan Anda terhadap situasi tersebut dan untuk berdiskusi tentang apa yang terbaik untuk Anda."

4. Menolak meminta maaf secara berlebihan

Meminta maaf merupakan perbuatan yang baik. Namun, meminta maaf secara berlebihan atau bahkan meminta maaf atas sesuatu yang bukan salah kita sejak awal sebaiknya dihindari.

Orang yang cerdas secara emosional hanya meminta maaf ketika mereka benar-benar merasa itu pantas. Mengutip laman Your Tango, meminta maaf secara berlebihan dapat mengurangi nilai dari tindakan tersebut.

5. Bersuara atas keadilan

Orang yang memiliki kecerdasan emosional yang baik biasanya tidak bisa hanya diam saat ketidakadilan yang terjadi di depan mata.

Dengan bicara secara langsung saat melihat ketidakadilan, seseorang dapat mencegah situasi menjadi lebih buruk dan memastikan perilaku itu tidak terulang lagi. Individu yang cerdas secara emosional tahu bahwa ketidakadilan dapat memengaruhi begitu banyak orang sekaligus.

6. Tidak berpura-pura tertarik

Bagi orang dengan EQ tinggi, berpura-pura tertarik dalam percakapan dapat menjadi hal yang melelahkan. Mereka dapat memfokuskan perhatian pada percakapan yang dianggap penting bagi mereka.

Dengan jujur tentang toleransi dan soal ketertarikan, mereka yang memiliki EQ tinggi bisa membentuk hubungan yang jauh lebih dalam dan penting bagi mereka.

7. Menjauhi perdebatan

Orang yang memiliki kecerdasan emosional yang baik mampu memiliki peda percakapan mana yang harus mereka libatkan. Apabila tidak produktif, orang dengan EQ tinggi umumnya akan meninggalkan percakapan tersebut.

Kadang-kadang emosi terlalu memuncak ketika berdebat hanya akan menambah drama. Menjauhi perdebatan bisa membantu seseorang mencegah mengatakan sesuatu yang mungkin nantinya akan disesali. 

Orang yang cerdas secara emosional tidak pernah lari dari konflik, tapi mereka juga pandai memilih pertempuran mereka. 

Itu dia ciri orang dengan EQ tinggi yang bisa dilihat dari sikapnya. Ciri ini hanyalah beberapa aspek sikap, masih banyak lagi ciri yang menunjukkan seseorang memiliki kecerdasan emosi yang baik.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda