Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

7 Kepribadian Orang yang Selalu Terlibat Drama dalam Hidupnya

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Jumat, 21 Aug 2026 06:50 WIB

Ilustrasi Wanita Stres
Ilustrasi 7 Kepribadian Orang yang Selalu Terlibat Drama dalam Hidupnya/Foto: Getty Images/iStockphoto/Kiwis
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda, ada orang yang seolah tidak pernah lepas dari drama dalam hidupnya. Mulai dari pertengkaran hingga berbagai kejadian tak terduga, masalah seperti terus datang silih berganti.

Namun, menurut psikolog Dr. Scott Lyons, kondisi tersebut belum tentu hanya karena nasib buruk. Seseorang terkadang justru secara tidak sadar mencari drama sebagai cara untuk menghindari luka atau masalah emosional yang lebih dalam.

Drama dapat menjadi mekanisme untuk mengalihkan perhatian dari rasa sakit yang belum terselesaikan. Oleh karena itu, di balik kebiasaan seseorang yang selalu terlibat drama, mungkin ada kondisi emosional yang perlu dipahami lebih jauh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


7 Kepribadian orang yang selalu terlibat dalam drama hidupnya

Dilansir Your Tango, berikut ciri kepribadian orang-orang yang selalu tampak dikelilingi drama dan kekacauan.

1. Hebat dalam situasi kritis

Lyons mengenang suatu masa dalam hidupnya ketika sedang kuliah pascasarjana, menyutradarai opera, menjalani magang, bekerja penuh waktu, dan menjalankan sebuah perusahaan secara bersamaan.

Saat itu, Lyons bersikeras bahwa ia mampu mengatasi stres dan jadwal yang padat. Namun, akhirnya kesehatannya memburuk dan menyadari bahwa kenyataannya tidak demikian.

Menurut Mayo Clinic, gejala stres dapat memengaruhi kesehatan, meskipun mungkin tidak menyadarinya. Bunda mungkin menyalahkan penyakit atas migrain tersebut, kebiasaan tidur yang buruk, perasaan tidak enak badan, atau kurangnya fokus.

2. Menjadwalkan diri sendiri secara berlebihan

Mudah bagi orang untuk mengisi jadwal mereka hanya untuk mengalami saat-saat terendah dalam hidup, dan karena itu, terus-menerus bergosip dan melampiaskan kekesalan tentang betapa sibuknya jadwal pribadi.

Masalahnya adalah mereka sendiri yang menciptakan jadwal-jadwal ini, dan menurut definisi itu, tidak ada yang bisa disalahkan selain pikiran sendiri.

Psikolog Jennifer Newman, mengatakan meski wajar memasukkan sebanyak mungkin aktivitas ke dalam kehidupan sehari-hari, Bunda tetap harus menghargai waktu yang dihabiskan sendirian dan tidak produktif.

3. Menganggap hal yang familiar sebagai ‘aman’

Karena ketidakkonsistenan dan kurangnya stabilitas di rumah-rumah yang dipenuhi kekacauan, beberapa orang cenderung selalu waspada, selalu mencari situasi yang tidak aman atau penuh gejolak emosi berikutnya.

Hal ini disebabkan oleh kurangnya rasa aman saat mereka tumbuh dewasa, di mana kewaspadaan berlebihannya membuahkan hasil dengan membuat mereka lebih aman.

Tak mengherankan jika orang-orang ini cenderung tertarik pada drama. Sebab, drama terasa begitu familiar dan mengingatkan mereka pada ‘rumah’.

4. Memilih untuk tinggal di tempat yang membuat mereka tidak bahagia

Orang yang selalu terlibat drama terkadang melakukan hal sesederhana memilih untuk tinggal di daerah yang tidak membawa kebahagiaan bagi mereka.

Mungkin tampak jelas bahwa orang yang tidak bahagia harus mengubah lingkungannya, karena hal itu dapat berperan dalam stres. Sayangnya, banyak orang tidak terpikir untuk melihat lingkungan mereka sebagai solusi.

5. Tidak pernah berhenti sejenak

Lyons menjelaskan bahwa orang yang selalu terlibat drama sering kali tidak memberi dirinya waktu untuk berhenti dan istirahat.

Padahal, jeda sejenak dapat membantu seseorang menyadari apa yang sedang dirasakan dan dipikirkan. Hal sederhana seperti berendam air hangat atau jalan-jalan di taman sering dianggap sepele.

Menurutnya, kebiasaan terus bergerak dan mencari kesibukan bisa menjadi cara untuk mengalihkan perhatian dari rasa sakit yang belum terselesaikan.

Akibatnya, seseorang bukan hanya menghindari rasa sakit, tetapi juga melewatkan momen-momen kecil yang menyenangkan dalam hidup.

6. Mudah bosan

Gejala bosan sering muncul pada orang-orang yang menyukai drama ketika tidak ada hal yang menarik perhatian. Mereka mudah bosan, tetapi di dalam hati, mungkin ada sesuatu yang lebih dalam terjadi.

Mereka mungkin membutuhkan pergerakan terus-menerus untuk menghindari ketidaknyamanan karena kesunyian.

7. Memilih pekerjaan yang tidak memuaskan atau penuh tekanan

Menurut laporan Gallup, banyak pekerja merasa tidak puas dengan pekerjaannya. Sebagian besar bahkan merasa tidak terlibat secara emosional dan tidak bahagia saat bekerja. Hanya sebagian kecil yang merasa benar-benar menikmati pekerjaannya.

Lyons melihat kondisi ini sebagai salah satu cara seseorang terus terjebak dalam drama hidup tanpa berusaha mencari penyebab utama ktidakbahagiaannya.

Alih-alih mengubah keadaan, mereka memilih bertahan dalam pekerjaan yang penuh tekanan dan kekacauan. Padahal, terus berada dalam lingkungan kerja yang penuh tekanan dapat berdampak buruk pada kesehatan diri dan hubungan dengan orang lain.

Demikian beberapa ciri kepribadian orang yang selalu terlibat drama dalam hidupnya. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda