Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Beda Gaya Liburan Gen Z, Milenial, hingga Generasi Booomer

Elia Amaliana   |   HaiBunda

Minggu, 23 Aug 2026 14:25 WIB

Young woman taking a selfie during exploration at forest
Ilustrasi beda gaya liburan gen z, milenial, hingga generasi booomer / Foto: Getty Images/Frazao Studio Latino
Daftar Isi

Liburan sama seperti keseimbangan dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi. Setiap generasi mempunyai caranya sendiri dalam mendefinisikan liburan dan cara menikmati waktu liburan tersebut. Bagi beberapa orang liburan tidak hanya mengunjung destinasi wisata terbaru, tetapi bisa juga menjadi cara untuk melepas penat dari kehidupan pekerjaan yang melelahkan.

Setiap orang memiliki prioritas, kebiasaan, dan fase generasi yang berbeda dalam menanggapi waktu luang. Baik dalam memilih kegiatan, destinasi, atau membuat perancangan anggaran perjalanan.

 Perbedaan ini semakin terlihat ketika membandingkan gaya liburan Gen Z, Milenial, hingga generasi Boomer. Perkembangan teknologi menjadi salah satu faktor yang membuat pengalaman libur menjadi lebih beragam. Generasi Z yang tumbuh bersama teknologi mungkin memiliki lebih banyak pilihan dalam mengisi waktu liburan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Perbedaan gaya liburan Gen Z, Milenial, hingga Generasi Boomer

Dikutip dari Your Tango, perbedaan gaya liburan Gen Z, Milenial, hingga Generasi Boomer.

Gen Z memandang liburan sebagai gaya hidup

Banyak dari Generasi Z akan berinvestasi dalam pengalaman dan menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Merencanakan perjalanan menjadi salah satu cara menikmati akhir pekan. Namun, beberapa Gen Z juga memandang perjalanan bukan sebuah pencapaian, tetapi sebagai cara untuk bersantai yakni dengan melakukan hal lain seperti beristirahat atau sekedar menikmati suasana

Gen Z lebih banyak memilih untuk tidak menabung dan menggapai pencapaian besar seperti memiliki rumah atau berkeluarga. Kebanyakan dari generasi ini memilih untuk menjadikan liburan sebagai gaya hidup. 

Mereka tidak segan untuk mengeluarkan uang demi secangkir kopi premium, barang-barang mewah, atau makan ‘cantik’ di restoran ternama daripada menghabiskan uang untuk liburan di satu perjalanan panjang. Mereka bahkan rela menjadwalkan cuti dalam jangka waktu yang pendek untuk kebutuhan pribadi.

Generasi Z menginvestasikan uang mereka dalam bentuk pengalaman dan kenangan. Beberapa Gen Z senang untuk mengunjungi tempat yang kurang populer dikarenakan mereka ingin perjalanan terasa lebih personal. Selain mencari pengalaman baru, Generasi Z juga senang mengekspresikan diri dengan tetap mengutamakan kenyamanan dan kualitas hidup.

Generasi Milenial mudah meluangkan waktu untuk liburan yang santai dan menyenangkan

Generasi Milenial memiliki komitmen yang kuat dalam keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Mereka lebih nyaman ketika melakukan perjalanan santai yang rutin sepanjang tahun, dibanding satu liburan panjang.

Kesejahteraan mental seringkali menjadi alasan besar mereka menggunakan waktu untuk liburan, bahkan di kondisi sakit pun. Mereka sering mencari pengalaman yang tidak didapatkan di rumah, entah itu mencari tempat sewa yang menarik atau berpergian bersama teman-teman.

Generasi Milenial banyak mengeksplorasi dan meneliti tempat yang terbaik untuk dikunjungi dan mengandalkan media sosial untuk membuat keputusan. Selain itu, mereka akan menjadwalkan perjalanan sesuai dengan kondisi kesehatan mereka atau bisa jadi menjadikan perjalanan bisnis sebagai liburan singkat mereka.

Generasi X memandang liburan berakar pada istirahat dan relaksasi

Generasi X lebih sering merencanakan liburan di setiap tahun. Jika generasi muda lebih senang liburan dengan aktivitas santai dan spontan, berbeda dengan generasi X yang lebih memilih untuk menginvestasikan uangnya pada liburan yang aman dan nyaman.

Mereka lebih jarang berpergian, tetapi ketika liburan mereka lebih banyak menghabiskan uang dibanding yang lainnya. Hal tersebut karena mereka memandang bahwa liburan adalah acara setahun sekali yang perlu dilakukan. Mereka rela menelurusi ulasan atau forum untuk mencari penginapan terbaik.

Mereka menganggap liburan sebagai pelarian penuh dari tanggung jawab perkerjaan. 

Generasi Boomer memandang liburan sebagai bentuk tradisi dan momen berkumpul bersama keluarga 

Generasi Boomer akan memilih dan menikmati waktu libur di waktu yang berkualitas. Ketika mendapat waktu libur, mereka cenderung secara penuh meninggalkan pekerjaan dan hadir untuk keluarga mereka.

Generasi Boomer sering menggunakan agen perjalanan untuk menghindari sesuatu yang rumit. Mereka fokus pada perjalanan yang santai dan tenang, seperti liburan dengan kapal pesiar atau menginap di suatu resor.

Bagi mereka, mengambil cuti bukanlah hal yang biasa. Alih-alih mengambil cuti untuk beberapa hari, mereka lebih senang mengambil cuti dengan durasi yang panjang. Loyalitas terhadap perusahaan antara generasi Boomer dan Generasi Z terlihat kontras di sini. 

Itulah perbedaan gaya liburan antara Gen Z, Milenial, hingga Boomer. Semoga membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda