moms-life
Kebiasaan Bicara yang Menandakan Orang Tidak Cerdas Bersosialisasi
HaiBunda
Sabtu, 15 Aug 2026 07:55 WIB
Daftar Isi
-
Kebiasaan bicara orang tidak cerdas bersosialisasi
- 1. Kurangi pengucapan kata "Sebenarnya..."
- 2. Hindari frasa "Bukan masalahku”
- 3. Perhatikan pengucapan "Saya hanya jujur"
- 4. Ucapan "Tidak bermaksud menyinggung, tapi..."
- 5. Kalimat "Kamu selalu/tidak pernah..."
- 6. Hindari berkata "Itu bodoh"
- 7. Pengucapan kalimat "Tunggu, tunggu. Aku punya cerita yang lebih baik"
Kemampuan bersosialisasi tidak hanya terlihat dari seberapa banyak teman yang dimiliki seseorang, Bunda. Hal ini juga bisa diketahui dari cara ia berkomunikasi dengan orang lain.
Ya, pilihan kata, cara menyampaikan pendapat, hingga respons terhadap lawan bicara dapat menunjukkan seberapa baik seseorang memahami situasi sosial. Tanpa disadari, ada beberapa kalimat yang justru dapat menjadi tanda bahwa seseorang masih kurang cakap dalam membangun hubungan dengan orang lain.
Bagi seseorang yang ingin terlihat lebih terampil dalam bersosialisasi, ada baiknya mengurangi penggunaan frasa-frasa yang bisa mengganggu hubungan dengan orang lain. Simak penjelasannya berikut ini!
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebiasaan bicara orang tidak cerdas bersosialisasi
Melansir dari beberapa sumber, berikut beberapa kebiasaan bicara dari orang yang tidak cerdas bersosialisasi:
1. Kurangi pengucapan kata "Sebenarnya..."
Ahli etiket dan pembawa acara podcast Were You Raised By Wolves?, Nick Leighton, menyampaikan bahwa sebaiknya ketika seseorang melakukan kesalahan dalam pengucapan kalimat, tidak selalu perlu dikoreksi.
"Ketika seseorang mengacaukan pengucapan kata Prancis, salah mengutip lirik lagu, atau menggunakan tata bahasa yang tidak 100 persen benar, tidak selalu perlu untuk mengoreksi orang dalam percakapan," katanya.
2. Hindari frasa "Bukan masalahku”
Frasa "Bukan masalahku” ini memberi nuansa tidak acuh dan individual. Utamanya dalam situasi ketika seseorang berada dalam forum membahas hal penting, ucapan ini kurang tepat disampaikan. Pelatih kehidupan pribadi dan korporat, Mason Farmani mengibaratkan frasa "Bukan masalah aku" seperti paku di papan tulis bagi sebagian orang.
"Frasa ini memindahkan beban tanggung jawab kepada orang lain dan menandakan kurangnya kemauan untuk membantu, yang bisa membuat Anda terlihat dingin dan mementingkan diri sendiri," ungkap Farmani.
3. Perhatikan pengucapan "Saya hanya jujur"
Ucapan yang mengisyaratkan bahwa seseorang sedang berusaha berkata jujur tentang suatu situasi tidaklah salah. Akan tetapi, Leighton menyarankan untuk menggunakan kejujuran dengan mempertimbangkan perasaan orang lain. Ia tidak menyarankan untuk berbohong, tetapi menggunakan "kejujuran" sebagai alasan untuk bersikap kejam juga bukan bentuk sosial yang baik.
"Etiket yang baik membutuhkan kejujuran dan taktik," kata Leighton. "Perhatikan perasaan orang lain," lanjutnya.
4. Ucapan "Tidak bermaksud menyinggung, tapi..."
Dalam sebuah perdebatan atau perselisihan, kalimat "Tidak bermaksud menyinggung, tapi...," umum digunakan untuk berusaha meredam emosi. Namun upaya ini seringkali gagal. Farmani berpendapat bahwa ucapan, "Tidak bermaksud menyinggung, tapi..." jarang berhasil meredam dampak perselisihan dan biasanya menghina orang.
5. Kalimat "Kamu selalu/tidak pernah..."
Menurut Farmani, ucapan "Kamu selalu/tidak pernah..." merupakan salah satu contoh frasa yang dilontarkan seseorang dengan kemampuan sosial yang buruk. Ucapan itu terlalu menggeneralisasi perilaku lawan bicara.
"Generalisasi semacam ini tidak proporsional dan tidak adil," kata Farmani.
6. Hindari berkata "Itu bodoh"
Kalimat yang mengindikasikan seseorang tidak cerdas bersosialisasi berikutnya adalah kalimat "Itu bodoh". Dalam sebuah pertemuan, komentar seperti ini akan membuat sebagian besar orang diam dan tidak ada solusi dari percakapan yang dijalin.
Hal ini sejalan dengan pertanyaan reflektif yang dilontarkan oleh Ahli Etiket Modern sekaligus COO Fresh Starts Registry, Jenny Dreizen, "Ke mana percakapan ini bisa berlanjut setelah ini?"
7. Pengucapan kalimat "Tunggu, tunggu. Aku punya cerita yang lebih baik"
Dalam bersosialisasi, kalimat "Tunggu, tunggu. Aku punya cerita yang lebih baik" sebaiknya dihindari. Mengungguli seseorang dalam percakapan dengan kalimat ini dapat membuat seseorang tidak ingin melanjutkan percakapan.
Untuk mengatasi hal ini, Dreizen memberi saran agar memberi waktu kepada lawan bicara untuk menyampaikan cerita mereka, tanggapi dengan baik, baru kemudian membagikan cerita yang ingin disampaikan.
"Berikan waktu yang tepat pada cerita mereka, ajukan beberapa pertanyaan dan tertawalah jika perlu. Lalu, kamu bisa membagikan ceritamu atau menyimpannya untuk nanti," kata Dreizen.
Itu dia beberapa ciri seseorang yang tidak cerdas bersosialisasi berdasarkan kalimat yang diucapkannya.
Apabila seseorang ingin belajar meningkatkan keterampilan sosial ada beberapa hal yang dapat dilakukan, yakni menjadi pengamat dan pendengar yang baik, mengajukan pertanyaan sebagai tanda kita benar-benar memperhatikan, serta percaya kepada lawan bicara ketika ia menceritakan tentang dirinya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
7 Ciri Orang Kurang Cerdas Bersosialisasi dari Kalimat yang Diucapkannya
Mom's Life
Ciri Kepribadian Orang dari Bentuk Jari Kaki
Mom's Life
Ciri Kepribadian Orang Berdasarkan Warna Favorit Menurut Psikologi
Mom's Life
15 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang dengan Kecerdasan Sosial Tinggi Menurut Psikolog
Mom's Life
Ingin Tahu Bunda Tipe Ibu Seperti Apa? Coba Kuis Ini Yuk
5 Foto
Mom's Life
5 Potret Wisuda S2 Psikologi Tsania Marwa, Anggun Berbalut Kebaya Merah
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ciri Anak Ambivert Beserta Kelebihan & Kekurangannya, Kepribadian Kombinasi Introvert dan Ekstrovert
5 Ciri Karakter Orang Cerdas yang sering Dikira Antisosial, Bisa Bikin Salah Paham
5 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Menarik Diri dari Kehidupan Sosial, Lebih Nyaman Sendiri