Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

12 Tanaman Hidroponik Terbaik untuk Pemula & Cara Menanamnya di Rumah

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Sabtu, 15 Aug 2026 21:35 WIB

Young asian woman worker checking quality of vegetables hydroponic. Hydroponics farm Organic fresh harvested vegetables concept
Ilustrasi tanaman hidroponik / Foto: Getty Images/pondsaksit
Daftar Isi

Bunda ingin mencoba metode hidroponik di rumah? Berikut deretan tanaman hidroponik terbaik untuk pemula dan cara menanamnya.

Bercocok tanam tidak selalu membutuhkan halaman luas atau kebun yang lapang. Dengan teknik hidroponik, Bunda yang tinggal di rumah dengan lahan terbatas tetap bisa menanam sayuran hingga buah di sekitar hunian.

Selain praktis, hidroponik juga menjadi alternatif bercocok tanam yang menarik untuk pemula. Tanaman dapat dibudidayakan dengan memanfaatkan air bernutrisi dan berbagai media tanam sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada tanah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Mengutip situs Cybex Kementerian Pertanian, hidroponik merupakan metode bercocok tanam yang tidak menggunakan tanah sebagai media utama. Metode ini memanfaatkan air yang telah diberi nutrisi dan mineral yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh.

Teknik tersebut banyak diterapkan sebagai solusi untuk mengatasi keterbatasan lahan. Berdasarkan buku Metode Bertanam Model Urban Farming karya Rini Mastuti, hidroponik juga menjadi pilihan dalam kegiatan pertanian di wilayah perkotaan yang memiliki ruang terbatas.

Tanaman yang dibudidayakan pun beragam, mulai dari sayuran berdaun hingga buah-buahan. Jika dilakukan dengan tepat, metode ini juga memungkinkan proses pertumbuhan tanaman lebih mudah dipantau. 

Tanaman hidroponik untuk pemula

Bagi Bunda yang masih belum paham, yuk kenali deretan tanaman hidroponik yang ramah untuk pemula.

1. Kangkung

Kangkung darat termasuk salah satu tanaman yang cukup mudah dibudidayakan dengan sistem hidroponik. Tanaman ini tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk menghasilkan panen sehingga cocok bagi pemula yang baru ingin mencoba bercocok tanam tanpa tanah.

Kangkung sebaiknya ditempatkan di area terbuka dengan paparan cahaya yang cukup, tapi tidak terlalu terik. Suhu yang terlalu panas dapat membuat batang dan daunnya menjadi lebih keras. Dalam kondisi yang sesuai, kangkung hidroponik dapat dipanen sekitar 20 sampai 25 hari setelah ditanam.

2. Selada

Selada menjadi pilihan populer dalam budidaya hidroponik karena memiliki masa panen relatif singkat. Tanaman ini juga tidak membutuhkan ruang terlalu besar sehingga dapat ditanam di halaman kecil, teras, maupun area rumah yang mendapat cahaya matahari.

Jenis selada yang umum dibudidayakan, antara lain selada daun hijau dan selada daun merah. Dengan perawatan yang sesuai, selada hidroponik umumnya bisa dipanen dalam waktu sekitar 30 sampai 45 hari.

3. Pakcoy

Bagi pemula, pakcoy bisa menjadi salah satu tanaman yang menarik untuk dicoba. Sayuran hijau ini relatif mudah dirawat dan memiliki masa pertumbuhan yang tidak terlalu panjang.

Pakcoy juga dikenal kaya akan vitamin dan mineral. Tanaman ini umumnya dapat dipanen sekitar 30 hari, meski waktunya bisa berbeda bergantung pada varietas, kondisi lingkungan, serta sistem hidroponik yang digunakan.

4. Seledri

Seledri bisa ditanam menggunakan sistem hidroponik sederhana, termasuk sistem wick atau sumbu. Pada metode tersebut, larutan nutrisi dari wadah akan diserap menuju media tumbuh melalui sumbu sehingga tidak membutuhkan mekanisme yang rumit.

Tanaman ini cocok bagi Bunda yang ingin memanfaatkan area kecil di rumah. Perawatan tetap perlu dilakukan dengan memastikan kebutuhan air, nutrisi, dan cahaya tanaman terpenuhi agar pertumbuhannya optimal.

5. Bayam

Bayam merupakan sayuran berdaun hijau yang juga dapat dibudidayakan menggunakan metode hidroponik. Tanaman ini relatif cepat tumbuh sehingga dapat menjadi pilihan bagi pemula yang ingin segera melihat hasil dari kegiatan berkebun di rumah.

Masa panen bayam hidroponik berkisar 26 sampai 29 hari. Jika dibiarkan terlalu lama, kualitas rasa daunnya dapat berubah dan cenderung menjadi lebih pahit. Oleh sebab itu, waktu panen perlu diperhatikan.

6. Cabai

Tidak hanya sayuran daun, tanaman cabai pun dapat dikembangkan dengan metode hidroponik. Namun proses awalnya membutuhkan kesabaran karena benih perlu disemai terlebih dahulu sebelum dipindahkan ke media tanam.

Benih cabai bisa mulai dipindahkan setelah tumbuh dan cukup kuat, misalnya ke media seperti rockwool atau sabut kelapa. Dengan perawatan yang baik, cabai hidroponik dapat mulai dipanen sekitar 70 hari setelah penanaman, tergantung varietas dan kondisi tanaman.

7. Tomat ceri

Tomat ceri bisa menjadi pilihan bagi Bunda yang ingin mencoba tanaman buah dalam sistem hidroponik. Tanaman ini membutuhkan perhatian lebih dibandingkan beberapa sayuran daun, terutama dalam hal pencahayaan dan perawatan.

Pastikan tanaman memperoleh paparan sinar matahari yang cukup agar pertumbuhannya tidak terganggu. Tomat ceri umumnya membutuhkan waktu lebih panjang untuk dipanen, sekitar 8 hingga 14 minggu, bergantung pada varietas serta kondisi budidayanya.

8. Sawi hijau

Sawi hijau termasuk tanaman yang bisa beradaptasi dengan baik pada lingkungan pertumbuhan hidroponik. Sayuran ini juga relatif mudah dirawat sehingga bisa menjadi salah satu pilihan untuk orang yang baru memulai kegiatan berkebun di rumah.

Kemampuan adaptasinya membuat sawi hijau cukup fleksibel untuk dibudidayakan sepanjang tahun dengan kondisi yang mendukung. Pemantauan air dan nutrisi tetap penting agar tanaman tumbuh sehat dan menghasilkan daun optimal.

9. Timun

Timun juga dapat ditanam menggunakan sistem hidroponik. Meski demikian, tanaman ini membutuhkan ruang tumbuh yang lebih luas dibandingkan selada atau bayam karena pertumbuhannya dapat merambat.

Wadah berukuran lebih besar bisa digunakan agar akar memiliki ruang yang cukup. Timun juga membutuhkan pencahayaan yang baik serta perawatan rutin. Dengan dukungan tersebut, tanaman dapat tumbuh dan menghasilkan buah secara optimal.

10. Paprika

Paprika termasuk tanaman yang bisa dikembangkan secara hidroponik, salah satunya menggunakan sistem wick. Tanaman ini membutuhkan perhatian lebih dalam proses pertumbuhan sehingga pemantauan kondisi lingkungan menjadi bagian penting dari perawatannya.

Dibandingkan sayuran berdaun yang cepat dipanen, paprika membutuhkan waktu lebih panjang. Masa panennya dapat mencapai sekitar 85 sampai 90 hari setelah tanam, tergantung varietas serta kondisi pertumbuhan.

11. Tomat

Tomat biasa juga dapat dibudidayakan dengan metode hidroponik. Tanaman ini tumbuh dengan memperoleh nutrisi dari larutan yang disediakan sehingga kebutuhan air dan unsur hara harus diperhatikan secara rutin.

Cahaya matahari menjadi salah satu faktor penting dalam pertumbuhan tomat. Tanaman yang mendapatkan pencahayaan memadai berpeluang tumbuh lebih baik. Dalam kondisi tertentu, tomat hidroponik dapat mulai dipanen sekitar 64 hari setelah tanam.

12. Daun bawang

Daun bawang termasuk tanaman yang membutuhkan pasokan air cukup untuk mendukung pertumbuhannya. Karakteristik tersebut membuat tanaman ini cukup sesuai untuk dibudidayakan menggunakan teknik hidroponik.

Selain memperhatikan kebutuhan air dan nutrisi, tanaman juga perlu mendapatkan cahaya yang memadai. Dalam bahan rujukan, daun bawang disebut membutuhkan paparan sinar matahari hingga sekitar 14 jam sehari. Masa panennya relatif singkat, yakni sekitar 6 hingga 8 minggu.

Cara menanam hidroponik dengan botol bekas di rumah

Akun YouTube Hidroponikpedia berbagi cara menanam hidroponik dengan botol bekas nih, Bunda. Bahan yang dibutuhkan adalah botol bekas ukuran 1,5 liter, kain flannel, plastik hitam, dan alat pemotong.

Berikut ini cara menanam hidroponik dengan botol bekas:

Potong botol

Pertama, Bunda perlu memotong bagian atas botol sekitar 10 cm dari ujung botolnya. Potong menggunakan pisau yang tajam. Kalau botol masih dirasa terlalu tinggi, potong lagi bagian tengahnya. Kemudian Bunda lanjut buat lubang pada kanan dan kiri dekat ujung botolnya.

Masukkan kain flannel

Masukkan kain flannel dari kanan ke kiri. Letakkan ujung botol yang terdapat kain flannel di atas botol yang tadi telah dipotong. Masukkan tanaman ke dalam potongan botol yang terdapat kain flannel.

Isi air

Penting sekali dalam cara menanam hidroponik dengan botol bekas, harus masukkan air ke dalam potongan setengah botol sisanya. Lalu pindahkan setengah botol berisi tanaman ke atas botol yang telah dipenuhi air.

Tutup dengan plastik

Langkah selanjutnya dalam cara menanam hidroponik dengan botol bekas, ambil plastik hitam. Bunda harus tutup bagian bawah botol memakai plastik hitam agar tidak tembus sinar matahari. Bunda bisa merekatkan plastik dengan lakban agar lebih rekat dan tidak mudah lepas.

Cek secara berkala

Lakukan pengecekan tanaman hidroponik secara berkala ya, Bunda. Misalnya tiga kali sehari.

Bunda perlu konsisten saat memutuskan menanam tanaman hidroponik dengan botol bekas ini. Kalau ada lumut atau habis airnya, bisa segera dibersihkan maupun diganti.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda