Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

5 Tugas Istri Menurut Islam, Ternyata Tak Selalu Pekerjaan Rumah Tangga?

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Kamis, 13 Aug 2026 20:30 WIB

Beautiful mother doing housework
Ilustrasi tugas istri menurut Islam / Foto: Getty Images/ibnjaafar
Daftar Isi

Apakah Bunda sering menganggap kalau pekerjaan rumah tangga menjadi kewajiban istri? Ternyata dalam Islam tidak begitu, Bunda. Berikut penjelasan mengenai tugas istri menurut Islam.

Tugas istri dalam rumah tangga sering dipahami sebatas mengurus dapur, mencuci pakaian, membersihkan rumah, hingga melayani berbagai kebutuhan suami. Pandangan tersebut membuat pekerjaan domestik seolah menjadi tanggung jawab penuh seorang perempuan setelah menikah.

Dalam pembahasan fikih Islam, persoalan mengenai kewajiban istri di dalam rumah tangga ternyata memiliki penjelasan yang lebih luas. Sejumlah ulama bahkan membahas bahwa pekerjaan rumah tangga tidak secara otomatis menjadi kewajiban syariat yang harus ditanggung seorang istri seorang diri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dalam kehidupan pernikahan, suami dan istri memiliki peran serta tanggung jawab masing-masing yang semestinya dijalankan dengan prinsip saling membantu dan melengkapi. Mengutip buku Istri Bukan Pembantu karya Ahmad Sarwat, salah satu rujukan dalam Mazhab Asy-Syafi'iyah, yakni Al-Muhadzdzab karya Asy-Syirazi, istri tidak diwajibkan memberikan pelayanan domestik kepada suami seperti membuat roti, memasak, maupun mencuci.

Dijelaskan juga kalau kewajiban yang ditetapkan dalam pernikahan berkaitan dengan pelayanan seksual. Sementara bentuk pelayanan lainnya tidak termasuk kewajiban yang secara khusus dibebankan kepada istri.

Pendapat serupa juga disebutkan dalam mazhab Al-Hanafiyah, Al-Malikiyah, Al-Hanabilah, serta Adz-Dzahiri. Berdasarkan penjelasan dalam sumber, para ulama pada dasarnya tidak mewajibkan istri untuk berkhidmat kepada suami dalam urusan domestik.

Meski demikian, bukan berarti seorang istri tidak boleh mengerjakan pekerjaan rumah. Memasak, membersihkan rumah, mencuci, atau membantu memenuhi kebutuhan keluarga tetap dapat menjadi bentuk kebaikan dan kasih sayang.

Jika dilakukan dengan ikhlas, aktivitas rumah tangga yang dilakukan istri dapat bernilai ibadah. Lantas, apa saja tugas istri menurut Islam? 

Tugas istri menurut Islam

Berikut beberapa peran yang dapat dijalankan seorang istri dalam membangun keluarga.

1. Jadi pemimpin di rumah suami

Pernikahan bukan hanya tentang pembagian pekerjaan rumah tangga, melainkan juga berbagi tanggung jawab dalam membangun keluarga. Istri mempunyai peran penting dalam mengatur kehidupan keluarga, terutama dalam menciptakan suasana rumah yang nyaman, menjaga hubungan antaranggota keluarga, dan mendampingi suami dalam menjalankan kehidupan rumah tangga.

Ketika suami memiliki kesibukan di luar rumah, pasangan dapat membuat kesepakatan mengenai pembagian peran. Dengan begitu, pekerjaan dan tanggung jawab keluarga tidak harus dipikul oleh satu pihak saja. Suami dan istri dapat saling membantu sesuai kondisi, kemampuan, serta kesepakatan bersama.

Rasulullah SAW bersabda:

“Suami adalah pemimpin bagi keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari)

Hadist tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan dalam keluarga hadir dalam bentuk tanggung jawab. Suami memiliki kewajiban sebagai pemimpin keluarga, sementara istri juga mempunyai amanah dalam mengelola kehidupan rumah tangga.

2. Mengatur kebutuhan rumah tangga

Istri juga dapat berperan dalam mengatur kebutuhan keluarga agar kehidupan sehari-hari berjalan dengan baik. Peran tersebut dilakukan dengan membantu merencanakan kebutuhan rumah, mengatur prioritas belanja, hingga mempertimbangkan pengeluaran yang diperlukan keluarga.

Pengelolaan kebutuhan rumah tangga membutuhkan ketelitian. Oleh sebab itu, suami dan istri sebaiknya membicarakan kondisi keuangan serta kebutuhan keluarga secara terbuka agar tidak muncul kesalahpahaman dalam menjalani kehidupan bersama.

Perlu dipahami pula bahwa pengelolaan keuangan keluarga tidak semestinya dianggap sebagai beban yang mutlak harus dipikul istri. Suami tetap memiliki kewajiban memberikan nafkah kepada keluarga sesuai kemampuannya. Sementara itu, istri dapat membantu mengelola kebutuhan itu sebagai bentuk kerja sama dalam rumah tangga.

3. Menciptakan rumah yang nyaman

Rumah bukan hanya tempat untuk beristirahat setelah menjalani aktivitas sepanjang hari. Bagi pasangan suami istri, rumah juga menjadi ruang untuk membangun kedekatan, memberikan rasa aman, serta menumbuhkan kasih sayang bersama.

Bunda bisa menciptakan rumah yang nyaman dengan berbagai cara. Kebersihan dan kerapian memang dapat menjadi salah satunya, namun bukan berarti seluruh pekerjaan tersebut harus menjadi tanggung jawab istri seorang diri.

Suami dapat mengambil bagian dalam pekerjaan domestik. Dengan saling membantu, pekerjaan rumah dapat terasa lebih ringan sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap pasangan.

Selain menjaga kenyamanan rumah secara fisik, suasana rumah juga dapat dihidupkan dengan kegiatan yang mendekatkan keluarga kepada Allah SWT. Salah satunya dengan membaca Al-Qur'an dan memperbanyak ibadah bersama.

4. Bangun rumah tangga berlandaskan utama pada keimanan

Keluarga dalam Islam tidak hanya diarahkan untuk mencapai kebahagiaan duniawi. Suami dan istri juga memiliki kesempatan untuk menjadikan rumah sebagai tempat tumbuhnya keimanan bagi seluruh anggota keluarga.

Istri dapat mengambil peran dengan mengajak keluarga membangun kebiasaan baik, seperti salat, membaca A-Qur'an, berdoa, serta saling mengingatkan dalam kebaikan. Namun tanggung jawab dalam membangun keluarga yang religius tentu bukan hanya milik istri. Suami juga memiliki peran besar sebagai pemimpin keluarga.

Allah SWT berfirman dalam surat Ar-Ra'd ayat 28 yang berbunyi;

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ

Artinya:

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.”

Ayat tersebut mengingatkan bahwa ketenteraman hati berkaitan erat dengan kedekatan kepada Allah SWT. Untuk itu, membangun rumah tangga yang berlandaskan agama dapat menjadi tanggung jawab bersama antara suami, istri, dan seluruh anggota keluarga.

5. Menjadikan rumah sebagai tempat kasih sayang

Keluarga yang harmonis tidak hanya dibentuk dari rumah yang bersih atau kebutuhan materi terpenuhi. Cara pasangan memperlakukan satu sama lain juga memiliki peran besar dalam menciptakan suasana rumah yang menyenangkan.

Sikap lembut, saling menghargai, menjaga komunikasi, dan memberikan dukungan ketika pasangan menghadapi kesulitan merupakan bagian penting dalam kehidupan pernikahan. Istri dapat memberikan ketenangan bagi suami, begitu pula suami berkewajiban memberikan rasa aman dan kasih sayang kepada istrinya.

Allah SWT berfirman lewat surat Ar-Rum ayat 21 yang berbunyi;

وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةًۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

Artinya:

“Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”

Pada akhirnya, pembagian tugas rumah tangga dapat disesuaikan dengan kondisi setiap keluarga. Memasak, mencuci, membersihkan rumah, atau mengurus kebutuhan keluarga bisa menjadi bentuk kasih sayang kalau dilakukan dengan ikhlas.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda