Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Cara Mengenali Orang yang Tidak Suka Jadi Pusat Perhatian dari Kebiasaan Sehari-hari

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Rabu, 12 Aug 2026 06:30 WIB

Ilustrasi Perempuan
Ilustrasi Cara Mengenali Orang yang Tidak Suka Jadi Pusat Perhatian dari Kebiasaan Sehari-hari / Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes
Daftar Isi
Jakarta -

Tidak semua orang nyaman menjadi pusat perhatian, Bunda. Sebagian orang justru lebih suka berada di balik layar karena menyukai ketenangan.

Orang-orang ini biasanya merasa kewalahan ketika semua mata tertuju pada mereka. Mereka bahkan bisa melakukan hal-hal tertentu untuk memastikan tetap berada di luar sorotan.

Cara mengenali orang yang tidak suka menjadi pusat perhatian bisa sangat penting untuk membantu kita berkomunikasi dengan orang tersebut. Pasalnya, kebiasaan sehari-hari ternyata bisa menjadi petunjuk untuk mengenali karakter orang-orang ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Cara mengenali orang yang tidak suka jadi pusat perhatian

Melansir dari laman Your Tango, berikut cara mengenali orang yang tidak suka menjadi pusat perhatian dari kebiasaan sehari-hari:

1. Meremehkan prestasi sendiri

Banyak orang senang dirayakan atas kerja keras mereka, tetapi orang-orang yang suka menonjol tidak merasakan hal yang sama. Mereka akan menghindari untuk memberi tahu orang lain tentang prestasi mereka agar tidak harus menghadapi perhatian yang menyertai perayaan tersebut.

Jika orang lain mengetahuinya, maka mereka akan meremehkan betapa pentingnya hal itu. Jika mereka mendapat kenaikan gaji, mereka akan berpura-pura seolah itu adalah pencapaian biasa dan semua orang mendapatkannya. Hal itu dilakukan untuk mencegah orang lain menyadari pentingnya momen tersebut.

2. Tidak suka berkontak mata dengan orang lain

Kontak mata adalah salah satu cara termudah untuk menarik seseorang ke dalam percakapan. Menurut studi di Proceedings of the National Academy of Sciences tahun 2021 yang berfokus pada efek kontak mata pada interaksi sosial, kontak mata dapat menandai naik turunnya perhatian dalam percakapan.

Orang yang menghindari perhatian dapat tetap tidak terdeteksi dengan tidak melakukan kontak mata dengan orang-orang di sekitar mereka. Mereka akan melihat sekeliling ruangan sebagai gantinya, mengetahui bahwa jika mereka bertatap muka dengan seseorang, ada kemungkinan besar orang tersebut akan menghampiri dan memulai percakapan.

3. Suka mengenakan pakaian dengan warna netral

Orang cenderung kurang diperhatikan berdasarkan pakaian yang mereka kenakan. Jika seseorang mengenakan atasan yang sangat cerah, mereka lebih mungkin menarik perhatian daripada jika mereka mengenakan warna netral. Itulah mengapa warna netral menjadi pilihan utama bagi orang-orang yang menghindari perhatian.

Orang-orang ini pada dasarnya bersembunyi di tempat yang terlihat jelas setiap kali mereka memilih untuk bergaul dengan orang lain. Pakaian dasar dan netral juga berarti tidak banyak hal spesifik yang dapat dipuji orang lain tentang mereka. Pasalnya, mendapatkan pujian berarti mendapatkan perhatian.

4. Mereka lebih banyak mendengarkan daripada berbicara

Sebagian orang menghindari perhatian dengan mengalihkan perhatian dari diri sendiri ke orang lain. Mereka lebih suka mendengarkan daripada berbicara. Mereka tidak terlalu mempedulikan siapa yang menjadi fokus percakapan karena mereka memang tidak menginginkannya.

Ketika orang-orang ini berbicara, kemungkinan besar mereka hanya akan mengajukan pertanyaan. Hal itu akan membuat teman-teman mereka terus berbicara tentang diri mereka sendiri dan lupa untuk mengajukan pertanyaan balik.

5. Suka memberikan jawaban singkat

Orang yang tidak suka menjadi pusat perhatian biasanya tidak ingin terlibat dalam percakapan panjang. Jika terlibat, mereka akan menjawab dengan cepat agar percakapan berjalan lebih singkat.

Jawaban singkat dapat menyebabkan seseorang kehabisan topik pembicaraan dan mengakhiri interaksi secara tiba-tiba. Mereka mungkin berharap teman mereka akan bosan dan meninggalkan mereka sendirian.

6. Lebih suka sendirian

Orang yang menghindari perhatian juga cenderung lebih memilih menghabiskan malam yang tenang di rumah daripada bertemu teman-teman mereka. Orang-orang yang tidak menyukai perhatian ini biasanya adalah introvert.

Orang yang tidak suka menjadi fokus membutuhkan waktu sendirian untuk mengisi ulang energi setelah merasa stres. Mereka juga menikmati tinggal di rumah karena memungkinkan mereka untuk menghindari perhatian sepenuhnya. Dalam privasi rumah, mereka tahu tidak ada yang mengawasi. Jaminan itu mungkin juga akan membantu mereka merasa lebih tenang.

7. Tidak suka berlama-lama dalam acara

Orang yang tidak suka jadi pusat perhatian dapat meninggalkan pesta secara tiba-tiba. Mereka tidak memberi tahu siapa pun saat pulang karena merasa tidak perlu mengucapkan selamat tinggal kepada mereka.

Mengucapkan selamat tinggal kepada semua orang bisa terasa sangat melelahkan. Cara tersebut juga membuat mereka bisa menghindari perhatian banyak orang.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda