Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

5 Kebiasaan Ini Bisa Melatih Kecerdasan EQ di Tempat Kerja

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Selasa, 11 Aug 2026 19:10 WIB

Ilustrasi kerja
Ilustrasi 5 Kebiasaan Ini Bisa Melatih Kecerdasan EQ di Tempat Kerja/Foto: Getty Images/VioletaStoimenova
Daftar Isi
Jakarta -

Kecerdasan emosional atau emotional quotient (EQ) merujuk pada kemampuan seseorang untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi. Pada gilirannya, pemahaman emosional ini membantu dalam mengambil keputusan, memecahkan masalah, dan berkomunikasi dengan orang lain.

Meskipun kemampuan tersebut datang secara alami bagi sebagian orang, siapa pun dapat meningkatkannya untuk memahami dan bernalar.

Hal ini dapat sangat membantu Bunda di tempat kerja, di mana hubungan dan keputusan bisnis sering kali bergantung pada pemahaman antar pribadi, kerja sama tim, dan komunikasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Faktor-faktor seperti pola asuh dan kepribadian cenderung memainkan peran besar dalam pengembangan kecerdasan emosional, tetapi Bunda dapat meningkatkannya dengan usaha dan latihan.

5 Kebiasaan ini bisa melatih kecerdasan EQ di tempat kerja

Dilansir Verywell Mind, sebuah studi tahun 2011 menemukan bahwa peserta yang dilatih dalam kompetensi emosional utama menunjukkan peningkatan yang berkelanjutan dalam kecerdasan emosional. Mereka juga mengalami peningkatan dalam kesejahteraan fisik dan mental, hubungan sosial yang lebih baik, dan kadar kortisol (hormon stres) yang lebih rendah.

Jika tertarik untuk meningkatkan keterampilan kecerdasan emosional demi meningkatkan kinerja di tempat kerja, cobalah beberapa langkah berikut ini:

1. Lebih sadar diri

Salah satu langkah untuk menggunakan keterampilan EQ di tempat kerja adalah dengan berlatih mengenali emosi sendiri. Kesadaran diri melibatkan kesadaran akan berbagai aspek diri Bunda, termasuk emosi dan perasaan.

Ini adalah salah satu komponen dasar dari kecerdasan emosional. Untuk mengenali emosi dan memahami penyebabnya, Bunda perlu terlebih dahulu memiliki kesadaran diri. Berikut beberapa caranya:

  • Perhatikan perasaan Bunda: Bagaimana emosi ini dapat memengaruhi cara Bunda merespons? Apakah hal-hal yang dirasakan berdampak pada keputusan yang dibuat atau cara Bunda berinteraksi dengan orang lain?
  • Evaluasi kekuatan dan kelemahan emosional: Seberapa baik Bunda berkomunikasi dengan orang lain? Apakah Bunda sering merasa tidak sabar, marah atau jengkel? Mengenali kelemahan memungkinkan Bunda untuk mencari cara mengatasinya.
  • Ingatlah bahwa emosi bersifat sementara: Membuat keputusan terburu-buru berdasarkan emosi yang kuat dapat merugikan tujuan dan kesuksesan jangka panjang.

2. Berlatih mengendalikan diri

Mengendalikan diri sebagai bagian penting dari kecerdasan emosional. Menyadari emosi adalah langkah pertama yang penting, tetapi Bunda juga perlu mampu mengelola perasaan Bunda.

Orang dengan pengaturan diri yang baik mampu beradaptasi dengan baik terhadap situasi yang berubah. Mereka tidak memendam perasaan, mereka menunggu waktu yang tepat untuk mengekspresikan emosi mereka daripada bereaksi secara impulsif.

Untuk meningkatkan kemampuan pengaturan diri Bunda di tempat kerja, berikut beberapa caranya:

  • Temukan teknik untuk mengurangi stres di tempat kerja: Memiliki hobi di luar pekerjaan adalah cara yang bagus untuk memulai. Olahraga juga merupakan cara sehat untuk mengurangi stres.
  • Tetap tenang: Terima kenyataan bahwa Bunda tidak dapat mengendalikan segalanya. Carilah cara-cara yang bermanfaat untuk merespons tanpa memperburuk keadaan.
  • Pikirkan baik-baik sebelum mengambil keputusan: Emosi dapat menguasai Bunda di saat-saat penting. Bunda dapat membuat pilihan yang lebih tenang dan rasional jika memberi diri waktu untuk mempertimbangkan semua kemungkinan.

3. Meningkatkan keterampilan sosial

Penelitian tentang psikologi emosi menunjukkan bahwa orang dengan EQ tinggi juga memiliki keterampilan sosial yang kuat.

Hal ini karena mereka mahir mengenali emosi orang lain dan mampu merespon situasi dengan tepat. Keterampilan sosial juga sangat dihargai di tempat kerja karena mengarah pada komunikasi yang lebih baik dan budaya perusahaan yang lebih positif.

Karyawan dan pemimpin dengan keterampilan sosial yang baik mampu membangun hubungan baik dengan rekan kerja dan mengkomunikasikan ide-ide mereka secara efektif.

Orang-orang dengan keterampilan sosial yang baik tidak hanya merupakan pemain tim yang hebat, tetapi mereka mampu mengambil peran kepemimpinan bila diperlukan. Untuk meningkatkan keterampilan sosial, berikut cara yang dapat Bunda ikuti:

  • Dengarkan apa yang orang lain katakan: Mendengarkan secara aktif melibatkan menunjukkan perhatian, mengajukan pertanyaan, dan memberikan umpan balik.
  • Perhatikan komunikasi nonverbal: Sinyal yang dikirimkan orang melalui bahasa tubuh mereka dapat menyampaikan banyak hal tentang apa yang sebenarnya mereka pikirkan.
  • Asahlah kemampuan persuasif Bunda: Mampu memberikan pengaruh di tempat kerja dan meyakinkan anggota tim serta atasan untuk mendengarkan ide-ide yang memajukan karier.
  • Hindari drama kantor: Fokus pada mendengarkan pada apa yang orang lain katakan, dan carilah cara untuk menyelesaikan masalah dan meminimalkan ketegangan.

4. Menjadi lebih empati

Orang yang cerdas secara emosional pandai menempatkan diri pada posisi orang lain dan memahami perasaannya. Empati lebih dari sekadar mengenali perasaan orang lain. Ini juga mencakup bagaimana Bunda menanggapi emosi tersebut.

Di tempat kerja, empati memungkinkan Bunda untuk memahami dinamika yang berbeda antara rekan kerja dan atasan.

Empati juga memungkinkan Bunda untuk mengenali siapa yang memegang kekuasaan dan bagaimana kekuasaan tersebut memengaruhi perilaku, perasaan, dan interaksi yang muncul dari hubungan tersebut.

5. Meningkatkan motivasi Bunda

Komponen kunci lain dari kecerdasan emosional adalah motivasi intrinsik. Orang dengan EQ tinggi cenderung lebih termotivasi untuk mencapai tujuan demi tujuan itu sendiri. Alih-alih mencari imbalan eksternal, mereka ingin melakukan sesuatu karena merasa puas dan bersemangat dengan apa yang dilakukan.

Uang, status, dan pujian memang hebat, tetapi orang-orang yang sangat sukses di tempat kerja biasanya termotivasi oleh sesuatu yang lebih dari itu.

Mereka bersemangat dengan apa yang dilakukan. Mereka berkomitmen pada pekerjaan, senang menghadapi tantangan baru, dan antusiasme serta mampu menginspirasi orang lain untuk bekerja keras dan gigih demi mencapai tujuan.

Nah, itulah beberapa kebiasaan untuk meningkatkan keterampilan EQ di tempat kerja. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda