Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Persepsi Orang Menarik Ternyata Berbeda di Tiap Generasi, Ini Kata Gen Z hingga Baby Boomer

Melly Febrida   |   HaiBunda

Senin, 10 Aug 2026 06:00 WIB

Young beautiful women shopping together, outdoors, smiling, buying refreshing drink
Persepsi Orang Menarik Ternyata Berbeda di Tiap Generasi, Ini Kata Gen Z hingga Baby Boomer/Foto: Getty Images/Rossella De Berti
Daftar Isi
Jakarta -

Orang sering membahas perbedaan karakter antargenerasi, baik itu  Generasi Z, Milenial, Generasi X, dan Baby Boomer. Namun, menyamakan semua orang dalam satu generasi tentu tidak sepenuhnya tepat. Meski lahir pada rentang waktu yang sama, setiap orang tetap dapat memiliki pandangan yang berbeda karena dipengaruhi pengalaman hidup, perubahan sosial, budaya, hingga kondisi ekonomi.

Meski begitu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat kecenderungan tertentu pada setiap generasi. Melansir YourTango, Generasi Z, Milenial, Generasi X, dan Baby Boomer memiliki kecenderungan berbeda dalam memandang sosok yang dianggap menarik sebagai pasangan.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa preferensi seseorang terhadap pasangan dapat berubah seiring bertambahnya usia, dipengaruhi oleh budaya, lingkungan tempat tumbuh, serta perubahan sosial yang terjadi pada zamannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Mengapa setiap generasi memiliki pandangan berbeda tentang pasangan yang menarik?

Menurut psikolog evolusi David Buss, preferensi seseorang dalam memilih pasangan dipengaruhi berbagai karakteristik yang dinilai penting, seperti kebaikan hati, kecerdasan, kesehatan, maupun kemampuan menyediakan sumber daya. Meski terdapat beberapa pola yang relatif konsisten, preferensi tersebut juga dapat dipengaruhi budaya.

Sejalan dengan itu, psikolog Eli J. Finkel, penulis The All-or-Nothing Marriage, menjelaskan bahwa harapan terhadap pernikahan terus berkembang. Jika pada masa lalu pernikahan lebih banyak dipandang sebagai sarana memenuhi kebutuhan dasar dan membangun keluarga, kini banyak pasangan juga mengharapkan hubungan yang mampu memberikan dukungan emosional, membantu pengembangan diri, serta meningkatkan kualitas hidup bersama.

Perbedaan persepsi orang yang menarik menurut tiap generasi

Perbedaan pengalaman hidup, kondisi sosial, dan budaya membuat setiap generasi cenderung memiliki prioritas yang berbeda saat memilih pasangan. Berikut beberapa karakteristik yang umumnya dianggap menarik oleh masing-masing generasi.

1. Generasi Z lebih mencari hubungan yang memberikan kenyamanan emosional

Generasi Z tumbuh di tengah perubahan teknologi dan sosial yang pesat. Dalam memilih pasangan, banyak dari mereka cenderung menghargai komunikasi yang terbuka, rasa aman secara emosional, serta kesempatan untuk menikmati pengalaman bersama. 

Meski tetap mempertimbangkan stabilitas, banyak anggota Generasi Z juga menempatkan kualitas komunikasi dan kebahagiaan dalam hubungan sebagai pertimbangan penting.

2. Milenial lebih memperhatikan kecocokan nilai dan kepribadian

Milenial merupakan generasi yang tumbuh seiring berkembangnya internet dan teknologi digital. Perubahan tersebut turut memengaruhi cara mereka membangun dan menjalin hubungan.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa Milenial cenderung memberi perhatian lebih besar pada kesesuaian nilai, komunikasi, serta rasa saling menghormati dalam hubungan. Selain ketertarikan fisik, mereka juga mempertimbangkan apakah pasangan memiliki tujuan hidup, cara berpikir, dan prinsip yang sejalan.

Dibandingkan hanya berfokus pada faktor-faktor konvensional, banyak Milenial juga menilai kecocokan kepribadian, kualitas komunikasi, dan hubungan emosional sebagai pertimbangan penting dalam memilih pasangan.

3. Generasi X cenderung menghargai kemandirian

Generasi X tumbuh pada masa perubahan sosial dan budaya yang pesat. Pengalaman tersebut membuat banyak dari mereka menghargai pasangan yang mandiri, mampu mengambil keputusan sendiri, dan tidak terlalu bergantung pada orang lain.

Kemandirian dipandang sebagai salah satu kualitas yang dapat mendukung hubungan yang sehat. 

 4. Baby Boomer lebih menghargai stabilitas dan komitmen

Generasi Baby Boomer tumbuh pada masa ketika pernikahan dan keluarga menjadi bagian penting dalam kehidupan. Karena itu, mereka cenderung menghargai pasangan yang bertanggung jawab, dapat diandalkan, serta memiliki komitmen dalam membangun hubungan.

Meski demikian, tidak semua Baby Boomer memiliki pandangan yang sama. Sebagian juga dipengaruhi oleh perubahan budaya pada masanya sehingga lebih menghargai kebebasan berekspresi dan kemandirian.

Apa yang bisa dipahami dari perbedaan preferensi tiap generasi?

Meski setiap generasi memiliki kecenderungan yang berbeda dalam memandang sosok yang menarik sebagai pasangan, bukan berarti semua orang memiliki preferensi yang sama. Pengalaman hidup, kepribadian, budaya, nilai yang dianut, hingga lingkungan tempat seseorang tumbuh juga berperan dalam membentuk cara mereka memilih pasangan.

Karena itu, perbedaan antargenerasi sebaiknya dipahami sebagai gambaran umum, bukan sebagai label yang berlaku untuk semua orang. Pada akhirnya, hubungan yang sehat tetap dibangun melalui komunikasi, rasa saling menghormati, kepercayaan, dan komitmen, terlepas dari generasi mana seseorang berasal.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda