moms-life
Kemenkes Angkat Bicara soal Dugaan Nakes yang Ejek Pasien BPJS karena Keluhan Antre 8 Jam
HaiBunda
Rabu, 05 Aug 2026 15:35 WIB
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan tanggapan terkait ramainya perbincangan di media sosial mengenai komentar sejumlah tenaga medis dan tenaga kesehatan (nakes) yang dinilai kurang menunjukkan empati terhadap seorang pasien BPJS Kesehatan.
Perbincangan ini bermula dari unggahan viral seorang pasien BPJS bernama Yurizal Tri Chaerawan di akun Threads @yurizaltrich pada 22 Juli 2026. Dalam unggahannya, Yurizal mengaku harus menunggu kamar rawat inap selama delapan jam. Namun, ia tidak mengungkapkan nama rumah sakit tempat dirinya menjalani perawatan.
"8 jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs," tulis Yurizal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alih-alih mendapat simpati, unggahan tersebut justru dibanjiri komentar bernada menghina. Sebagian akun bahkan menyarankan Yurizal pindah ke ruang jenazah agar lebih cepat mendapat kamar. Ada pula komentar yang menyinggung penyakit serius dan menyakiti diri dengan nada bercanda.
Sejumlah akun yang menuliskan komentar tersebut diduga berprofesi sebagai dokter, perawat, maupun tenaga kesehatan lain berdasarkan informasi yang tercantum di profil media sosial mereka. Namun hingga kini identitas maupun profesi para pemilik akun tersebut belum seluruhnya terverifikasi.
Perbincangan semakin meluas setelah Yurizal dikabarkan meninggal dunia pada 31 Juli 2026. Kabar duka itu disampaikan oleh sepupunya melalui media sosial dan membuat unggahan lama Yurizal kembali viral.
Meski begitu, belum ada keterangan medis maupun pernyataan resmi yang memastikan kematian Yurizal berkaitan dengan lamanya menunggu kamar perawatan. Identitas rumah sakit, penyakit yang diderita, hingga hubungan antara waktu tunggu dengan kematiannya juga belum diketahui secara pasti.
Menanggapi polemik tersebut, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Aji Mulawarman menyayangkan komentar dari sebagian tenaga medis maupun tenaga kesehatan di media sosial yang dinilai minim empati terhadap pasien dan keluarganya.
"Kemenkes menyayangkan beredarnya komentar dari sebagian tenaga medis/tenaga kesehatan di media sosial yang terkesan tidak berempati terhadap pasien maupun keluarganya yang sedang menjalani pelayanan kesehatan," beber Aji saat dihubungi detikcom, Rabu (5/8/2026).
Aji mengingatkan tenaga medis dan tenaga kesehatan untuk mengedepankan empati serta komunikasi yang baik, termasuk saat menyampaikan pendapat di ruang digital. Sikap bijak dalam menggunakan media sosial disebut sebagai bagian dari profesionalisme.
"Kami mengimbau sebaiknya kita semua mengedepankan empati dan komunikasi yang baik dalam menanggapi sebuah peristiwa di masyarakat. Pada konteks ini harus bijak dalam bermedia sosial. Hal ini juga merupakan bagian dari profesionalisme tenaga medis dan tenaga kesehatan," lanjut Aji.
TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Ada Opsi Iuran BPJS Kesehatan Naik Tahun Depan, Berapa Besarannya?
Mom's Life
Kata Kemenkes Soal Wajib Pakai Masker Saat Kasus COVID-19 Naik, Faktanya...
Mom's Life
Iuran BPJS Kesehatan Tahun 2023 Tetap Sama, Seperti Ini Rinciannya
Mom's Life
Kata Kemenkes soal Pandemi COVID-19 yang Disebut Sudah Berakhir
Mom's Life
Cacar Monyet Dinyatakan Darurat Kesehatan Global, Kemenkes Pastikan Belum Ada Kasusnya di RI
Mom's Life
Simak Bun, Begini Cara Cek Izin Edar Biar Nggak Dapat Masker Palsu
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda