moms-life
Apa Itu Code Blue di Rumah Sakit? Prosedur Darurat yang Bisa Selamatkan Nyawa Pasien Kritis
HaiBunda
Senin, 03 Aug 2026 17:25 WIB
Daftar Isi
Apakah Bunda pernah mendengar istilah Code Blue di rumah sakit dalam sejumlah drama Korea populer? Lalu, apa itu Code Blue di rumah sakit? Code Blue adalah sistem aktivasi kegawatdaruratan yang menandakan adanya pasien dalam kondisi kritis, seperti henti jantung atau henti napas yang membutuhkan tindakan segera.
Saat Code Blue diaktifkan, tim medis khusus dan terlatih akan langsung bergerak untuk melakukan penanganan sesuai kondisi pasien. Dokter Agung Fabian Chandranegara, Sp.JP(K), FIHA dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan dan Tangerang mengungkapkan, pada kondisi henti jantung, aliran darah yang membawa oksigen ke otak dan organ vital lainnya terhenti.
"Tanpa intervensi segera, peluang pasien untuk bertahan hidup dapat menurun secara signifikan. Karena itu, kecepatan respons, ketepatan tindakan, serta koordinasi tim medis menjadi faktor penting dalam upaya menyelamatkan nyawa pasien," ungkap dokter Agung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siapa saja tim Code Blue dan apa tugasnya?
Penanganan Code Blue, umumnya melibatkan tim medis yang terdiri dari dokter, maupun perawat, tenaga anestesi, atau tenaga medis lainnya yang telah memiliki kompetensi Bantuan Hidup Dasar (Basic Life Support/BLS) dan Bantuan Hidup Kardiovaskular Lanjut (Advanced Cardiovascular Life Support/ACLS). Dalam pelaksanaannya, tim medis dapat melakukan berbagai tindakan, mulai dari resusitasi jantung paru (RJP/CPR), pemberian bantuan napas, penggunaan kejut jantung (defibrilator) untuk mengembalikan irama jantung bila diperlukan, hingga pemberian obat-obatan dan tindakan lanjutan sesuai kondisi pasien.
Mengapa respons cepat Code Blue sangat penting?
Berbagai tindakan tersebut membutuhkan koordinasi tim yang baik serta sistem penanganan yang terstruktur agar setiap langkah dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Dokter Rerdin Julario, Sp.JP(K) dari Mayapada Hospital Surabaya menjelaskan, pada kasus henti jantung, setiap tahapan resusitasi harus dilakukan sesuai standar, agar sirkulasi darah dan pasokan oksigen ke organ vital dapat dipulihkan secepat mungkin.
"Karena itu, Code Blue tidak hanya mengandalkan kecepatan respons, tetapi kesiapan sistem secara menyeluruh mulai dari protokol kegawatdaruratan yang jelas, tenaga medis yang kompeten, peralatan resusitasi yang siap digunakan, hingga pelatihan dan simulasi berkala. Dengan begitu, setiap tim medis dapat mengambil keputusan dan memberikan tindakan secara cepat, tepat, sesuai standar internasional," tutur dokter Rerdin.
Mayapada Hospital Surabaya juara utama Kompetisi Code Blue di Jawa Timur
Mayapada Hospital Surabaya (MHSB) diketahui menjadi contoh rumah sakit yang menerapkan Code Blue dan telah berhasil meraih Juara Utama Kompetisi Code Blue dan Bantuan Hidup Dasar (BHD) tingkat Jawa Timur. Dalam kompetisi tersebut, MHSB menunjukkan kemampuan dalam aspek kecepatan respons, ketepatan klinis, koordinasi tim, serta kesiapan menghadapi kondisi kegawatdaruratan.
Sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan yang mendalam dalam menghadapi kondisi darurat, Mayapada Hospital memiliki layanan Emergency 24/7 didukung fasilitas lengkap, dan tim dokter spesialis dan subspesialis yang standby onsite, termasuk Dokter Spesialis Anestesi yang siaga 24 jam untuk menangani kasus yang memerlukan tindakan bedah. Layanan ini tersedia di seluruh unit Mayapada Hospital di Jakarta (Lebak Bulus, Kuningan, dan Cakung), Tangerang, Bogor, Surabaya, Bandung, serta Nusantara, dan dapat diakses melalui emergency call 150990 atau di aplikasi MyCare.
Informasi lengkap seputar layanan kegawatdaruratan di seluruh unit Mayapada Hospital dapat ditemukan dalam fitur Health Articles & Tips di MyCare, serta fitur Personal Health yang terhubung dengan Google Fit dan Health Access untuk memantau detak jantung, kalori, langkah, dan Body Mass Index (BMI).
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Sering Haus dan Mulut Kering, Bisa Jadi Tanda Sakit Diabetes
Mom's Life
Risiko Diabetes Meningkat 5-6 Kali Lipat Jika Keluarga Punya Riwayat Ini
Mom's Life
8 Penyebab Perut Sakit Setelah Berhubungan Seks dan Cara Mengatasinya
Mom's Life
Tanda Ajal Sudah Dekat Menurut Seorang Ahli Medis
Mom's Life
7 Alasan Mengapa Gula Tidak Baik Bagi Tubuh Bunda, Salah Satunya Memicu Depresi
5 Foto
Mom's Life
5 Potret Becky Tumewu Usai Operasi Mata Akibat Retina Lepas
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Anak Begadang Nonton Piala Dunia Bisa Ganggu Tumbuh Kembang, Dokter Jelaskan Risikonya
Bibir Bayi Kebiruan Bisa Jadi Tanda Kelainan Struktur Jantung, Ini Pemeriksaan yang Dibutuhkan
Tips Memilih Rumah Sakit untuk Melahirkan agar Persalinan Aman dan Nyaman