Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Bukan cuma Bikin Mata Lelah, Ketahui 6 Dampak Terlalu Sering Scroll Layar Ponsel

Melly Febrida   |   HaiBunda

Senin, 03 Aug 2026 22:00 WIB

Ilustrasi Perempuan dan Ponsel
Bukan cuma Bikin Mata Lelah, Ketahui 6 Dampak Terlalu Sering Scroll Ponsel /Foto: Getty Images/iStockphoto/miya227
Daftar Isi
Jakarta -

Kebiasaan scroll media sosial dan menonton video pendek di telepon seluler (ponsel) sering membuat orang lupa waktu. Tanpa disadari, waktu yang dihabiskan di depan layar bisa mencapai berjam-jam setiap harinya.

Padahal, terlalu sering scroll ponsel tidak hanya membuat mata lelah, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental.

Meski tampak sepele, penggunaan ponsel dalam waktu lama ternyata dapat memengaruhi kondisi tubuh. Dampaknya pun beragam, mulai dari postur tubuh, kualitas tidur, hingga kesehatan mata dan pergelangan tangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Melansir YourTango, banyak perubahan tersebut terjadi secara bertahap sehingga sering kali baru disadari ketika rasa pegal, nyeri, atau keluhan lain mulai muncul.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan smartphone dalam durasi yang terlalu lama berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan muskuloskeletal, gangguan tidur, hingga kelelahan mata.

Penggunaan ponsel yang sering dapat memengaruhi segalanya mulai dari postur hingga penglihatan. Perubahan tersebut seringkali cukup halus sehingga orang tidak menyadarinya sampai mereka mulai merasakan sakit. 

Saat orang menggunakan ponsel cenderung mempertahankan posisi tubuh yang sama dalam waktu lama, terutama dengan kepala menunduk dan bahu membungkuk. 

Dalam sebuah tinjauan sistematis, penggunaan ponsel berkaitan dengan meningkatnya keluhan muskuloskeletal, terutama nyeri pada leher dan punggung atas. Posisi menunduk dalam waktu lama saat menggunakan smartphone diduga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap keluhan tersebut.

Selain itu, paparan layar pada malam hari juga dapat mengganggu ritme sirkadian sehingga kualitas tidur ikut menurun.

6 Dampak terlalu sering scroll ponsel

Banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari untuk scroll media sosial atau menonton video pendek di ponsel. Padahal, kebiasaan ini dapat berdampak pada berbagai aspek kesehatan, mulai dari mata, postur tubuh, hingga kualitas tidur.

Berikut beberapa dampak terlalu sering scroll ponsel yang dirangkum dari berbagai sumber:

1. Postur tubuh berubah dan leher lebih mudah pegal

Saat melihat layar ponsel, kepala secara alami akan condong ke depan alias menunduk. Kemudian bahu membungkuk, dan leher terdorong ke depan menuju layar. 

Menurut penelitian Kenneth K. Hansraj, semakin kepala menunduk, semakin besar beban yang diterima tulang leher. Jika posisi tersebut dipertahankan dalam waktu lama dan dilakukan berulang, ketegangan pada leher dapat meningkat.

2. Bahu menjadi kaku

Orang tidak selalu menyadari apa yang terjadi pada bahunya saat menggunakan ponsel. Tanpa disadari, bahu bisa terus berada dalam posisi tegang saat memegang ponsel dalam waktu lama. Kondisi ini membuat otot bahu bekerja lebih keras dan dapat memicu rasa pegal atau kaku.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan smartphone dalam waktu lama berkaitan dengan meningkatnya keluhan muskuloskeletal pada tubuh bagian atas, termasuk nyeri pada bahu.

3. Mata menjadi tegang dan penglihatan dapat rusak

Mata manusia tidak dirancang untuk terus-menerus menatap layar kecil yang terang selama berjam-jam. Namun, sejumlah orang melihat ponsel sudah menjadi kebiasaan sejak bangun tidur hingga sebelum tidur di malam hari.

Saat menatap layar ponsel dalam waktu lama, seseorang cenderung lebih jarang berkedip. Ditambah dengan fokus pada objek dalam jarak dekat secara terus-menerus, kondisi ini dapat membuat mata terasa kering, lelah, iritasi, atau tegang.

Sebagian orang juga dapat mengalami sakit kepala, penglihatan kabur, atau kesulitan mengalihkan fokus dari layar ponsel ke objek yang lebih jauh. Meski keluhan tersebut umumnya membaik setelah mata beristirahat, kondisi ini menunjukkan bahwa mata telah bekerja lebih keras dari biasanya.

Untuk membantu mengurangi ketegangan mata, American Academy of Ophthalmology menganjurkan aturan 20-20-20. Caranya, setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.

4. Tidur jadi kurang berkualitas

Paparan cahaya dari layar ponsel dapat memengaruhi ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Cahaya tersebut dapat menghambat produksi hormon melatonin yang berperan membantu tubuh merasa mengantuk.

Akibatnya, kebiasaan menggunakan ponsel sebelum tidur dapat membuat seseorang tidur lebih larut dan menurunkan kualitas tidur. American Academy of Sleep Medicine juga menyarankan untuk membatasi penggunaan perangkat elektronik menjelang waktu tidur agar tubuh lebih mudah beristirahat.

Bunda dapat mencoba meletakkan ponsel sekitar 30 menit sebelum tidur atau mengisi daya ponsel di tempat yang jauh dari tempat tidur. Cara sederhana ini dapat membantu mengurangi kebiasaan bermain ponsel sebelum tidur sekaligus mendukung kualitas istirahat yang lebih baik.

5.  Aktivitas fisik berkurang

Semakin lama seseorang duduk sambil menggunakan ponsel, semakin sedikit pula waktu yang digunakan untuk bergerak. Jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus, tubuh akan lebih sering berada dalam kondisi sedentari atau minim aktivitas fisik.

Dalam jangka panjang, kurang bergerak dapat menyebabkan kekuatan dan massa otot menurun. Selain itu, kebiasaan duduk terlalu lama juga dapat berdampak pada kesehatan secara keseluruhan.

Menurut World Health Organization (WHO), perilaku sedentari berkaitan dengan meningkatnya risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan kematian dini.

6. Pergelangan tangan dan ibu jari mudah nyeri

Aktivitas mengetik, mengetuk layar, dan scroll ponsel dilakukan berulang kali menggunakan ibu jari serta pergelangan tangan. Jika dilakukan terus-menerus dalam waktu lama, gerakan ini dapat memberikan tekanan pada otot, tendon, dan sendi di area tersebut.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan smartphone yang berlebihan berkaitan dengan meningkatnya risiko nyeri pada tangan, pergelangan tangan, dan ibu jari. Pada sebagian orang, keluhan tersebut juga dapat disertai gejala yang menyerupai carpal tunnel syndrome, seperti kesemutan, baal, atau nyeri pada tangan.

Bagaimana mengurangi dampak terlalu sering scroll ponsel?

Bunda tidak harus berhenti menggunakan smartphone. Namun, beberapa kebiasaan sederhana berikut dapat membantu mengurangi dampak penggunaan ponsel terhadap kesehatan:

  • Istirahatkan mata secara berkala, misalnya dengan menerapkan aturan 20-20-20.
  • Jaga posisi layar agar tidak terlalu rendah sehingga leher tidak terus-menerus menunduk.
  • Lakukan peregangan ringan pada leher, bahu, dan pergelangan tangan jika menggunakan ponsel dalam waktu lama.
  • Hindari penggunaan ponsel menjelang waktu tidur untuk membantu menjaga kualitas tidur.
  • Batasi screen time yang tidak diperlukan dan luangkan waktu untuk lebih banyak bergerak.

Dengan kebiasaan tersebut, penggunaan smartphone tetap dapat dilakukan tanpa memberi beban berlebihan pada mata maupun tubuh.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda