Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

7 Tips Menghemat Air di Rumah Agar Tidak Boros dan Tetap Ramah Lingkungan

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Selasa, 28 Jul 2026 11:05 WIB

Close up of woman's hand turn on faucet and a drop of water dripping out into hand at white ceramic wash basin in modern design bathroom
Ilustrasi menghemat air / Foto: Getty Images/Jatuporn Tansirimas
Daftar Isi

Musim kemarau telah tiba. Mari Bunda menghemat air di rumah agar tidak boros dan tetap ramah lingkungan.

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang paling penting bagi kehidupan. Sayangnya, masih banyak orang yang belum menyadari bahwa kebiasaan sederhana di rumah dapat menyebabkan pemborosan air setiap hari.

Padahal menghemat air tidak hanya membantu menekan tagihan rumah tangga, tapi juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang. Melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, setiap keluarga dapat berperan dalam mengurangi pemborosan air sekaligus melindungi bumi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


 membagikan sejumlah langkah praktis yang dapat diterapkan di rumah agar penggunaan air menjadi lebih efisien. Berikut beberapa tips menghemat air yang mudah dilakukan bersama seluruh anggota keluarga Bunda.

Tips menghemat air di rumah

Berikut tips menghemat air di rumah Bunda dikutip dari UNICEF dan akun X Kementerian PU.

1. Jangan biarkan air keran mengalir terus

Bunda, jangan biarkan air keran terus mengucur jika sudah selesai digunakan. Kebiasaan sederhana ini membantu menghemat air sekaligus mengajarkan Si Kecil untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

2. Cuci buah dan sayur menggunakan wadah dan manfaatkan air bekas pakai

Mencuci buah atau sayuran langsung di bawah air mengalir ternyata menghabiskan cukup banyak air. Keran yang dibiarkan terbuka bahkan dapat mengalirkan sekitar 6 hingga 12 liter air setiap menitnya.

Sebagai alternatif, isi baskom atau wastafel dengan air secukupnya untuk mencuci bahan makanan. Setelah selesai, air bekas cucian tersebut masih dapat dimanfaatkan untuk menyiram tanaman. Tambahkan sedikit cuka ke dalam air juga dapat membantu mengurangi sisa pestisida yang menempel pada buah dan sayuran.

3. Mandi menggunakan shower

Mandi menggunakan shower umumnya lebih hemat dibandingkan berendam di bathtub dan menggunakan gayung. Mandi dengan gayung bisa menghabiskan sekitar 15 liter air. Sementara mandi dengan shower menghemat air lebih dari 60 persen.

Namun hal tersebut juga dipengaruhi oleh debit air dari shower yang digunakan. Agar penggunaan air lebih efisien, pilih shower dengan aliran rendah atau sedang. Selain tetap nyaman digunakan, alat ini dapat membantu mengurangi konsumsi air setiap kali mandi tanpa mengurangi kualitas kebersihan tubuh.

4. Minimalkan penggunaan air pada toilet duduk

Jika bau dan kotoran sudah hilang, Bunda tidak perlu menyiram toilet lagi. Gunakan kloset dengan pilihan penyiram ganda yang saat ini banyak di pasaran.

Bunda juga bisa menggunakan cara sederhana dengan mengurangi volume air yang digunakan setiap kali menyiram toilet. Caranya cukup mudah, masukkan botol berisi air atau benda padat yang tahan lama di dalam tangki toilet.

Keberadaan benda tersebut akan mengurangi kapasitas air yang harus diisi ulang setiap kali flush digunakan. Meski terlihat sederhana, kebiasaan ini dapat membantu menghemat penggunaan air setiap hari.

5. Matikan keran saat menyikat gigi

Banyak orang membiarkan keran tetap mengalir ketika menyikat gigi. Padahal kebiasaan ini dapat membuang puluhan liter air setiap harinya.

Dengan menutup keran selama menyikat gigi dua kali sehari, Bunda dapat menghemat sekitar 30 liter air setiap hari. Jika dilakukan secara rutin oleh seluruh anggota keluarga, penghematan air yang dihasilkan akan semakin besar.

6. Bijak dalam mencuci pakaian

Cucilah pakaian saat tumpukan baju cukup banyak dan sesuai kapasitas mesin. Menggunakan mesin cuci hemat air dapat menghemat 11.400-34.000 liter per tahun.

Kemudian tidak semua pakaian memerlukan air panas untuk dibersihkan. Sebagian besar pakaian sehari-hari tetap bersih meski dicuci menggunakan air dingin.

Selain menghemat energi yang dibutuhkan mesin cuci untuk memanaskan air, penggunaan air dingin juga membantu pakaian lebih awet dan mengurangi jejak karbon rumah tangga. Dengan begitu, Bunda dapat berhemat sekaligus lebih ramah lingkungan.

7. Rebus air secukupnya

Saat menggunakan ketel listrik, biasakan merebus air sesuai kebutuhan. Mengisi ketel terlalu penuh hanya akan membuat penggunaan air dan energi menjadi lebih boros.

Jika masih ada air matang yang tersisa, jangan langsung dibuang. Setelah dingin, air tersebut dapat dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman sehingga tidak ada air yang terbuang percuma.

Kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekaligus membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga. Yuk Bunda, ajak anak-anak untuk ikut menerapkan kebiasaan hemat air sejak dini agar mereka lebih peduli terhadap lingkungan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda