moms-life
5 Kalimat yang Dapat Memperkeruh Pertengkaran Menurut Pakar, Jangan Diucapkan saat Emosi
HaiBunda
Senin, 27 Jul 2026 06:50 WIB
Saat emosi memuncak, seseorang sering kali mengucapkan kata-kata tanpa berpikir panjang. Padahal, pilihan kalimat yang kurang tepat dapat memperkeruh suasana dan membuat perdebatan semakin sulit diselesaikan.
Dalam situasi penuh tekanan, setiap orang tentu punya cara berbeda untuk meresponsnya. Ada yang melawan, menghindar, diam, atau justru mengalah demi menghentikan pertengkaran. Respons tersebut kerap dipengaruhi oleh kondisi emosi saat itu.
Oleh karena itu, memahami kalimat yang sebaiknya dihindari saat berdebat sangatlah penting. Dengan memilih kata yang tepat, konflik dapat mereda sehingga komunikasi berjalan baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
5 Kalimat yang dapat memperkeruh pertengkaran
Berikut beberapa kalimat yang sebaiknya Bunda hindari untuk mencegah terjadinya perdebatan sengit saat diskusi.
1. “Kamu selalu…”
Penulis buku Think Faster, Talk Smarter: How to Speak Successfully When You're Put on the Spot, Matt Abrahaman, menjelaskan bahwa Bunda perlu menyadari tanda-tanda pertengkaran muncul saat diskusi. Dilansir CNBC, ia menjelaskan salah satu indikasi utama yang memicu pertengkaran adalah penggunaan bahasa yang menuduh.
Kalimat dengan kata “selalu” atau “tidak pernah” adalah pemicu besar dan membuat sulit untuk fokus pada potensi relevansi dari apa yang dikatakan karena pendengar cenderung memikirkan pengecualian daripada saat-saat hal itu terjadi.
2. “Ini karena kamu”
Ungkapan seperti “ini karena kamu” atau “ini bukan salahku” sering dianggap sebagai bentuk pengalihan tanggung jawab.
Orang yang menyampaikan kalimat tersebut sama sekali tidak bertanggung jawab atas tindakan atau kata-katanya.
Hal ini menciptakan dinamika yang mengarah pada saling menyalahkan, alih-alih menyelesaikan situasi bersama. Ini mencegah orang untuk melihat perspektif satu sama lain dan menghargai emosi orang lain.
3. “Kamu tidak mendengarkanku”
Kalimat ini juga sebaiknya dihindari saat berdebat karena terdengar seperti tuduhan dan penilaian terhadap lawan bicara, Bunda.
Kalimat “kamu tidak mendengarkanku” dapat membuat seseorang merasa disalahkan atau diserang sehingga memicu sikap defensif, alih-alih mendorong mereka untuk benar-benar mendengarkan.
4. “Aku tidak percaya”
Meskipun diucapkan karena frustrasi, kata-kata ini bisa sangat menyakitkan bagi lawan bicara. Kata-kata itu dapat membuat orang lain merasa ditolak dan kurang bersedia untuk berupaya mencari solusi.
5. "Tenanglah"
Sementara itu mengutip Parade, psikolog lain mengungkapkan bahwa frasa yang paling cepat memperparah pertengkaran adalah "Tenanglah." Hal ini terjadi karena frasa tersebut memicu pengabaian emosional, Bunda. Akibatnya lawan bicara merasa tidak dihargai.
Ungkapan ini dinilai tidak menunjukkan empati, terasa menghina, dan terdengar merendahkan. Ini adalah salah satu kata pemicu konflik terbesar dalam hubungan.
Cara mencegah pertengkaran dengan cerdas
Mengasah keterampilan penyelesaian konflik dapat membantu Bunda menjaga hubungan tetap baik, memperdalam ikatan, dan bahkan meraih kesuksesan di tempat kerja. Berikut beberapa cara mencegah pertengkaran dengan cerdas yang Bunda ikuti:
1. Mengendalikan emosi saat mulai meningkat
Bunda tidak dapat berperan menurunkan ketegangan dalam sebuah argumen sebelum meningkat ke tingkat kemarahan, saling menyalahkan, dan penghinaan.
2. Berusaha memahami perspektif orang lain
Ketika menghadapi argumen, biasanya tujuannya adalah untuk didengar dan dilihat. Namun, terkadang hal itu menghalangi Bunda untuk mengesampingkan agenda sendiri dan fokus pada pikiran dan perasaan orang lain.
Ada baiknya fokus pada apa yang dikatakan orang lain sebelum mengkhawatirkan apakah Bunda sendiri dilihat dan didengar.
Cobalah untuk benar-benar memahami sudut pandang orang lain dan mengapa mereka merasa seperti itu.
3. Fokus pada masalah saat ini
Perdebatan sering kali dimanfaatkan untuk mengungkit kesalahan masa lalu, tetapi itu bukan waktu yang tepat.
Mengungkit konflik lama sering kali menambah ketegangan yang tidak perlu dan membuat orang merasa diserang. Dengan memusatkan diskusi pada masalah saat ini, akan lebih mudah untuk mencari solusi.
4. Klarifikasi pemahaman sebelum memberikan tanggapan
Perdebatan sering bermula dari kesalahpahaman sederhana. Klarifikasi dapat menghentikan eskalasi sejak dini.
Jika gagal memahami inti dan kekhawatiran perspektif orang lain, mudah untuk teralihkan oleh perdebatan tentang detail yang tidak penting.
Klarifikasi apa yang mereka sampaikan juga menunjukkan bahwa Bunda peduli dengan apa yang mereka katakan dan ingin memahaminya.
5. Sampaikan ide sebagai saran bukan serangan
Sederhananya, hal itu mengurangi ketegangan, dan mungkin Bunda juga bisa mencapai tujuan sebagai hasilnya. Adopsi sikap rendah hati dan kolaboratif untuk beralih dari perdebatan ke penyelesaian konflik.
Demikian beberapa kalimat yang sebaiknya dihindari supaya tidak memperkeruh pertengkaran. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Kata-kata Bijak dalam Bahasa Inggris untuk Memotivasi Bunda
Mom's Life
35 Kata-Kata Rindu Ibu yang Sudah Meninggal, Sampaikan Isi Hati
Mom's Life
45 Kata-kata Bijak Bahasa Inggris dari Orang Terkenal, Bunda Relate?
Mom's Life
50 Kata-Kata Bahasa Inggris Menyentuh Hati, Cocok untuk Caption Instagram
Mom's Life
35 Kata-Kata Bijak Kecewa pada Pasangan, Semangat Move On Bun
Mom's Life
50 Kata-Kata Bijak Tentang Hubungan Kakak Adik, Ungkapan Rasa Sayang
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Cara Mengenali Orang yang Sulit Berkata Jujur dari Kalimat yang Sering Diucapkan
Cara Mengenali Orang Sensitif dari 9 Ucapan Mereka Sehari-hari
Ciri Orang Hyper-Independent Terlihat dari Kalimat yang Sering Diucapkan