Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Cara Mengenali Orang yang Tenang Secara Mental dan Emosional dari 10 Kalimat yang Sering Diucapkan

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Jumat, 24 Jul 2026 18:45 WIB

Ilustrasi diskusi
Ilustrasi cara mengenali orang yang tenang secara mental dan emosional dari 10 kalimat yang sering diucapkan / Foto: Getty Images/iStockphoto/AmnajKhetsamtip
Daftar Isi
Jakarta -

Cara mengenali orang yang tenang secara mental dan emosional dapat terlihat dari berbagai, salah satunya pilihan kata yang sering mereka ucapkan, terutama saat menghadapi sebuah konflik.

Sebab, menjaga kepala tetap dingin saat menghadapi masalah bukan kemampuan yang muncul begitu saja, melainkan hasil dari latihan mengelola emosi.

Mereka dengan ketenangan batin biasanya tidak mudah bereaksi secara impulsif ketika menghadapi situasi yang menekan. Sebaliknya, mereka cenderung merespons dengan lebih bijaksana dan penuh pertimbangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


10 Kalimat orang yang tenang secara mental dan emosional

Dilansir Your Tango, berikut kumpulan kalimat yang dapat Bunda kenali dari orang yang tenang secara mental dan emosional:

1. “Tidak apa-apa, kita akan menemukan solusinya”

Mempelajari cara mengatur emosi bukan hal mudah, tetapi sangat berharga. Bunda harus berlatih menahan komentar-komentar yang menyakitkan dan melawan keinginan untuk berteriak, alih-alih berbicara dengan tenang.

Orang yang tenang sering kali mengambil napas atau meminta istirahat sejenak selama percakapan sampai merasa lebih tenang.

Dengan begitu, mereka akan lebih mampu melihat sisi positif dan mencegah kesedihan menguasai dirinya.

2. “Luangkan waktumu”

Orang yang tahu cara tetap tenang suka bekerja dengan kecepatannya sendiri. Namun, bersedia berkompromi untuk memberi orang lain waktunya.

Mengatakan kalimat tersebut ketika seseorang tampak bingung atau terburu-buru membantu menurunkan tingkat stres bagi semua orang yang terlibat.

3. “Saya mengerti maksud kamu”

Mengatakan kalimat ini adalah cara yang bagus untuk menjaga percakapan tetap tenang dan saling menghargai.

Ketika orang tidak diberi pengertian dan toleransi, hal itu dapat menyebabkan orang lain menjauh, yang berujung pada percakapan yang lebih tegang dan hubungan yang lebih suram.

Kurangnya pemahaman ini bahkan memengaruhi karier seseorang karena orang-orang berhasil bersama-sama, dengan belajar dari satu sama lain.

4. “Jangan berasumsi”

Seseorang yang tenang secara mental dan emosional bukan berarti mereka selalu positif, tetapi berusaha sebaik mungkin untuk tetap bijaksana.

Mereka sering mengingatkan diri sendiri untuk tidak berasumsi tentang niat orang lain, dan itu membantunya tetap tenang daripada langsung mengambil kesimpulan buruk.

5. “Itu di luar kendali kita”

Bunda tentu tidak bisa mengendalikan segala sesuatu yang terjadi dalam hidup. Bahkan, sebenarnya sangat sedikit hal-hal yang benar-benar berada dalam kendali, meskipun kelihatannya demikian.

Seberapa keras pun mereka berusaha mengarahkan kapal ke satu arah, hidup penuh dengan kejutan. Namun, alih-alih terpaku pada hal itu, orang-orang yang berpikiran jernih tidak takut untuk mengatakan, “Itu di luar kendali kita”.

Terlepas dari rasa takut dan kecemasan mereka sendiri, mereka terus maju dan tidak pernah terlalu stres.

6. “Bisakah kamu membantu saya memahami?”

Direktur pusat pembelajaran kooperatif di Universitas Minnesota, David W. Johnson, Ed.D., mengatakan kesalahpahaman sering terjadi karena kita berasumsi bahwa semua orang melihat sesuatu dari perspektif yang sama seperti kita.

Inilah mengapa mereka selalu berpikiran terbuka dan mengajukan banyak pertanyaan. Terkadang memang terasa tidak nyaman untuk meminta klarifikasi.

Namun, dengan berpikiran terbuka, mereka jauh lebih mungkin untuk menjaga percakapan santai tetap tenang.

7. “Saya butuh sedikit lebih banyak waktu untuk memikirkannya”

Dalam Harvard Business Review, dijelaskan bahwa mengambil keputusan terlalu cepat membuat Bunda lebih cenderung berakhir dengan solusi yang picik atau dangkal. Meminta waktu untuk memikirkan masalahnya adalah cara yang bagus untuk merenung.

8. “Setiap orang past pernah melakukan kesalahan”

Orang yang benar-benar tenang menguasai seni mengendalikan emosinya, bahkan ketika melakukan kesalahan. Mereka tidak membiarkan amarah menguasainya, baik saat melakukan kesalahan maupun tidak.

9. “Bagaimana saya bisa membantu”

Mengajukan pertanyaan bukan masalah, dan hal itu dapat sangat membantu mencegah kesalahpahaman dan bahkan pertengkaran ketika terjadi masalah.

10. “Saya bersyukur atas apa yang saya miliki”

Orang yang tenang selalu berusaha untuk tidak pernah menganggap remeh apa yang mereka miliki.

Memahami betapa beruntungnya mereka dibandingkan orang lain dapat membantu mereka tetap tenang dan terkendali ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai dengan ekspektasi, Bunda.

Nah, itulah beberapa kalimat yang dapat Bunda kenali dari orang yang tenang secara mental dan emosional. Semoga bermanfaat, ya.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda