Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Hukum Suami Menafkahi Keluarga dari Uang Judi Slot, Begini Pandangan Islam

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Kamis, 23 Jul 2026 20:40 WIB

man hand show rupiah money on white background
Ilustrasi hukum suami menafkahi keluarga dari uang judi slot / Foto: Getty Images/iStockphoto/melimey
Daftar Isi

Suami memang memiliki kewajiban menafkahi keluarganya. Namun bagaimana hukum suai menafkahi keluarga dengan uang judi slot? Berikut pandangan dalam Islam.

Maraknya perjudian online, terutama judi slot, membuat banyak orang tergoda dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat. Tidak sedikit pula yang beranggapan bahwa hasil kemenangan dari judi dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk menafkahi istri dan anak.

Dalam ajaran Islam, sumber harta yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga memiliki kedudukan sangat penting. Selain menekankan kewajiban suami memberikan nafkah, syariat juga mengajarkan bahwa nafkah tersebut harus berasal dari cara yang halal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Lantas, bagaimana hukum suami menafkahi keluarga menggunakan uang hasil judi slot menurut pandangan Islam? Mengutip situs resmi Kementerian Agama RI, simak penjelasan mengenai hukum menafkahi keluarga dari uang judi.

Hukum suami menafkahi keluarga dari uang judi slot

Islam secara tegas mengharamkan segala bentuk perjudian, termasuk judi slot yang kini banyak beredar melalui aplikasi maupun situs daring. Larangan tersebut tercantum dalam Al-Quran, surat Al Ma'idah ayat 90 yang menyebut judi sebagai salah satu perbuatan keji dan termasuk tipu daya setan.

Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Artinya:

"Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji (dan) termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung."

Menurut Abu Al Muzhaffar As-Sam'ani dalam Tafsir as-Sam'ani, ayat tersebut turun berkaitan dengan praktik perjudian masyarakat Arab pada masa lampau yang menggunakan hewan ternak sebagai objek taruhan. Daging hewan dibagi menjadi 28 bagian kemudian dipertaruhkan sehingga pihak yang menang memperoleh bagian yang dipilihnya.

Beliau menjelaskan:

قَالَ الْأَصْمَعِي: كَانَ ميسرهم على الْجَزُور، فَكَانُوا يشْتَرونَ جزورا وينحرونه، ويجعلونه على ثَمَانِيَة وَعشْرين سَهْما،

Artinya:

"Al-Ashma'i berkata: Perjudian mereka dilakukan dengan seekor hewan ternak. Mereka membeli hewan tersebut, menyembelihnya, lalu membaginya menjadi 28 bagian."

Praktik tersebut dipandang haram karena mengandung unsur gharar, yakni transaksi yang dipenuhi ketidakpastian dan spekulasi sehingga bertentangan dengan prinsip muamalah dalam Islam.

Hasil judi slot diharamkan dalam Islam

Mengingat judi merupakan perbuatan yang diharamkan maka harta yang diperoleh dari aktivitas tersebut juga tidak boleh dijadikan sumber nafkah keluarga. Suami tetap memiliki kewajiban memberi nafkah, namun harus berasal dari penghasilan yang halal.

Larangan memperoleh maupun menggunakan harta dengan cara yang batil ditegaskan Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Al Baqarah ayat 188 yang berbunyi;

وَلَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوْا بِهَآ اِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوْا فَرِيْقًا مِّنْ اَمْوَالِ النَّاسِ بِالْاِثْمِ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya:

"Janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada para hakim dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui."

Jadi, menggunakan uang hasil judi slot sebagai nafkah keluarga tetap tidak dibenarkan menurut syariat Islam karena sumber hartanya berasal dari sesuatu yang haram.

Bolehkah istri dan anak menikmati hasil judi?

KH. M. Sjafi'i Hadzami dalam buku 100 Masalah Agama jilid 3 menjelaskan bahwa orang yang telah baligh dan mengetahui suatu makanan berasal dari harta haram wajib meninggalkannya. Ketika istri atau anak yang sudah dewasa mengetahui bahwa nafkah tersebut berasal dari hasil judi maka semestinya tidak menikmatinya.

Pandangan serupa dijelaskan Syekh Zainuddin al-Malibary dalam kitab Fathul Mu'in yang berbunyi;

فائدة لو أخذ من غيره بطريق جائز ما ظن حله وهو حرام باطنا فإن كان ظاهر المأخوذ منه الخير لم يطالب في الآخرة وإلا طولب قاله البغوي

Artinya:

"Jika seseorang mengambil sesuatu dari orang lain dengan cara yang sah, tetapi mengira itu halal padahal hakikatnya haram, maka apabila orang yang memberinya tampak baik, ia tidak akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat. Namun apabila secara lahiriah diketahui tidak baik, maka ia akan dimintai pertanggungjawaban."

Penjelasan ini menunjukkan bahwa ketika Bunda telah mengetahui asal-usul harta tersebut berasal dari sesuatu yang haram maka tidak dapat mengabaikannya.

Imam Nawawi dalam kitab Raudhatut Thalibin juga menerangkan bahwa seseorang yang mengetahui makanan yang disajikan berasal dari sesuatu haram tidak boleh mengonsumsinya.

Beliau mengatakan:

دعاه مَن أكثر ماله حرام، كرهت إجابته كما تكره معاملته. فإن علم أن عين الطعام حرام، حرمت إجابته

Artinya:

"Seorang muslim yang diundang oleh seseorang yang sebagian besar hartanya haram, maka ia makruh untuk memenuhi undangan tersebut, sebagaimana ia makruh untuk melakukan transaksi dengannya. Jika ia mengetahui bahwa makanan yang dihidangkan haram, maka haram baginya untuk memenuhi undangan tersebut."

Pendapat itu menjadi dasar bahwa mengetahui secara pasti asal makanan dari harta haram membuat seseorang wajib menghindarinya.

Pengecualian dalam kondisi darurat

Meski demikian, Islam memberikan keringanan kalau Bunda benar-benar berada dalam kondisi darurat. Sebagai contoh, Bunda tidak memiliki makanan lain sehingga terancam keselamatan jiwanya.

Hal ini berdasarkan firman Allah SWT dalam Al-Qur'an, surat Al Ma'idah ayat 3 yang berbunyi;

فَمَنِ اضْطُرَّ فِيْ مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّاِثْمٍۙ فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Artinya:

"Maka, siapa yang terpaksa karena lapar, bukan karena ingin berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Dalam kondisi sulit, harta atau makanan yang berasal dari sesuatu yang haram hanya boleh dimanfaatkan sekadar untuk mempertahankan hidup, bukan kebiasaan.

Dampak menafkahi keluarga dengan harta haram

Para ulama mengingatkan bahwa harta haram tidak hanya berdampak pada pelakunya, tapi juga memengaruhi kehidupan spiritual keluarga. Imam Al-Ghazali dalam kitab Bidayatul al-Hidayah menegaskan pentingnya menjaga diri dari makanan yang haram maupun syubhat.

وأما البطن: فاحفظه من تناول الحرام والشبهة، واحرص على طلب الحلال، فإذا وجدته فاحرص على أن تقتصر منه على ما دون الشبع، فإن الشبع يقسي القلب، ويفسد الذهن، ويبطل الحفظ، ويثقل الأعضاء عن العبادة والعلم، ويقوي الشهوات، وينصر جنود الشيطان. والشبع من الحلال مبدأ كل شر، فكيف من الحرام وطلب الحلال فريضة على كل مسلم، والعبادة مع أكل الحرام كالبناء على السرجين.

Artinya:

“Adapun perut, maka jagalah dari memakan yang haram dan syubhat, dan bersungguh-sungguhlah untuk mencari yang halal. Jika engkau menemukannya, maka bersungguh-sungguhlah untuk membatasi diri darinya hanya sampai batas kenyang. Karena kenyang akan mengeraskan hati, merusak pikiran, membatalkan hafalan, memberatkan anggota badan untuk beribadah dan belajar, memperkuat nafsu, dan menolong pasukan setan.Kenyang dari yang halal adalah awal dari segala keburukan, maka bagaimana dengan yang haram? Mencari yang halal adalah kewajiban bagi setiap Muslim, dan beribadah dengan memakan yang haram seperti membangun di atas pasir.”

Berdasarkan penjelasan ayat Al-Qur'an dan pendapat para ulama di atas maka dapat disimpulkan bahwa suami tidak dibenarkan menafkahi keluarga menggunakan uang hasil judi slot karena sumber hartanya haram. Kalau Bunda atau anak yang sudah baligh mengetahui asal nafkah tersebut berasal dari perjudian maka dianjurkan untuk tidak mengonsumsinya, kecuali dalam kondisi darurat yang mengancam keselamatan jiwa.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda