Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Kepribadian Ternyata Menentukan Jenis Olahraga yang Cocok Menurut Penelitian

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 23 Jul 2026 06:50 WIB

Healthy Asian athlete woman in sportswear workout exercise weight lifting dumbbell at fitness gym. Strong female do body building muscle weight training at sport club. Health care motivation concept
Ilustrasi olahraga / Foto: Getty Images/CandyRetriever
Jakarta -

Memilih olahraga sering kali didasarkan pada tujuan kesehatan atau tren yang sedang berkembang. Namun, penelitian menunjukkan bahwa ada faktor lain yang tak kalah penting, yaitu kepribadian.

Ya, karakter atau kepribadian seseorang ternyata dapat menentukan jenis olahraga yang cocok dan lebih mungkin dipertahankan dalam jangka panjang. Studi ini membuka perspektif baru bahwa menemukan olahraga yang sesuai bukan hanya soal kemampuan fisik, tetapi juga bagaimana memahami karakter diri sendiri, Bunda.

Dalam studi yang diterbitkan di Frontiers in Psychology tahun 2025, disebutkan bahwa orang dengan ciri kepribadian yang berbeda menikmati jenis olahraga yang juga berbeda. Simak hasil studinya berikut ini ya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Studi tentang kepribadian dan pilihan olahraga

Dalam studi ini, peneliti melibatkan 132 peserta, yang berusia antara 25 dan 51 tahun. Mereka diminta untuk mengisi kuesioner yang mengungkapkan ciri-ciri kepribadian. Studi ini menggunakan model yang umum digunakan untuk menjabarkan kepribadian seseorang melalui lima sifat, yakni ekstroversi, neurotisme, keramahan, keterbukaan, dan ketelitian.

Di studi ini, para peneliti kemudian melakukan tes kebugaran pada para peserta dan secara acak membagi mereka menjadi dua kelompok. Satu kelompok diberi rencana bersepeda dan latihan kekuatan selama delapan minggu, sementara kelompok kontrol melakukan latihan peregangan selama 10 menit per minggu. Dari 132 peserta awal, 86 menyelesaikan pengujian pra dan pasca di kedua sisi delapan minggu tersebut.

Hasil penelitian mengungkap, orang yang ekstrovert lebih menyukai sesi latihan intensitas tinggi bersama orang lain, seperti olahraga tim. Sedangkan, orang yang mendapat skor tinggi pada neurotisme lebih menyukai latihan pribadi tanpa ada orang yang menonton dan diselingi istirahat singkat.

Neurotisme adalah metrik yang mengukur ketidakstabilan emosional seseorang. Orang dengan neurotisme tinggi biasanya mudah cemas, emosinya tidak stabil, dan sensitif terhadap stres.

Hasil lainnya mengungkap bahwa mereka yang mendapat skor tinggi dalam hal ketelitian, lebih cenderung memiliki kebugaran yang menyeluruh. Menurut peneliti, hal itu bisa terjadi karena individu yang teliti lebih cenderung termotivasi oleh fakta bahwa olahraga itu baik untuk mereka.

"Kepribadian menentukan intensitas dan bentuk latihan apa yang menarik bagi kita. Jika kita dapat memahami hal itu, maka kita dapat mengambil langkah pertama untuk memulai olahraga, terutama pada individu yang kurang akti," kata salah satu penulis utama studi dan profesor madya ilmu olahraga di University College London, Flaminia Ronca, dilansir CNN.

Menurut profesor di Florida State University, Angelina Sutin, jika kita dapat berfokus pada tipe kepribadian, maka penyedia layanan kesehatan mungkin dapat menawarkan pendekatan yang lebih personal terhadap pilihan olahraga seseorang. Hal tersebut pada akhirnya dapat membantu setiap orang tetap bugar terlepas dari perbedaan kepribadian, Bunda.

"Biasanya kita menyuruh orang berolahraga dan hanya mengatakan, 'Kami tahu latihan interval intensitas tinggi itu baik untuk kamu, jadi kamu harus melakukannya," ungkap Ronca.

"Namun, bagi orang yang memiliki tingkat neurotisme tinggi, mereka tidak akan melakukannya, dan kita juga tahu bahwa olahraga intensitas rendah pun bisa bermanfaat. Dengan mengetahui bahwa seseorang memiliki tingkat neurotisme tinggi, merekomendasikan jenis olahraga tersebut, mungkin membuatnya ingin memulai aktivitas."

Penting juga untuk dicatat bahwa sifat kepribadian saling berkaitan, Bunda. Orang dengan skor tinggi pada neurotisme dan ketelitian mungkin merasa olahraga menimbulkan kecemasan, namun mereka jauh lebih mungkin melakukannya karena mereka tahu itu baik untuk kesehatan.

"Sifat kepribadian itu hanyalah deskripsi tentang cara orang berperilaku dalam situasi tertentu," ujar profesor ilmu saraf di UCL, Paul Burgess.

"Cara orang berperilaku dalam situasi tertentu sebagian besar ditentukan oleh kemampuan otak mereka, apa yang mereka perhatikan, apa yang mereka soroti, apa yang dapat mereka ingat, dan seberapa cepat mereka dapat bereaksi," lanjutnya.

Kepribadian dan olahraga bisa memengaruhi tingkat stres

Para peneliti di studi tak lupa untuk menilai tingkat stres dalam penelitian ini, Bunda. Menurut mereka, sifat kepribadian juga memengaruhi bagaimana olahraga dapat berkaitan tingkat stres seseorang.

Studi menemukan bahwa mereka yang lebih rentan terhadap stres dan kecemasan memiliki tubuh yang membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih setelah beraktivitas.

Salah satu temuan yang cukup menarik adalah orang dengan tingkat neurotisme tinggi menjadi satu-satunya kelompok yang melaporkan penurunan stres setelah olahraga. Bagi orang-orang ini, olahraga terstruktur secara teratur mungkin bertindak sebagai pengatur stres, yang membantu mereka merasa lebih tenang secara keseluruhan.

"Mereka yang paling banyak mendapat manfaat dari pengurangan stres adalah mereka yang benar-benar menunjukkan penurunan stres setelah delapan minggu berolahraga. Saya pikir itu adalah pesan yang sangat penting untuk disampaikan," kata Ronca.

Peneliti berharap temuan mereka dapat mendorong orang untuk menemukan cara berolahraga di luar latihan yang mungkin tidak mereka sukai.

Demikian penelitian yang mengungkap kepribadian ternyata dapat menentukan jenis olahraga yang cocok bagi seseorang. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda