Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Cara Mengenali Tanda Stres dari Perubahan Bau Badan Menurut Ahli

Azhar Hanifah   |   HaiBunda

Senin, 20 Jul 2026 12:25 WIB

The woman in the yellow shirt covered her nose with her hands because she was sweating in her armpits and had a bad smell. Health care concept.
Ilustrasi bau badan / Foto: Getty Images/iStockphoto/Images we create and what actual
Daftar Isi

Stres tidak hanya memengaruhi suasana hati dan kualitas tidur, tetapi juga dapat menimbulkan perubahan pada tubuh yang sering kali tidak disadari, salah satunya adalah bau badan. Jika Bunda merasa aroma tubuh tiba-tiba menjadi lebih menyengat padahal rutinitas mandi dan penggunaan deodoran tidak berubah, bisa jadi hal tersebut berkaitan dengan respons alami tubuh saat mengalami tekanan emosional.

Mengutip dari laman Time, bau badan ternyata menyimpan banyak informasi tentang kondisi seseorang, mulai dari identitas, kesehatan, hingga tingkat kecemasan atau stres yang sedang dialami. Para ahli menjelaskan bahwa perubahan aroma tubuh dipengaruhi oleh jenis keringat yang diproduksi saat seseorang merasa tertekan.

Lantas, bagaimana cara mengenali tanda stres dari perubahan bau badan menurut ahli? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, Bunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Cara mengenali tanda stres dari perubahan bau badan menurut ahli

Perubahan bau badan akibat stres berawal dari cara tubuh merespons tekanan emosional. Saat seseorang merasa cemas, takut, atau berada dalam situasi penuh tekanan, sistem saraf simpatik akan mengaktifkan mekanisme fight or flight. Respons ini memicu kelenjar apokrin, yaitu kelenjar keringat yang berada di area ketiak dan selangkangan, untuk mengeluarkan keringat dengan komposisi berbeda dibandingkan keringat saat berolahraga atau kepanasan.

Berbeda dengan kelenjar ekrin yang tersebar hampir di seluruh tubuh dan menghasilkan keringat encer untuk membantu menurunkan suhu tubuh, keringat dari kelenjar apokrin mengandung lebih banyak protein dan lemak.

Keringat tersebut sebenarnya tidak memiliki bau. Namun, ketika bercampur dengan bakteri alami yang hidup di permukaan kulit, bakteri akan menguraikan kandungan tersebut menjadi senyawa yang menghasilkan aroma khas yang lebih tajam.

Cara mengenali tanda stres dari perubahan bau badan

Berikut beberapa tanda yang dapat Bunda perhatikan:

1. Bau badan tiba-tiba menjadi lebih menyengat saat sedang cemas atau tertekan

Jika aroma tubuh berubah menjadi lebih kuat ketika menghadapi pekerjaan yang menumpuk, presentasi penting, konflik, atau masalah pribadi, kemungkinan penyebabnya adalah aktivasi kelenjar apokrin akibat stres, bukan karena kurang menjaga kebersihan tubuh.

2. Bau badan muncul meski tidak banyak bergerak

Normalnya, aktivitas fisik memicu produksi keringat dari kelenjar ekrin. Namun saat stres, tubuh tetap bisa menghasilkan keringat dari kelenjar apokrin meski Bunda hanya duduk, bekerja, atau sedang berpikir keras. Akibatnya, bau badan dapat muncul walaupun tubuh tidak melakukan aktivitas berat.

3. Aroma tubuh terasa berbeda dari biasanya

Banyak orang menyadari bahwa bau badan saat stres memiliki karakteristik yang lebih tajam dibandingkan saat berkeringat karena cuaca panas. Hal ini disebabkan oleh kandungan protein dan lemak yang lebih tinggi pada keringat apokrin sehingga lebih mudah dipecah oleh bakteri menjadi senyawa berbau.

4. Bau badan muncul bersamaan dengan gejala stres lainnya

Perubahan aroma tubuh biasanya tidak datang sendiri. Kondisi ini sering disertai gejala lain seperti jantung berdebar, telapak tangan berkeringat, sulit tidur, mudah marah, sulit berkonsentrasi, atau merasa cemas berlebihan. Jika bau badan muncul bersamaan dengan tanda-tanda tersebut, stres bisa menjadi salah satu penyebabnya.

Menariknya, para ilmuwan menemukan bahwa manusia juga dapat mengenali bau yang muncul saat seseorang merasa takut atau cemas. Dalam sebuah penelitian, peserta diminta mencium bantalan penyerap keringat dari orang yang menonton film horor dan orang yang menonton film dokumenter alam.

Hasilnya, mereka mampu membedakan mana sampel keringat yang berasal dari kondisi takut dan mana yang berasal dari kondisi emosional normal.

Tidak hanya itu, penelitian lain yang dipimpin Prof. Mats Olsson dari Karolinska Institutet, Stockholm, Swedia, menunjukkan bahwa perubahan aroma tubuh juga dapat menjadi petunjuk ketika sistem kekebalan tubuh sedang aktif melawan ancaman.

Dalam studi tersebut, para peneliti menyuntikkan endotoksin, yaitu komponen protein dari bakteri Escherichia coli (E. coli), kepada peserta penelitian untuk memicu respons imun tanpa menyebabkan infeksi. Kaus yang dikenakan peserta kemudian dinilai oleh panel pencium.

Hasilnya, aroma tubuh peserta yang sistem imunnya sedang aktif dinilai lebih tidak menyenangkan dibandingkan aroma tubuh normal, meski peserta sendiri tidak merasa sakit.

Meski demikian, perubahan bau badan tidak selalu menjadi tanda stres. Aroma tubuh juga dapat dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi, perubahan hormon, obat-obatan tertentu, hingga penyakit seperti diabetes, gangguan hati, atau infeksi.

Apabila bau badan berubah secara drastis, berlangsung terus-menerus, atau disertai keluhan kesehatan lainnya, sebaiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter agar penyebabnya dapat dipastikan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda