Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Cara Mengenali Orang yang Sulit Berkata Jujur dari Kalimat yang Sering Diucapkan

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Rabu, 15 Jul 2026 17:35 WIB

asian young woman has the dispute over design business with female interior design
Ilustrasi cara mengenali orang yang sulit berkata jujur dari kalimat yang sering diucapkan / Foto: Getty Images/PonyWang
Daftar Isi
Jakarta -

Orang yang sulit berkata jujur tidak selalu mudah dikenali. Ada yang sengaja menyembunyikan kebenaran, tetapi ada pula yang melakukannya karena takut menghadapi konsekuensi atau kehilangan.

Meski jarang mengakui ketidakjujuran, kebiasaan tersebut sering terlihat dari cara mereka berbicara. Beberapa kalimat tertentu kerap digunakan untuk menghindari penjelasan yang sebenarnya.

Pilihan kata yang mereka gunakan juga bisa menunjukkan keraguan terhadap ucapan sendiri. Mengenali pola komunikasi seperti ini dapat membantu Bunda memahami apakah seseorang cenderung sulit berkata jujur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kalimat yang sering diucapkan orang yang sulit berkata jujur

Dilansir Your Tango, orang yang tidak bisa jujur sering menggunakan kalimat-kalimat yang secara halus penuh tipu daya ini. Berikut di antaranya:

1. “Tampaknya”

Kalimat seperti “Tampaknya” sering kali untuk menunjukkan seberapa yakin atau tidak yakinnya mereka tentang sesuatu.

Sebuah penelitian yang dipublikasi dalam jurnal The Writing Center, dijelaskan bahwa kata “Tampaknya” menunjukkan ketidakpastian.

Ungkapan ini sangat tidak pasti dan pada dasarnya berarti seseorang tidak mau memberikan jawaban yang jujur. Ini menunjukkan betapa bertentangannya hubungan mereka dengan kebenaran.

2. “Ceritanya panjang”

Menyebut kebenaran sebagai cerita panjang adalah salah satu cara paling umum yang digunakan orang untuk menghindari berbagi setiap detailnya.

Bahkan, jika masih ada pertanyaan, seseorang dapat mencoba untuk beralih dengan menyiratkan bahwa terlalu rumit untuk dibahas lebih dalam.

Mereka berbohong dengan cara menyembunyikan sebagian informasi. Pekerja sosial klinis berlisensi, Haley Hicks, menjelaskan ini seperti menceritakan setengah cerita, padahal bagian yang hilang itu sangat penting untuk memahami gambaran keseluruhan.

3. “Percayalah padaku soal ini”

Rasanya sangat canggung ketika Bunda mencoba melakukan percakapan yang sebenarnya dengan seseorang, tetapi mereka langsung menutup diri dan menolak memberikan informasi lebih lanjut, dengan alasan bahwa Bunda seharusnya mempercayai mereka.

Banyak orang mungkin tergoda untuk mengambil ini sebagai masalah pribadi, tetapi jika orang lain memutuskan hubungan dengan Bunda, sebenarnya itu mungkin tidak ada hubungannya. Sebaliknya, itu adalah tanda gejolak batin yang perlu diatasi sendiri.

4. “Kita bicarakan nanti”

Ungkapan ini sulit diinterpretasikan karena seseorang mungkin benar-benar bermaksud untuk menyelesaikan percakapan nanti.

Mereka mungkin juga hanya ingin Bunda percaya bahwa itu adalah rencana mereka agar tidak perlu terus membicarakan topik yang tidak nyaman saat ini.

Namun, lebih sering daripada tidak, itu adalah bentuk penghindaran. Orang tersebut sudah selesai berbicara dan mencari alasan untuk tidak mengatakan apa pun lagi.

5. “Kamu tidak akan mengerti”

Ini adalah penolakan yang jelas dan tanda bahwa seseorang tidak lagi terbuka untuk menjawab pertanyaan. Bisa jadi karena mereka menganggap pertanyaan-pertanyaan tersebut mengganggu privasi.

Psikoterapis Hillary Schoninger, LCSW, mengatakan, Bunda mungkin merasa tidak nyaman tentang bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan ini untuk menjaga privasi dan mencontohkan batasan yang sehat.

6. “Kurasa begitu”

Mengatakan “Kurasa begitu” berarti mereka tidak mengkonfirmasi atau menyangkal apa pun. Mereka sebenarnya membiarkan pilihan mereka sepenuhnya terbuka, meskipun kedengarannya seperti mereka setuju dengan Bunda.

7. “Kamu tidak perlu khawatir”

Mendengarkan ucapan “Jangan khawatir” seharusnya terdengar menenangkan dan bahkan menyemangati, tetapi terkadang ada makna yang lebih dalam di balik kata-kata tersebut.

Ketika seseorang mengatakan ini, itu seperti mengatakan mereka tidak ingin Bunda khawatir memikirkannya.

Jika seseorang ingin mengakhiri percakapan sesopan mungkin, misalnya ketika mereka tidak punya waktu, mereka biasanya akan memberi tahu orang lain dengan menjelaskan hal itu secara singkat. Ini malah membuat Bunda memiliki lebih banyak pertanyaan, yang bisa sangat menyakitkan.

Nah, itulah beberapa kalimat yang sering digunakan orang yang sulit berkata jujur. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda