Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Career Cushioning Makin Populer, Banyak Karyawan Mulai Siapkan Rencana Cadangan

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Jumat, 10 Jul 2026 20:40 WIB

Ilustrasi Kerja di Rumah/ WFH
Ilustrasi career cushioning / Foto: Getty Images/iStockphoto/b-bee
Daftar Isi

In this economy, banyak karyawan mempersiapkan diri dengan berbagai rencana cadangan. Kemudian muncul tren career cushioning. Mari pahami serba-serbi career cushioning.

Maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) membuat rasa aman dalam bekerja tak lagi dirasakan semua orang. Kondisi tersebut melahirkan tren baru yang dikenal sebagai career cushioning, yakni langkah proaktif untuk menyiapkan 'bantalan' karier sebelum situasi yang tidak diinginkan benar-benar terjadi.

Daripada menunggu kehilangan pekerjaan, banyak profesional mulai memperbarui keterampilan, memperluas jaringan, hingga mencari peluang sampingan sebagai bentuk antisipasi. Apa Bunda juga melakukan hal yang sama?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Apa itu career cushioning?

Mengutip Forbes, career cushioning adalah langkah diam-diam karyawan menyiapkan rencana cadangan selagi masih bekerja untuk menghadapi ketidakpastian. Hal ini menyusul kondisi pasar kerja yang tidak stabil, gelombang PHK besar-besaran, serta kejenuhan akibat ancaman PHK.

Para karyawan kini kerap membuka situs lowongan kerja di sela-sela perjalanan mereka menuju tempat kerja. Mereka juga menyimpan informasi lowongan yang sebenarnya belum tentu mereka inginkan, serta memperbarui CV tanpa niat sungguh-sungguh untuk mengirimkannya. Hal ini mereka lakukan bukan karena merasa tidak bahagia, melainkan karena adanya rasa ketidakpastian.

Sementara itu mengutip situs web BPJS Ketenagakerjaan, career cushioning merupakan langkah yang perlu disiapkan oleh para pekerja dengan membuat cadangan atau opsi pekerjaan lain. Career cushioning sendiri sangat berguna untuk melindungi karier pekerja dari ancaman mimpi buruk efek resesi maupun kondisi ekonomi yang bisa berubah-ubah sehingga berdampak pada PHK secara tiba-tiba.

Dengan menerapkan career cushioning ini, maka pekerja bisa menyusun plan A, B, C, dan lainnya sebagai bentuk antisipasi pada saat pekerja menghadapi kondisi di luar kendalinya, semisal kehilangan pekerjaan akibat PHK.

Cara melakukan career cushioning

Berikut beberapa cara career cushioning yang bisa Bunda lakukan

1. Upgrade CV

Sebelum memulai melakukan career cushioning, Bunda bisa upgrade terlebih dahulu CV. Kalau ada perubahan nomor handphone, Bunda bisa langsung mengganti nomor handphone lama dengan yang baru.

Selain itu, Bunda juga bisa menambahkan keterampilan lain yang sekiranya relevan dengan pekerjaan yang dilamar. Keterampilannya bisa berasal dari assesment yang sebelumnya pernah Bunda ikuti.

2. Perbanyak relasi

Malu adalah salah satu alasan kenapa banyak orang yang tidak suka membangun relasi dengan orang baru. Padahal, membangun serta memperbanyak relasi sangat berguna untuk menemukan peluang pekerjaan yang mungkin saja sesuai dengan keterampilan yang dimiliki.

Dengan adanya relasi, Bunda bisa mendapatkan rekomendasi pekerjaan, dukungan, bahkan ide baru yang nantinya dapat membantu mengembangkan karier. Dengan demikian, tentu akan semakin memudahkan Bunda mencari pekerjaan ketika sampai terkena PHK.

3. Asah keterampilan

Bunda perlu mengasah keterampilan yang ada di dalam diri. Bisa berupa hard skills maupun soft skills. Mengasah keterampilan dinilai dapat membantu memudahkan Bunda dalam melamar pekerjaan karena kebanyakan recruiter biasanya melihat keterampilan yang dimiliki oleh para job seeker-nya.

Bisa saja, ketika recruiter melihat keterampilan Bunda, mereka langsung tertarik dan meminta untuk wawancara kerja. Kalau cocok, tidak menutup kemungkinan Bunda akan diterima bekerja di perusahaan tersebut.

Lakukan di luar jam kantor

Mempersiapkan diri dari ancaman PHK dan lainnya memang penting, tapi Bunda harus bijak dan tahu waktu. Jangan sampai pekerjaan utama Bunda terganggu hanya karena lebih mengutamakan career cushioning.

Oleh karena itu, lakukan langkah ini di luar jam kantor. Selain tidak mengganggu pekerjaan utama, Bunda bisa lebih leluasa meng-upgrade CV, membangun relasi, dan lainnya tanpa diketahui orang lain.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda