Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Cara Mengenali Orang Hyper-Independent dari Kalimat yang Diucapkan, Bunda Termasuk?

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Jumat, 10 Jul 2026 22:00 WIB

Ilustrasi kerja
Ilustrasi Cara Mengenali Seseorang Hyper-Independent dari Kalimat yang Diucapkan/Foto: Getty Images/MTStock Studio
Daftar Isi
Jakarta -

Tidak semua orang yang terlihat mandiri benar-benar baik-baik saja, Bunda. Ada yang memilih mengerjakan segala hal sendiri meski sebenarnya sedang kewalahan.

Kondisi ini dikenal sebagai hyper-independent, yaitu saat seseorang merasa harus mengandalkan diri sendiri dan enggan meminta bantuan, meski dukungan dari orang lain tersedia.

Dikutip dari laman Parade, banyak orang yang sangat mandiri tumbuh dengan rasa harus menjadi orang yang bertanggung jawab, menyelesaikan masalah sendiri, atau menjadi ‘sempurna’.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Sistem saraf belajar bahwa lebih aman untuk mengandalkan diri sendiri daripada mengambil risiko kecewa atau dikhianati. Sikap tersebut sering kali tercermin dari cara mereka berbicara.

Cara mengenali orang hyper-independent dari kalimat yang digunakan

Berikut beberapa contoh umum yang sering disampaikan oleh orang dengan hyper-independent:

1. “Aku bisa mengatasinya”

Psikolog sekolah bersertifikat, terapis, dan penulis buku The Dysregulated Kid, Dr. Roseann Capanna-Hodge, mengatakan kalimat ini menjadi contoh utama ketika sistem sarafnya belajar menangani sesuatu sendiri terasa lebih aman daripada bergantung pada orang lain.

2. “Jangan khawatirkan aku”

Ia menjelaskan bahwa menjadi sangat mandiri tidak terlalu berarti Bunda tidak ingin berada di sekitar orang lain atau lebih suka sendirian. Justru, hal itu bisa muncul dari kepedulian orang lain.

Banyak orang yang sangat mandiri cepat peduli pada orang lain, tetapi merasa tidak nyaman membiarkan orang lain peduli pada mereka.

3. “Aku akan mencari solusinya sendiri”

Kalimat yang satu ini sering mencerminkan keyakinan bahwa kemandirian adalah pilihan teraman.

4. “Saya tidak butuh bantuan”

Orang yang sangat mandiri mungkin kesulitan menerima bantuan, bukan karena mereka tidak menginginkan atau membutuhkannya, tetapi karena hal itu membuat mereka tidak nyaman.

Ungkapan ini mungkin terdengar kasar, tetapi menunjukkan bahwa respons ini bukan tentang kemampuan, melainkan soal perasaan tidak nyaman menerima dukungan.

5. “Akan lebih mudah jika saya mengerjakannya sendiri”

Hal ini dapat mencerminkan kesulitan untuk mempercayai bahwa orang lain akan menindaklanjuti. Jika pernah memikul beban kerja terberat dalam sebuah proyek, Bunda pasti memahami hal ini.

6. “Aku baik-baik saja”

Menurut Capanna-Hodge, ungkapan ini merupakan favorit di kalangan orang-orang yang sangat mandiri yang cenderung meremehkan perasaan mereka sendiri.

Orang hyper-independent sering kali meminimalkan stres karena telah belajar untuk mengatasi masalah sendiri daripada meminta bantuan.

7. “Saya tidak ingin merepotkan siapa pun”

Orang yang sangat mandiri mungkin kesulitan untuk mengungkapkan kebutuhan mereka sendiri.

Oleh karena itu, ungkapan tersebut mencerminkan keyakinan bahwa kebutuhan mereka harus didahulukan daripada orang lain.

Cara mengatasi hyper-independent

Jika Bunda merasa termasuk orang hyper-independent, ada cara yang dapat Bunda lakukan untuk mengatasinya.

Pertama, penting untuk dicatat bahwa hyper-independent tidak selalu merupakan hal buruk yang perlu diperbaiki, terutama jika itu tidak merugikan Bunda.

Namun, Capanna-Hodge menunjukkan bahwa jika hal itu menyebabkan kesepian, kelelahan, atau kesulitan terhubung dengan orang lain, mungkin ada baiknya untuk menyelidiki apa yang menjadi penyebabnya.

Jika memutuskan untuk mencoba mengatasi hyper-independent, tujuan utamanya adalah menjadi nyaman baik dalam memberi maupun menerima dukungan.

“Saya selalu menyarankan untuk memulai dengan permintaan kecil ketika mencoba memutus siklus hyper-independent. Mintalah bantuan untuk sesuatu yang tidak terlalu penting dan perhatian apa yang muncul secara emosional. Sering kali tantangannya bukan dari permintaan itu sendiri, tetapi ketidaknyamanan yang mengikutinya,” ujar Capanna-Hodge.

Ia juga menambahkan bahwa penting untuk memperhatikan apa yang mungkin mendorong kebutuhan Bunda untuk melakukan segala sesuatu sendiri, sambil berusaha keluar dari zona nyaman.

Nah, itulah kalimat yang sering diucapkan orang hyper-independent hingga cara mengatasinya. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda