moms-life
Ciri Kepribadian Perempuan yang Sering Bilang Maaf
HaiBunda
Sabtu, 11 Jul 2026 07:55 WIB
Daftar Isi
-
Ciri kepribadian perempuan yang sering bilang 'maaf'
- 1. Mereka mampu membaca suasana sebelum orang lain menyadarinya
- 2. Pribadi yang selalu berusaha menyenangkan orang lain
- 3. Bawaan sifat sebagai seorang perempuan
- 4. Tertekan ingin menjadi pribadi yang baik
- 5. Mudah bergaul dan jujur
- 6. Takut dianggap 'berlebihan'
- 7. Harga diri terlalu bergantung pada orang lain
Pernahkah Bunda memperhatikan ada perempuan yang terlalu sering mengucapkan kata 'maaf', bahkan untuk hal-hal yang sebenarnya tidak perlu? Kebiasaan mengatakan 'maaf' ternyata dapat mencerminkan kepribadian seorang perempuan lho.
Cara seseorang menggunakan kata 'maaf' tidak dapat mencerminkan etika dalam berkomunikasi. Selain itu, ucapan ini juga bisa memberikan gambaran tentang empati dan pola pikir yang dimiliki seseorang.
Lantas, seperti apa kepribadian perempuan yang sering mengatakan 'maaf'? Simak penjelasannya berikut ini ya!
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ciri kepribadian perempuan yang sering bilang 'maaf'
Melansir dari laman Times of India, berikut 7 ciri kepribadian dari perempuan yang sering mengatakan 'maaf':
1. Mereka mampu membaca suasana sebelum orang lain menyadarinya
Perempuan yang terlalu sering meminta maaf cenderung sangat peka terhadap suasana hati orang lain. Studi tentang kepribadian dan empati yang diterbitkan di jurnal PLoS One tahun 2017 menunjukkan bahwa kepekaan ini terkait erat dengan keramahan, salah satu dari lima sifat utama (Big Five) yang digunakan psikolog untuk memetakan kepribadian.
Dalam perspektif positif, hal itu adalah anugerah yang tulus. Mereka meminta maaf karena rasa bersalah yang cepat disadari, bahkan ketika ia sebenarnya tidak melakukan kesalahan.
2. Pribadi yang selalu berusaha menyenangkan orang lain
Para psikolog tidak menganggap perilaku menyenangkan orang lain sebagai kekurangan. Mereka melihatnya sebagai kebiasaan yang dipelajari, sesuatu yang didapat dari lingkungan sekitar, didikan, dan ketidaknyamanan dalam menghadapi konflik.
Di suatu titik, mengatakan 'maaf' bisa menjadi jalan pintas untuk menjaga perdamaian. Perempuan biasanya sering bilang 'maaf' karena ingin meredakan situasi sebelum ketegangan meningkat.
3. Bawaan sifat sebagai seorang perempuan
Sebuah studi dalam jurnal Psychological Science tahun 2010 melacak seberapa sering laki-laki dan perempuan meminta maaf selama 12 hari. Menurut studi, perempuan memang lebih sering mengucapkan kata 'maaf' dibandingkan laki-laki, Bunda.
Kata 'maaf' yang terlontar ternyata sama sekali bukan tentang rasa bersalah, melainkan sebuah standar. Perempuan menganggap banyak momen sehari-hari yang dianggap sebagai 'pelanggaran' dan layak untuk meminta maaf, seperti terlambat lima menit atau meminta bantuan orang untuk mengambil sesuatu.
4. Tertekan ingin menjadi pribadi yang baik
Terdapat tekanan diam-diam dan tak terucapkan pada perempuan untuk menjadi penyayang, kompetitif, dan disukai tanpa usaha. Tanpa disadari, tekanan tersebut membuat perempuan mengucapkan kata maaf.
Sebuah penelitian menemukan bahwa ketika kita merasa tidak mungkin untuk mendapatkan semuanya, kebanyakan perempuan tidak menyalahkan ekspektasi tersebut. Mereka menyalahkan diri sendiri.
Rasa menyalahkan diri sendiri itu tidak hilang seiring bertambahnya usia. Itu dapat muncul dalam ucapan 'maaf' yang bersifat refleksif.
5. Mudah bergaul dan jujur
Sifat mudah bergaul sering kali mendapat reputasi buruk, tetapi sebenarnya itu bukanlah kelemahan. Justru sifat inilah yang membuat kita menjadi pribadi yang hangat, kooperatif, dan benar-benar pandai membangun hubungan.
Namun, masalah mulai muncul ketika sifat mudah bergaul bertemu dengan ketegasan yang rendah atau kecemasan. Saat itulah hal berubah menjadi 'akomodasi kompulsif', atau kecenderungan untuk terus-menerus meminta maaf.
6. Takut dianggap 'berlebihan'
Banyak perempuan yang terus-menerus mengatakan 'maaf' dianggap pribadi perfeksionis yang bersembunyi di balik penampilan luarnya. Kata 'maaf' digunakan sebagai tameng, misalnya "Maaf atas kesalahan", "Maaf karena bertanya", atau "Maaf karena hanya sedikit mengganggu percakapan."
Penelitian mengaitkan hal tersebut dengan rasa takut dianggap sebagai orang yang sulit atau berlebihan. Kebiasaan itu sering kali berakar pada perasaan yang terakumulasi bertahun-tahun.
7. Harga diri terlalu bergantung pada orang lain
Kebiasaan meminta maaf terus-menerus sering dikaitkan dengan kebutuhan akan validasi dari luar. Hal tersebut berkaitan juga dengan perasaan terpendam bahwa harga diri kita bergantung pada apalah kita disukai oleh orang lain atau tidak sama sekali.
Para peneliti kesehatan mental menunjukkan bahwa pola ini biasanya berakar sejak dini, dari rumah, di mana kasih sayang terasa bersyarat dan harus diperoleh melalui perilaku baik. Ini bukan tentang bersikap sopan, tapi tentang melindungi diri dari sesuatu yang tidak kita setujui.
Demikian 7 ciri kepribadian dari perempuan yang sering mengatakan 'maaf'. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
10 Tanda Seseorang Terlahir People Pleaser, Si Sulit Bilang Tidak
Mom's Life
10 Tanda Seseorang Diam-diam Membenci Kita Menurut Pakar
Mom's Life
10 Tanda Seseorang Terlahir Baik Hati Menurut Psikologi
Mom's Life
15 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang dengan Kecerdasan Sosial Tinggi Menurut Psikolog
Mom's Life
Ingin Tahu Bunda Tipe Ibu Seperti Apa? Coba Kuis Ini Yuk
5 Foto
Mom's Life
5 Potret Wisuda S2 Psikologi Tsania Marwa, Anggun Berbalut Kebaya Merah
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
11 Ucapan Minta Maaf yang Terdengar Tulus, Padahal Tidak
7 Kebiasaan Ini Sering Dilakukan People Pleaser Tanpa Sadar
10 Ciri Orang yang Tanpa Sadar Punya Kepercayaan Diri Rendah Alias Minder