moms-life
Ciri Perempuan yang Sulit Bilang 'Tidak' Menurut Psikolog
HaiBunda
Sabtu, 11 Jul 2026 14:25 WIB
Daftar Isi
Pernahkah Bunda mengiyakan sesuatu, padahal dalam hati sebenarnya ingin menolak? Banyak orang mengalami kesulitan untuk mengatakan "tidak" karena takut mengecewakan orang lain atau merusak hubungan.
Kemampuan untuk mengatakan 'tidak' bukanlah bentuk keegoisan. Ucapan ini bisa menjadi cara kita menjaga batasan diri dan menghargai kebutuhan pribadi.
Memahami alasan di balik kesulitan bilang 'tidak' bisa menjadi langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih sehat dengan diri sendiri maupun dengan orang lain. Lantas, bagaimana ciri perempuan yang sulit bilang 'tidak' menurut psikolog?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Simak penjelasannya berikut ini ya.
Ciri perempuan yang sulit bilang 'tidak'
Berikut adalah 5 ciri kepribadian yang sangat umum pada perempuan yang kesulitan mengatakan 'tidak', seperti melansir dari Times of India:
1. Mereka cenderung merasakan emosi orang lain dengan sangat baik
Orang yang sulit berkata 'tidak' biasanya mampu merasakan emosi orang lain dengan sangat baik, Bunda. Sebelum kata 'tidak' keluar dari mulut, mereka biasanya sudah membayangkan ekspresi kecewa di wajah orang lain.
Perasaan itu muncul bukan karena mereka terlalu banyak berpikir, melainkan karena faktor biologi. Sebuah studi jangka panjang yang diterbitkan dalam Spanish Journal of Psychology menemukan bahwa perempuan secara konsisten lebih baik daripada laki-laki dalam membaca dan memahami emosi orang lain.
Kemampuan untuk merasakan perasaan orang lain itu adalah kekuatan yang nyata. Itulah sebabnya mengatakan 'tidak' bisa terasa seperti Bunda menyakiti seseorang.
2. Mereka telah terbiasa bilang 'tidak' sejak masih kecil
Dilansir laman Diplomatist, sebuah studi tentang perilaku menunjukkan bahwa perempuan sejak kecil cenderung memiliki sikap kooperatif, ramah, dan mudah diajak bergaul. Mereka lebih suka mengatakan 'ya' agar disukai orang lain.
Saat seorang perempuan mengatakan 'tidak', mereka biasanya takut akan dibilang pribadi yang sulit. Saat dewasa, pengkondisian tersebut tidak lagi menunjukkan tanda-tanda peringatan. Kesulitan untuk mengatakan 'tidak' menjadi sebuah kebiasaan yang dibawa dalam menjalani peran dalam kehidupan sehari-hari.
3. Mereka sering kali kurang percaya diri
Permintaan maaf yang diucapkan terus-menerus terkadang dapat menandakan keraguan diri. Alih-alih percaya diri berbagi ide, seseorang sulit bilang 'tidak' mungkin akan sering berkata 'maaf' sebelum berbicara.
Seiring waktu, permintaan maaf yang tidak perlu dapat secara tidak sengaja mengurangi dampak dari apa yang dikatakan seseorang, bahkan ketika mereka memiliki ide-ide yang berharga. Psikolog yang mempelajari tentang harga diri mencatat bahwa orang dengan kepercayaan diri yang rendah lebih cenderung mencari penegasan dan meremehkan diri mereka sendiri dalam percakapan.
4. Pribadi yang tidak kritis terhadap diri sendiri
Orang yang kesulitan bilang 'tidak' selalu menunjukkan harga dirinya yang rendah. Beberapa perempuan memang sangat sadar akan bagaimana mereka dipandang. Mereka memperhatikan isyarat sosial, mengenali ketika mereka benar-benar melakukan kesalahan, dan sangat peduli untuk memperlakukan orang lain dengan hormat.
Tantangannya muncul ketika kesadaran ini berubah menjadi permintaan maaf otomatis untuk hal-hal yang tidak perlu, seperti mengambil tempat, meminta bantuan, atau mengungkapkan pendapat. Psikolog sering merekomendasikan untuk mengganti permintaan maaf yang tidak perlu dengan alternatif yang lebih percaya diri.
Alih-alih mengatakan, 'Maaf atas keterlambatannya', Bunda bisa mengatakan 'Terima kasih atas kesabaran kalian'. Perkataan tersebut dapat mengalihkan fokus dari rasa bersalah ke rasa syukur tanpa terdengar kurang sopan.
5. Tak pernah kesulitan berkata 'tidak' untuk diri sendiri
Penelitian dari University of Texas menemukan bahwa perempuan jauh lebih nyaman dan efektif bernegosiasi atas nama orang lain daripada atas nama mereka sendiri. Mereka tampaknya kesulitan untuk berkata 'tidak' kalau menyangkut dirinya sendiri, Bunda.
Orang-orang ini suka melakukan tugas orang lain tanpa ragu. Mereka tidak mau terlihat egois karena menolak untuk membantu orang lain.
Kebiasaan sulit mengatakan 'tidak' bisa diubah
Studi menunjukkan bahwa perempuan lebih sering diberi tugas-tugas kecil terkait pekerjaan daripada laki-laki, seperti mencatat hasil rapat atau merencanakan acara perpisahan rekan kerja.
Bagi perempuan, menolak tugas-tugas ini terasa hampir mustahil. Pasalnya, mereka berpikir kalau menolak pekerjaan bisa terlihat seperti menolak untuk menjadi bagian dari tim.
Kebiasaan untuk sulit mengatakan 'tidak' sebenarnya bisa diubah, Bunda. Para ahli menunjukkan bahwa kesulitan mengatakan tidak bukanlah sifat bawaan. Itu adalah mekanisme penanggulangan yang dipelajari secara sosial, yang berarti dapat dihilangkan dengan mudah.
Seseorang tidak dilahirkan tanpa kemampuan untuk mengatakan 'tidak'. Kita mempelajarinya di suatu tempat dalam hidup, dan apa pun yang dipelajari dapat dihilangkan.
Demikian ciri perempuan yang sulit bilang 'tidak'. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Simak 5 Kalimat yang Kerap Diucapkan oleh Orang Tak Kompeten
Mom's Life
11 Macam Kepribadian dari Cara Duduk, Gambarkan Sifat Periang hingga Perfeksionis
Mom's Life
7 Hal yang Bikin Bunda Memesona Selain Menggunakan Riasan Wajah
Mom's Life
Tanda Orang yang Diam-diam Benci pada Kita, Salah Satunya Kontak Mata
Mom's Life
8 Pintu Ini akan Tunjukkan Kekuatan dan Kemampuan Bunda Hadapi Masa Depan
5 Foto
Mom's Life
5 Potret Kehidupan Marissa Nasution & Keluarga Tinggal di Singapura, Kini Sibuk Jadi Psikolog
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Apakah Bunda Termasuk People Pleaser? Pahami Arti dan Cirinya di Sini
Mengenal Victim Mentality, Seseorang yang Selalu Melihat Dirinya Paling Susah
Susah Bilang Tidak? Ini Kata Terbaik Menolak Seseorang Tanpa Merasa Bersalah Menurut Pakar