Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Cara Mengenali Orang yang Tidak Dewasa secara Emosional dari Responsnya saat Disakiti

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Rabu, 08 Jul 2026 11:35 WIB

Ilustrasi teman ngambek
Ilustrasi cara mengenali orang yang tidak dewasa secara emosional dari responsnya saat disakiti / Foto: Getty Images/eakgrunge
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda, cara mengenali orang yang tidak dewasa secara emosional dapat dilihat dari responsnya saat disakiti oleh orang lain.

Mengalami kekecewaan memang dapat menimbulkan luka emosional yang mendalam, sehingga wajar jika seseorang membutuhkan waktu untuk memulihkan diri.

Namun, tidak semua orang mampu menghadapi situasi tersebut dengan kepala dingin. Ada yang dapat mengelola perasaannya, sementara yang lain justru bereaksi secara berlebihan hingga memperburuk keadaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Hal ini menunjukkan bahwa cara seseorang menghadapi konflik juga dapat mencerminkan tingkat kedewasaan emosionalnya.

Cara mengenali orang yang tidak dewasa secara emosional

Dilansir Your Tango, berikut beberapa ucapan yang sering kali disampaikan orang yang tidak dewasa secara emosional.

1. “Ini salah kamu”

Orang yang tidak dapat bertanggung jawab atas tindakannya akan melakukan apa pun untuk menghindari kesalahan.

Inilah saatnya mereka mencoba mengalihkan fokus kembali kepada orang yang telah menyakitinya. Ini adalah sesuatu yang sering dilakukan para narsisis untuk mencoba menutupi perilaku buruknya sendiri.

2. “Aku tidak akan pernah bicara lagi denganmu”

Orang yang menanggapi rasa sakit dengan menutup diri sepenuhnya, mungkin tidak punya hal yang lebih baik untuk disampaikan dan tidak ingin berupaya menyelesaikan masalah dengan baik.

Ketika hal ini terjadi, penting untuk diingat bahwa ancaman untuk memutuskan komunikasi didasarkan pada emosi, bukan siapa pun yang terlibat.

3. “Kamu tidak punya apa-apa tanpa aku”

Kesombongan yang ditunjukkan ini mungkin menjadi masalah yang lebih besar. Penelitian menemukan bahwa orang yang sombong tidak tertarik untuk menjaga hubungan positif karena mereka ingin menjadi lebih berkuasa.

Jika seseorang mengatakan orang lain tidak berarti apa-apa tanpanya, itu menunjukkan bahwa mereka sudah merasa memiliki kekuasaan.

4. “Aku tidak peduli apa yang kamu pikirkan”

Bagi orang yang terluka, mengaku tidak peduli dengan seluruh kejadian mungkin terasa seperti balasan yang bagus untuk balas dendam, tetapi sebenarnya tidak efektif.

Lagi pula, hanya sedikit orang yang akan bersusah payah menunjukkan apa yang tidak mereka pedulikan. Jelas ada sesuatu yang membuat mereka tersinggung.

Tentu saja, jika mengaku peduli, mereka akan mengekspos dirinya pada kerentanan yang serius. Mereka lebih memilih mengisolasi diri dan melemahkan hubungan daripada menunjukkan perasaannya yang sebenarnya karena mereka pikir itu lebih aman.

5. “Kamu akan menyesal”

Mengancam seseorang dengan kemungkinan samar-samar akan menyesali apa yang mereka katakan atau lakukan terasa sangat kekanak-kanakan.

Seolah-olah orang itu benar-benar tidak bisa memikirkan hal lain untuk dikatakan, jadi mereka mengatakan sesuatu yang menurutnya akan membuat mereka terdengar berkuasa dan mengintimidasi.

Ini jelas merupakan ancaman kosong kecuali jika mereka memperjelas bahwa mereka berencana untuk menetapi janjinya.

Namun, ancaman verba tetap dianggap sangat serius, jadi ungkapan ini dapat membuat orang mendapat masalah bahkan ketika mereka sebenarnya tidak bermaksud apa pun.

6. “Kamu pikir kamu lebih baik dari aku?”

Rasa sakit sering kali disebabkan tanpa disengaja, jadi tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa seseorang memiliki kompleks superioritas.

Jika seseorang mengatakan ini ketika merasa sakit hati, itu sebenarnya lebih merupakan tanda ketidakamanan dirinya sendiri daripada hal lain.

Orang yang kurang percaya diri selalu berusaha membuat dirinya terlihat baik, bahkan jika itu berarti mereka harus merendahkan orang lain dalam prosesnya. Itu bukan tindakan yang cerdas, tetapi mereka terlalu bingung untuk mempedulikannya.

7. “Tidak ada yang mengerti saya”

Merasa tidak dipahami sangat menyakitkan dan membuat orang bingung serta ingin bersembunyi dari dunia.

Hal ini dapat menyebabkan kesepian dan isolasi serta berdampak serius pada kesehatan mental seseorang. Ini bukan jenis emosi yang bisa diabaikan.

Jika seseorang mengatakan ini ketika terluka, kemungkinan besar mereka sebenarnya tidak merasa disalahpahami sama sekali. Sebaliknya, mereka menggunakan sesuatu untuk membuat orang lain merasa bersalah.

Nah, itulah beberapa cara mengenali orang yang tidak dewasa secara emosional melalui pilihan kalimatnya. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda