Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Cara Mengenali Orang yang Kebaikannya Tidak Tulus dari Ucapannya Sehari-hari

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Senin, 06 Jul 2026 08:40 WIB

Ilustrasi ngobrol
Ilustrasi Cara Mengenali Orang yang Kebaikannya Tidak Tulus dari Ucapannya Sehari-hari / Foto: Getty Images/simon2579
Daftar Isi
Jakarta -

Bersikap baik kepada orang lain memang merupakan hal yang positif. Namun, tidak semua kebaikan dilakukan dengan tulus. Ada pula orang yang terlihat ramah hanya karena memiliki maksud atau kepentingan tertentu.

Sekilas, sikap mereka mungkin sulit dibedakan dengan orang yang benar-benar peduli. Padahal, jika diperhatikan lebih saksama, cara berbicara dan ucapan sehari-harinya sering kali dapat memberikan petunjuk tentang niat yang sebenarnya.

Dengan mengenali tanda-tandanya, Bunda tidak mudah terjebak dalam hubungan yang terasa baik di permukaan, tetapi ternyata tidak tulus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Cara mengenali orang yang tidak tulus

Dilansir Your Tango, berikut beberapa ucapan yang sering disampaikan orang yang kebaikannya tidak tulus.

1. “Aku hanya berusaha jujur padamu”

Seseorang yang mengatakan sesuatu benar-benar menyinggung dan kemudian buru-buru menutupinya dengan mengaku jujur, jelas tidak memiliki niat baik terhadap Bunda.

2. “Kita perlu bertemu suatu saat nanti”

Sebagian orang memiliki kebiasaan menjauhkan orang lain tanpa sengaja karena takut mempercayai mereka atau kurang percaya diri.

Orang lain bertindak seolah ingin bergaul dengan Bunda dan benar-benar berniat melakukannya, tetapi tidak pernah menindaklanjutinya.

Seseorang yang sebenarnya tidak baik hanya akan memberi Bunda perhatian secukupnya agar Bunda berpikir mereka peduli.

3. “Aku tidak menyangka itu darimu”

Rasanya menyenangkan ketika seseorang mengakui bahwa Bunda telah melampaui harapannya, tetapi tidak jika mereka melakukannya dengan cara yang tidak baik.

Ungkapan seperti ini mengandung makna tersirat bahwa Bunda telah melakukan sesuatu yang lebih baik daripada yang mereka kira karena sejak awal mereka tidak mengira Bunda mampu melakukan hal itu.

4. “Beri tahu saya jika kamu membutuhkan sesuatu”

Secara teknis, orang lain menawarkan bantuan, tetapi melakukannya dengan cara yang tidak pasti memperjelas bahwa mereka sebenarnya tidak peduli.

Kemungkinan besar mereka berharap Bunda tidak akan benar-benar menerima tawaran tersebut.

5. “Aku juga berpikir hal yang sama”

Orang yang pura-pura baik biasanya setuju dengan apa pun yang Bunda katakan dan membiarkan Bunda percaya bahwa mereka memiliki ide yang sama hanya agar dapat memanfaatkan Bunda.

Ini hanya sanjungan, yang bukan pujian sejati. Ketika seseorang menyanjung Bunda dengan niat buruk di baliknya, mereka melakukannya dengan cara yang mereka tahu akan Bunda hargai.

6. “Apa pun yang cocok untukmu, itu tidak masalah”

Mereka yang pura-pura baik mungkin akan menyuruh langsung melakukan apa pun yang menurut Bunda terbaik. Namun, sebenarnya mereka sedang berusaha menghindari konflik.

Hal ini sering kali terasa lebih nyaman bagi mereka saat itu dan membuat mereka tetap berada di pihak Bunda, tetapi mustahil untuk mempertahankan hubungan seperti ini dalam jangka panjang.

7. “Saya hanya ingin membantu”

Taktik membuat orang merasa bersalah seperti ini adalah bentuk manipulasi pribadi. Psikolog klinis Kia-Rai Prewitt mengatakan hal itu terjadi ketika seseorang dengan sengaja mencoba membuat Bunda merasa bersalah karena tidak ingin melakukan sesuatu yang mereka inginkan.

Menawarkan bantuan terdengar baik, tetapi seseorang yang menggunakannya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan seperti ini sama sekali tidak baik.

8. “Kamu yang terbaik”

Validasi yang tidak tulus semacam ini digunakan oleh orang-orang yang ingin mengambil hati agar dapat memanfaatkan Bunda dengan cara yang menguntungkan.

Psikolog Leon F. Seltzer bahkan menyebutkan sebagai penyuapan verbal. Sebenarnya itu hanyalah cara orang tersebut untuk tampak peduli sehingga mereka dapat mengambil keuntungan dari Bunda.

9. “Semoga Tuhan memberkatimu”

Menambahkan kalimat ini pada hampir semua pernyataan adalah cara untuk mengurangi dampak negatifnya. Sesuatu yang jelas-jelas merupakan kritik dapat terdengar kurang kentara ketika seseorang bertindak seolah-olah mereka peduli.

Namun, tidak ada yang benar-benar mengatakan ini untuk bersikap baik, terutama ketika mereka tahu bahwa apa pun yang mereka katakan sebelumnya benar-benar pedas.

Nah, itulah beberapa ucapan yang dapat Bunda kenali dari orang yang pura-pura baik. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda