Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

5 Hal Penting Seputar Pergantian Tabung LPG 3 Kg ke Tabung Merah Putih

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Kamis, 02 Jul 2026 13:40 WIB

Ilustrasi LPG
Ilustrasi LPG 3 Kg / Foto: Getty Images/iStockphoto/danikancil
Daftar Isi
Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan Tabung Merah Putih, yaitu tabung gas berbahan bakar Compressed Natural Gas (CNG) berkapasitas 3 kilogram (kg) sebagai alternatif pengganti LPG 3 kg.

Kebijakan tersebut diambil untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG. Pasalnya, kebutuhan LPG nasional mencapai sekitar 8,5 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri baru mampu memenuhi sebagian kecil dari total konsumsi.

Namun, Kementerian ESDM menyampaikan bahwa saat ini pengembangan Tabung Merah Putih masih dalam tahap penyempurnaan. Kementerian ESDM menyebut prototipe produk telah memasuki tahap uji coba ketiga dan hanya menyisakan satu tahap lagi sebelum nantinya diedarkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


5 Hal penting seputar pergantian tabung LPG 3 kg ke Tabung Merah Putih

Adapun beberapa fakta penting selengkapnya yang dapat Bunda ketahui terkait pergantian jenis bahan bakar ini.

1. Harga sama dengan LPG 3 kg

Dilansir detikcom, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan nantinya harga jual CNG akan sama dengan harga LPG 3 kg. Langkah ini diharapkan tidak membebani masyarakat.

“Sama. Sama dengan harganya sama (LPG 3 kg),” ujar Laode.

2. Tabung CNG diimpor dari China

Laode juga menjelaskan bahwa sekitar 100.000 tabung CNG 3 kg akan diimpor dari China karena saat ini industri dalam negeri belum mampu memproduksi tabung CNG 3 kg.

Langkah tersebut juga menjadi awal dari implementasi CNG pada tabung 3 kg yang ditujukan untuk menekan impor LPG yang saat ini tinggi sekaligus pengganti LPG 3 kg.

“Kan ini teknologinya tinggi. Saat ini yang mampu membuat teknologi itu di luar ya, kita belum,” ujar Laode.

3. Uji coba tabung Juli 2026

Kementerian ESDM diketahui tengah menyiapkan sebanyak 15 prototipe tabung CNG Merah Putih 3 kg untuk diuji coba di Lemigas. Uji coba ini akan dilaksanakan pada Juli 2026. Tabung CNG yang akan digunakan merupakan Tipe 4 berbahan dasar serat material.

Jika mendapatkan hasil yang baik, tabung tersebut sudah bisa beredar di masyarakat. Namun, Laode mengatakan peredarannya dilakukan secara bertahap.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa uji coba akan dimulai di kota-kota besar, terutama di Pulau Jawa yang memang dekat dengan jalur jaringan pipa gas.

“Kita prioritaskan dahulu yang dari pipa. Biar harganya lebih ekonomis. Makanya uji kebanyakan Pak Menteri sudah sampaikan di kota-kota besar di Pulau Jawa dulu. Yang memang jalur gas dari pipanya lebih banyak,” tuturnya.

4. Menekankan keselamatan

Laode menegaskan pengujian akan difokuskan pada aspek keselamatan, mulai dari ketahanan tekanan hingga sistem valve yang menyatu dengan tabung.

“Oleh karena itu, kita harus membuat yang lebih ringan agar emak-emak nanti enggak merasa, oh ini kok penggantinya berat. Kita uji di Lemigas. Yang paling penting safety dari valve dan tabungnya seperti apa,” jelasnya, dikutip dari laman CNN Indonesia.

5. Masih disubsidi 30 persen dan akan bangun pabrik di Indonesia

Lantaran harganya masih sama, Laode mengatakan negara mampu memangkas subsidi sebanyak sebanyak 30 persen.

“Sekarang simulasinya masih disamakan. Dengan disamakan pun subsidi bisa turun sampai dengan 30 persen,” tutur Laode.

Nah, itulah beberapa hal penting yang dapat Bunda pahami tentang pergantian LPG 3 kg ke CNG. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda