Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Cara Mengenali Orang dengan EQ Tinggi dari Kalimat yang Diucapkan saat Ngobrol

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Jumat, 03 Jul 2026 20:00 WIB

Ilustrasi ngobrol
Ilustrasi cara mengenali orang dengan EQ tinggi dari kalimat yang diucapkan saat ngobrol / Foto: Getty Images/Rossella De Berti
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda, tentu setiap orang punya cara bicara yang berbeda saat berinteraksi. Namun, di balik kalimat dan cara menyampaikan pendapat, sering kali tersimpan gambaran bahwa mereka memiliki kecerdasan emosional atau emotional quotient (EQ) tinggi.

Orang dengan EQ tinggi biasanya mampu memahami emosi diri sendiri sekaligus peka terhadap perasaan orang lain.

Kemampuan itu membuat mereka lebih mudah membangun kepercayaan, menciptakan hubungan yang sehat, dan menghadapi percakapan yang sulit tanpa memperkeruh suasana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Menariknya, kecerdasan emosional juga dapat dikenali dari cara mereka berbicara. Ada beberapa kebiasaan komunikasi yang sering ditunjukkan oleh orang dengan EQ tinggi saat berinteraksi, sehingga lawan bicara merasa didengar, dihargai, dan lebih nyaman berbagi cerita.

Cara mengenali orang dengan EQ tinggi dari kalimatnya saat ngobrol

Berikut beberapa kalimat yang dapat Bunda kenali dari orang dengan kecerdasan emosional yang tinggi:

1. “Apa pendapatmu tentang ini?”

Dilansir CNBC, orang dengan EQ tinggi memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menyisipkan pertanyaan ke dalam percakapan apa pun untuk membangkitkan dan mempertahankan minat.

Sering kali, pertanyaan awal mereka berfokus pada upaya untuk mengenal pengalaman, pikiran, dan perasaan lawan bicara.

2. “Aku mengerti maksud kamu”

Orang yang cerdas secara emosional sering memahami sudut pandang orang lain ketika menghadapi emosi yang kuat.

Bahkan, jika mereka tidak dapat merasakannya secara langsung, mereka mungkin menggunakan ungkapan ini untuk membantu orang tersebut merasa nyaman.

Ungkapan ini menunjukkan bahwa mereka telah mendengarkan apa yang dikatakan orang lain. Mereka mungkin tidak setuju dengan pendirian orang tersebut, tetapi berusaha sebaik mungkin untuk memahami.

3. “Mari kita diskusikan ini”

Mengutip dari Your Tango, orang dengan EQ tinggi kerap mencoba meredakan situasi panas dengan mendorong lawan bicara untuk membicarakan masalahnya.

Tidak selalu mudah untuk tetap tenang dalam percakapan ini, tetapi mereka yang cerdas secara emosional dapat mengendalikan amarahnya.

4. “Mundurlah sejenak”

Orang yang punya EQ tinggi mungkin menggunakan kalimat tersebut untuk mencoba membantu lawan bicara memproses perasaannya.

Mereka mungkin ingin orang tersebut memikirkan semuanya terlebih dahulu sebelum memperburuk situasi. Mereka tahu bahwa berhenti sejenak sebelum berbicara adalah cara ampun untuk memulai percakapan tanpa mengatakan sesuatu yang tidak mereka maksud.

5. “Saya tidak nyaman membicarakan hal ini sekarang”

Tidak selalu mudah untuk tetap tenang saat seseorang membicarakan topik sensitif. Orang yang matang secara emosional tahu bahwa mungkin lebih baik untuk menghindari topik-topik ini sepenuhnya dan memberi tahu mereka bahwa Bunda lebih suka tidak membahasnya.

6. “Aku mendengarmu”

EQ tinggi memungkinkan seseorang untuk bersikap welas asih. Bahkan, jika mereka tidak mengerti atau setuju dengan apa yang dikatakan, mereka ingin orang tersebut merasa didengarkan.

7. “Aku bisa melihat kamu sedang kesal”

Orang yang belum dewasa secara emosional biasanya melampiaskan masalah kepada orang lain. Dengan mengucapkan kalimat ini, orang dengan EQ tinggi mungkin akan mencoba meredakan situasi, atau setidaknya berusaha untuk berempati dengan mereka.

Momen-momen ini bisa sangat menegangkan, dan seseorang dengan kecerdasan emosional akan melakukan segalanya yang mereka bisa untuk membantu.

8. “Mari kita kecilkan suara kita’

Kebiasaan berteriak terus-menerus dapat merusak semua hubungan. Orang dengan EQ tinggi mungkin akan mencoba menjaga hubungan tetap baik dengan orang yang belum dewasa dan akan meminta mereka untuk menurunkan volume suara.

9. “Itu terasa tidak benar bagiku”

Kalimat ini adalah cara yang baik untuk memberi tahu seseorang bagaimana perilaku mereka memengaruhinya.

Kata-kata bisa menyakitkan, dan sulit untuk mengatasi momen-momen ini ketika seseorang sangat emosional.

Mengucapkan, “Itu terasa tidak benar bagiku”, mungkin akan memperburuk keadaan dengan beberapa orang yang belum dewasa, tetapi mereka akan berusaha sebaik mungkin untuk meredakan ketegangan.

Itulah beberapa kalimat yang sering diucapkan orang dengan EQ tinggi yang dapat Bunda kenali. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda