Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Cara Mengenali Seseorang Punya IQ Tinggi dengan Kecerdasan Emosional Rendah dari Kalimat yang Diucapkan

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Minggu, 05 Jul 2026 11:30 WIB

Cara Mengenali Seseorang Punya IQ Tinggi dengan Kecerdasan Emosional Rendah dari Kalimat yang Diucapkan
Ilustrasi Cara Mengenali Seseorang Punya IQ Tinggi dengan Kecerdasan Emosional Rendah dari Kalimat yang Diucapkan/Foto: Getty Images/Jinda Noipho
Daftar Isi
Jakarta -

Banyak orang mengira bahwa seseorang yang memiliki Intelligence Quotient (IQ) tinggi pasti juga pandai dalam memahami perasaan orang lain. Padahal, kenyataannya tidak selalu seperti itu, Bunda.

Dalam keseharian, kita tentu pernah bertemu dengan orang yang sangat pintar dalam pelajaran atau pekerjaan. Namun, saat berinteraksi dengan orang lain, mereka justru kesulitan memahami perasaan dan situasi di sekitarnya.

Tidak hanya itu, ada pula orang yang mampu berpikir logis dan menyelesaikan masalah dengan cepat, tetapi kurang peka terhadap emosi orang lain. Sikap dan ucapan mereka pun terdengar dingin atau bikin orang di sekitarnya merasa tidak nyaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Berbicara soal ini, ada beberapa cara mengenali seseorang yang memiliki IQ tinggi dengan kecerdasan emosional rendah dari kalimat yang diucapkan. Simak penjelasan selengkapnya, Bunda.

Cara mengenali seseorang punya IQ tinggi dengan kecerdasan emosional rendah dari kalimat yang diucapkan

Dikutip dari laman Your Tango, berikut beberapa ungkapan yang kerap diucapkan oleh orang dengan IQ tinggi, tetapi memiliki kecerdasan emosional yang rendah.

1. "Mana buktinya?"

Orang yang berpikir rasional sangat bergantung pada bukti, seperti halnya dalam metode ilmiah. Mereka sulit menerima sesuatu yang tidak didukung oleh bukti yang kuat sehingga melihat suatu hal secara hitam-putih.

Sebenarnya, kehidupan ini tidak selalu memberikan jawaban yang pasti, Bunda. Dalam situasi tertentu, intuisi juga dibutuhkan, tetapi hal ini kerap membuat orang cerdas merasa tidak nyaman hingga mengucapkan kalimat seperti, "Mana buktinya?".

2. "Itu tidak masuk akal"

Orang yang memiliki IQ tinggi sangat mengandalkan logika dalam berpikir. Bagi mereka, sesuatu dianggap tidak masuk akal jika tidak logis atau sulit dipahami bagaimana seseorang bisa sampai pada kesimpulan tersebut.

Dalam kenyataannya, banyak keputusan dibuat berdasarkan emosi, bukan semata-mata logika, Bunda. Karena sulit mengikuti cara berpikir tersebut, orang dengan IQ tinggi tidak mau mencoba memahami sudut pandang orang lain.

3. "Perasaanmu tidak penting jika itu tidak benar"

Di tengah banyaknya informasi yang salah, masih banyak yang menganggap kalau fakta dan kebenaran adalah yang penting. Pandangan ini dimiliki oleh orang yang cerdas tetapi kurang memiliki empati terhadap orang lain.

Sebenarnya, perasaan juga penting dalam cara seseorang belajar dan mengambil keputusan. Emosi dapat berpengaruh pada sudut pandang seseorang, sehingga perasaan tidak bisa begitu saja diabaikan.

4. "Kamu bereaksi berlebihan saat ini"

Psikoterapis asal Amerika Serikat, Ilene S. Cohen, PhD, mengatakan bahwa reaksi berlebihan sering kali tidak hanya dipicu oleh situasi yang sedang terjadi.

Jadi, saat seseorang dianggap bereaksi berlebihan, bisa jadi mereka memang tidak punya banyak kendali atas perasaannya. Namun, orang dengan kecerdasan emosional yang rendah tetap menganggap orang lain terlalu berlebihan.

5. "Sebenarnya itu tidak benar"

Biasanya, orang yang sangat pintar suka merasa dirinya paling benar. Mereka bahkan tidak memikirkan perasaan orang lain saat ingin membuktikan bahwa pendapatnya yang paling tepat.

Mereka juga bisa terang-terangan mengatakan kalau keyakinan dan pendapat seseorang itu keliru hanya untuk menunjukkan kecerdasannya. Padahal, tidak semua keadaan mengharuskan seseorang membuktikan bahwa dirinya 'benar'.

Memang saja, ada situasi di mana ketika kita mengoreksi orang lain itu penting karena rasa peduli dan perhatian. Namun, jika seseorang selalu ingin terlihat benar, hal itu justru menunjukkan rendahnya kecerdasan emosional.

6. "Itu sangat sederhana"

Banyak dari kita pernah merasa sulit memahami sesuatu, lalu ada orang yang berkata bahwa hal itu sebenarnya sangat sederhana. Ucapan seperti ini justru membuat seseorang merasa tidak cukup pintar.

Orang yang suka berkata seperti ini terlalu 'mengagungkan' dirinya sendiri dan meremehkan orang lain. Meski memiliki IQ tinggi, mereka tetap kurang memiliki kecerdasan emosional.

7. "Semua orang tahu itu"

Tidak ada hal yang lebih mengecewakan daripada saat kita baru menyadari sesuatu yang terasa istimewa, lalu ada orang yang langsung berkata bahwa semua orang sudah mengetahuinya.

Orang seperti ini biasanya tidak menyadari bahwa sesuatu yang menurut mereka sudah 'jelas' belum tentu dirasakan sama oleh orang lain. Karena kurang peka, mereka pun sulit melihat sudut pandang yang berbeda.

Saat seseorang bersikap seperti ini, kecerdasannya justru bisa menjadi sikap yang menyakitkan, Bunda.

8. "Orang-orang tidak berpikir lagi"

Ada orang yang sudah tahu mempunyai IQ tinggi merasa dirinya termasuk kelompok yang sangat 'langka'. Mereka menganggap diri mereka cerdas, tetapi melihat banyak orang lain sebagai orang yang tidak pintar.

Jika ada orang yang berpikir berbeda dengan mereka, mereka langsung beranggapan bahwa orang tersebut tidak berpikir dengan baik.

Itulah sebabnya, mereka melihat kehidupan dengan cara yang berbeda dan merasa bahwa hanya merekalah orang cerdas yang tersisa.

9. "Kamu terlalu sensitif soal ini"

Memang ada kalanya emosi berpengaruh pada cara kita menilai suatu hal. Namun, ada juga orang yang pintar tetapi kurang memahami perasaan orang lain, sehingga mereka langsung menilai seseorang terlalu sensitif.

Bunda perlu tahu, orang dengan kecerdasan emosional rendah sulit untuk mengerti bahwa setiap orang itu memiliki cara berbeda dalam menanggapi suatu situasi.

Berkaitan dengan hal tersebut, terapis hubungan di Amerika Serikat, Ken Page, mengatakan bahwa hal yang dianggap orang lain sebagai sikap berlebihan justru bisa menjadi hal yang sangat berarti bagi kita.

Jadi, orang yang menegur kita karena terlalu 'sensitif' ini mungkin sebenarnya merekalah yang lebih kurang mengetahui topik tersebut.

Itulah beberapa cara mengenali seseorang yang memiliki IQ tinggi dengan kecerdasan emosional rendah dari kalimat yang diucapkan dalam keseharian.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda