Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Jungkook BTS Jalani OMAD Diet, Ini Cara Melakukan & Risiko di Baliknya

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 25 Jun 2026 07:40 WIB

Jungkook BTS
Jungkook BTS/ Foto: Instagram @bts.bighitofficial
Daftar Isi
Jakarta -

Personel boyband Korea BTS, Jeon Jungkook, dikenal sangat menjaga penampilannya. Demi mempertahankan bentuk tubuh ideal, Jungkook pernah mengaku menjalani diet OMAD atau One Meal a Day.

Dalam wawancara pada Januari lalu, Jungkook, berbagi tentang manfaat psikologis dari diet ketat OMAD. Pria 28 tahun ini sama sekali tidak terganggu dengan jadwal makan satu kali sehari yang ditetapkan dalam diet, Bunda.

"Saat ini, saya sedang diet dan hanya makan satu kali sehari. Jadi saya sangat menantikan waktu makan itu. Saya sering berpikir, 'Apa yang harus saya makan hari ini?' dan menunggu dengan sabar," katanya, dilansir laman Rolling Stone.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Ketika akhirnya saya makan, saya merasa puas," sambungnya.

Jadwal Jungkook yang padat membuatnya tidak memiliki waktu pasti untuk makan. Ia biasanya makan kapan pun ia memiliki waktu luang.

Apa itu diet OMAD?

Diet OMAD yang dijalani Jungkook juga diterapkan oleh beberapa public figure dunia, salah satunya adalah aktor Shah Rukh Khan. Beberapa waktu lalu, aktor asal India ini mengaku hanya makan satu kali sehari untuk menjaga bentuk tubuhnya.

Diet OMAD sebenarnya mirip dengan diet intermiten. Bedanya, Bunda makan satu kali sehari untuk untuk memanipulasi tubuh dalam menggunakan dan membakar energi.

"Diet OMAD adalah metode puasa intermiten dengan kita berpuasa selama 23 jam dan kemudian makan satu kali makan besar setiap hari," kata ahli diet Elizabeth Barnes, RDN, dikutip dari laman Health.

Aturan atau cara diet OMAD

Berikut beberapa aturan dalam diet OMAD, yang diklaim bisa menurunkan berat badan:

1. Konsistensi

Dalam diet ini, Bunda diharuskan untuk membuat rencana jendela waktu makan yang sama setiap hari, atau tidak makan selama 23 jam, kemudian mengonsumsi semua kalori Anda dalam satu kali makan.

2. Makanlah apa pun yang diinginkan

Selama menjalani diet OMAD, Bunda dapat makan apa saja di waktu makan. Variasi sumber makanan tidak dibatasi asalkan kita menyimpan semua kalori untuk periode waktu tersebut.

3. Tidak boleh menambah porsi

Meskipun dalam diet ini diperbolehkan makan dalam porsi besar, ukuran porsinya tetap terbatas. Bunda harus makan di piring yang ukurannya tidak lebih besar dari piring makan standar. Apa pun yang dimakan tidak boleh melebihi tinggi tiga inci di piring.

4. Minuman bebas kalori

Bunda diperbolehkan minum selama puasa 23 jam di diet OMAD. Minuman harus bebas kalori, seperti kopi hitam atau air putih.

Apakah diet OMAD efektif menurunkan berat badan?

Sejauh ini, penelitian terkait efektivitas diet OMAD masih terbatas, Bunda. Beberapa bukti menunjukkan bahwa puasa dalam jangka waktu lama, seperti pada diet OMAD, mungkin dapat membantu menurunkan berat badan. Tak hanya itu, mengurangi asupan kalori secara drastis dengan membatasi waktu makan juga bisa menyukseskan diet.

Sebuah tinjauan yang diterbitkan pada tahun 2022 di jurnal Nutrients menemukan bahwa pengalihan metabolisme sebagai cara lain dari puasa intermiten dapat membantu menurunkan berat badan. Pasalnya, tubuh akan mulai membakar lemak jika kehabisan gula yang menjadi sumber energi utamanya.

Risiko dan kelemahan diet OMAD

Diet OMAD bisa menimbulkan efek samping atau risiko ya, Bunda. Berikut beberapa kelemahan diet OMAD, seperti dilansir Web MD:

  1. Diet sulit untuk dipertahankan karena perlu konsistensi dan jadwal yang ketat.
  2. Saat makan satu kali sehari, tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon ghrelin, yang membuat kita merasa sangat lapar.
  3. Metode ini tidak lebih efektif daripada pengurangan kalori.
  4. Orang dengan penyakit kardiovaskular atau diabetes bisa berisiko mengalami peningkatan tekanan darah dan kolesterol.
  5. Puasa dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah secara drastis dan berisiko menyebabkan hipoglikemia pada pengidap diabetes tipe 2.

Bunda sebaiknya tidak sembarangan menjalani diet OMAD tanpa pengawasan dokter atau ahli gizi. Jangan sampai diet ketat ini memengaruhi kesehatan atau memicu gangguan pada tubuh.

Demikian diet OMAD yang dijalani Jungkook BTS, termasuk manfaat dan risikonya. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda