Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Cara Mengetahui Tingkat Kecerdasan Seseorang dari Pilihan Kata saat Alami Stress

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Sabtu, 27 Jun 2026 19:20 WIB

Cara Mengetahui Tingkat Kecerdasan Seseorang dari Pilihan Kata saat Alami Stress
Ilustrasi Cara Mengetahui Tingkat Kecerdasan Seseorang dari Pilihan Kata saat Alami Stress/Foto: Getty Images/KanaiPixel
Daftar Isi
Jakarta -

Di balik tekanan, kondisi stres dapat memperlihatkan sisi diri seseorang yang selama ini tidak tampak. Dalam situasi seperti ini, ada banyak hal yang bisa terlihat lebih jujur, dibandingkan saat keadaan sedang tenang.

Saat seseorang berada di bawah tekanan, pilihan kata yang terucap menggambarkan bagaimana ia mengatur emosi. Nah dari cara berbicara itu, kerap tersirat tentang cara berpikir seseorang dalam menghadapi situasi sulit.

Orang yang cerdas biasanya tidak langsung bereaksi spontan saat stres. Mereka memilih berhenti sejenak, lalu berusaha mengarahkan pikirannya pada hal yang lebih solutif daripada sekadar meluapkan emosi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Bicara soal ini, ada beberapa cara untuk mengetahui tingkat kecerdasan seseorang dari pilihan kata saat mengalami stres. Bunda penasaran ada apa saja? Yuk, simak selengkapnya berikut ini.

Cara mengetahui tingkat kecerdasan seseorang dari pilihan kata saat alami stres

Melansir dari laman Your Tango, Bunda dapat melihat seberapa cerdas seseorang dari kalimat yang mereka ucapkan saat sedang dalam kondisi stres. Simak penjelasannya.

1. "Saya hanya butuh sedikit ruang"

Alih-alih terus berada di situasi yang menguras energi, orang yang cerdas lebih peka terhadap batas dirinya. Saat merasa tertekan, mereka tidak ragu meminta waktu sendiri agar bisa menenangkan pikiran.

Bahkan, sekadar berjalan sebentar atau menghabiskan waktu di alam bisa meredakan stres, Bunda. Ini juga sejalan dengan sebuah studi dari Universitas Cornell yang menunjukkan bahwa jeda singkat dapat membantu pikiran jadi lebih tenang.

2. "Saya tahu apa yang bisa saya kendalikan"

Orang yang cerdas dapat bersikap lebih tenang karena mereka tahu mana hal yang bisa dikendalikan, dan mana yang tidak. Saat situasi tengah rumit, mereka mengubah cara pandang agar tidak terjebak pada hal-hal di luar kendali.

Itulah sebabnya, mereka fokus menyusun langkah yang bisa dilakukan dan membuat semuanya terasa lebih jelas, Bunda.

3. "Saya sudah selesai mengeluh"

Meluapkan perasaan memang bisa membuat hati jadi lebih lega sesaat. Namun jika terus dibiarkan, kebiasaan mengeluh justru seseorang jadi terbiasa melihat hal-hal dari sisi yang negatif.

Dalam hal ini, seseorang yang cerdas memilih untuk tidak berlama-lama dalam keluhan, terlebih saat sudah menyadari ada hal yang perlu diperbaiki. Mereka fokus dalam mencari solusi.

4. "Tidak"

Bagi sebagian orang, mengatakan "tidak" memang terasa sulit, setuju tidak, Bunda? Namun orang yang cerdas paham bahwa mereka perlu menjaga batas agar energinya tidak terus terkuras.

Mereka tidak bisa terus menerima semua permintaan atau selalu mengutamakan orang lain sampai melupakan diri sendiri. Akhirnya, mereka lebih berani menjaga diri meski kadang terasa tidak nyaman, demi mengurangi stres yang berlebihan.

5. "Saya perlu tidur yang cukup untuk memulihkan diri"

Saat pikiran terasa penuh, kualitas tidur kita ikut terganggu. Kondisi ini dapat membuat tubuh jadi lebih mudah lelah dan kurang bertenaga saat menjalani aktivitas.

Namun, tidur yang cukup setelah hari yang melelahkan justru membantu tubuh dan pikiran kembali pulih. Bahkan studi yang diterbitkan di Neuron menyebutkan, istirahat yang baik dapat mempercepat pemulihan seseorang terhadap stres.

6. "Saya ingin melamun sejenak"

Sesekali membiarkan pikiran berhenti sejenak justru bisa membantu otak lebih ringan, lho. Momen seperti ini memberi ruang supaya pikiran kita tidak terus dipenuhi hal-hal yang menekan.

Sebuah studi dari MIT, kondisi ini membantu otak melakukan "penyegaran" singkat saat sedang lelah atau stres. Bahkan, cara ini juga sering dilakukan orang yang cerdas sebagai cara untuk meredakan tekanan pikiran.

7. "Saya perlu tahu akar masalahnya"

Saat menghadapi situasi yang menekan, orang yang cerdas tidak langsung larut dalam kekhawatiran. Mereka sebenarnya ingin tahu apa yang menjadi sumber masalahnya.

Lewat cara itu, mereka fokus pada hal yang paling penting dan tidak membuang energi untuk hal-hal yang dirasa kurang perlu.

8. "Mari kita cari solusinya bersama-sama"

Dalam banyak situasi, orang cerdas memahami bahwa tidak semua hal harus diselesaikan sendiri. Justru dengan berdiskusi bersama, beban pikiran bisa menjadi lebih ringan.

Terlebih saat masalah terasa sulit diatasi sendiri, kerja sama dapat membantu menemukan solusi yang lebih baik, Bunda.

9. "Sepertinya saya perlu menenangkan pikiran dulu"

Saat pikiran kita sedang penuh, kemampuan untuk berpikir jernih memang bisa ikut menurun. Hal ini membuat seseorang jadi lebih sulit untuk fokus atau mengambil keputusan.

Seseorang yang cerdas menyadari kondisi ini dan mengakui ketika pikirannya sedang tidak berada di keadaan terbaik. Mereka bisa cepat mencari cara untuk menenangkan diri sebelum kembali menyelesaikan masalah.

10. "Ini masih terasa baru bagi saya"

Hal yang belum familier memang kerap bikin seseorang kurang nyaman, Bunda. Tapi bukan berarti hal itu buruk ya, justru bisa menjadi proses belajar dan berkembang.

Orang yang cerdas tidak langsung menolak atau merasa tidak mampu saat menghadapi situasi seperti ini. Mereka memilih untuk menyesuaikan diri dan mencari cara agar bisa tetap tenang dan percaya diri.

Itulah beberapa cara untuk mengetahui tingkat kecerdasan seseorang dari pilihan kata yang mereka gunakan saat sedang mengalami stres. Semoga dapat memberi wawasan baru, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda