Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Mengenal Tanaman Pecut Kuda dan Manfaat di Baliknya

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Selasa, 23 Jun 2026 12:41 WIB

Blue Porterweed flowers
Ilustrasi tanaman pecut kuda / Foto: Getty Images/Sandi Smolker
Daftar Isi

Tahukah Bunda tanaman pecut kuda yang bagus untuk kesehatan? Yuk simak informasi selengkapnya mengenai tanaman pecut kuda dan manfaat di baliknya.

Indonesia memiliki beragam tanaman herbal yang telah dimanfaatkan secara turun-temurun sebagai obat tradisional. Salah satu di antaranya tanaman pecut kuda (Stachytarpheta jamaicensis) yang sering tumbuh liar di pekarangan, kebun, maupun tepi jalan.

Meski sering dianggap sebagai gulma, pecut kuda ternyata menyimpan berbagai manfaat yang telah dikenal dalam pengobatan tradisional. Dalam buku 1001 Resep Herbal serta Tanaman Obat Pelancar Air Seni, pecut kuda disebut sebagai tanaman yang memiliki kandungan senyawa aktif dan dimanfaatkan untuk membantu mengatasi sejumlah keluhan kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Seluruh bagian tanaman ini dapat digunakan sebagai bahan ramuan herbal, mulai dari daun, batang, hingga bunganya. Mari mengenal lebih dekat dengan tanaman pecut kuda.

Mengenal tanaman pecut kuda

Pecut kuda memiliki nama ilmiah Stachytarpheta jamaicensis (L.) Vahl. Tanaman ini dikenal dengan berbagai nama daerah, seperti jarong lalaki, sekar lanu, dan laler meneng. Di beberapa negara, tanaman ini juga dikenal dengan nama yu long bian.

Secara botani, pecut kuda termasuk ke dalam famili Verbenaceae. Tanaman ini mudah tumbuh di daerah tropis dan tidak memerlukan perawatan khusus sehingga banyak ditemukan tumbuh secara alami di berbagai wilayah Indonesia.

Mengandung senyawa kimia bermanfaat

Menurut literatur herbal, pecut kuda mengandung senyawa alkaloid dan glikosida. Kedua kandungan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa tanaman ini banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional.

Selain kandungan kimianya, pecut kuda juga memiliki efek farmakologis yang dikenal sebagai diuretik atau membantu meningkatkan produksi urine. Tanaman ini juga disebut memiliki sifat antiradang yang berpotensi membantu meredakan peradangan pada tubuh.

Manfaat tanaman pecut kuda

Berbeda dengan beberapa tanaman obat yang hanya memanfaatkan bagian tertentu, seluruh bagian pecut kuda dapat digunakan sebagai bahan ramuan herbal. Baik daun, batang, bunga, maupun bagian lainnya bisa diolah sesuai kebutuhan pengobatan tradisional.

Perbanyakan tanaman ini juga relatif mudah karena dapat dilakukan melalui anakan yang tumbuh di sekitar tanaman induk. Hal tersebut membuat pecut kuda cukup mudah dibudidayakan sebagai tanaman obat keluarga.

Simak manfaat tanaman pecut kuda untuk kesehatan.

1. Atasi infeksi dan batu pada saluran kemih

Salah satu manfaat yang paling dikenal dari pecut kuda adalah membantu mengatasi infeksi serta batu pada saluran kemih. Dalam pengobatan tradisional, tanaman ini direbus bersama air hingga tersisa setengah bagian, kemudian air rebusannya diminum secara teratur.

Khasiat ini diduga berkaitan dengan efek diuretik yang dimiliki pecut kuda. Dengan meningkatnya produksi urine, tubuh dapat membantu membersihkan saluran kemih dan mendukung proses pembuangan zat-zat sisa.

2. Digunakan sebagai pembersih darah

Ramuan pecut kuda juga secara tradisional digunakan sebagai pembersih darah. Penggunaannya dilakukan dengan merebus tanaman segar atau kering hingga menghasilkan air rebusan yang siap diminum.

Masyarakat sejak lama memanfaatkan ramuan ini sebagai bagian dari perawatan kesehatan alami. Meskipun demikian, penggunaannya tetap perlu disertai kehati-hatian dan tidak menggantikan pengobatan medis yang direkomendasikan tenaga kesehatan.

3. Bantu atasi haid tidak lancar

Selain digunakan sebagai pelancar air seni, pecut kuda juga dikenal dalam pengobatan tradisional untuk membantu mengatasi gangguan menstruasi, terutama haid yang tidak lancar. Ramuan herbal dari tanaman ini dipercaya membantu memperlancar siklus menstruasi apabila dikonsumsi sesuai aturan tradisional. Namun manfaat tersebut masih memerlukan penelitian ilmiah lebih lanjut untuk membuktikan efektivitas dan keamanannya secara medis.

4. Berpotensi membantu pengobatan hepatitis

Dalam buku 1001 Resep Herbal, bunga beserta tangkai pecut kuda disebut sebagai salah satu bahan ramuan tradisional yang digunakan untuk membantu mengatasi hepatitis. Bagian tanaman tersebut direbus hingga airnya berkurang, kemudian disaring dan diminum.

Ramuan biasanya ditambahkan gula batu untuk memperbaiki rasa. Penggunaannya dilakukan secara rutin sesuai petunjuk pengobatan tradisional yang tercantum dalam resep herbal.

Meski telah lama digunakan sebagai tanaman obat tradisional, penggunaan pecut kuda tetap perlu dilakukan dengan bijaksana. Herbal tidak selalu cocok untuk semua orang, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, atau Bunda yang sedang menjalani terapi obat tertentu.

Sebelum menggunakan pecut kuda sebagai pengobatan alternatif, konsultasi dengan dokter tetap disarankan. Dengan penggunaan yang tepat, tanaman yang sering tumbuh liar ini dapat menjadi salah satu kekayaan herbal Indonesia yang bermanfaat bagi kesehatan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda