moms-life
7 Kebiasaan Ini Sering Dilakukan People Pleaser Tanpa Sadar
HaiBunda
Selasa, 23 Jun 2026 17:30 WIB
Istilah people pleaser mungkin sudah tidak asing lagi didengar belakangan ini ya, Bunda. Sekilas, sikap ini dianggap sebagai bentuk kepedulian dan kebaikan kepada orang lain.
Namun di balik keinginan untuk selalu menyenangkan orang lain, ada sisi lain yang kerap tidak disadari. Tidak sedikit orang yang justru mengabaikan kebutuhan diri sendiri demi mendapatkan penerimaan dari orang lain.
Bagi sebagian orang, menjadi people pleaser bukan sekadar sifat bawaan. Kebiasaan ini bisa terbentuk sejak lama sebagai cara untuk menghindari konflik, penolakan, atau perasaan tidak nyaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Psikoterapis sekaligus penulis buku Are You Mad at Me? How to Stop Focusing on What Others Think and Start Living for You, Meg Josephson, LCSW, menjelaskan bahwa penting untuk mengenali hal ini agar seseorang bisa menjalani hidup dengan lebih sehat.
Oleh karena itu, Josephson membagikan beberapa kebiasaan yang sering dilakukan people pleaser tanpa mereka sadari. Berikut penjelasan selengkapnya, Bunda.
7 kebiasaan yang sering dilakukan people pleaser tanpa sadar
Sebagai seorang psikoterapis, Josephson mengungkapkan bahwa ada sejumlah perilaku yang terlihat pada orang dengan kecenderungan people pleaser. Berikut beberapa di antaranya, dikutip dari laman Parade.
1. Terlalu banyak memikirkan interaksi sosial
Salah satu kebiasaan pada people pleaser adalah terlalu banyak memikirkan setiap interaksi sosial yang terjadi. Hal-hal kecil dapat membuat pikiran jadi mudah khawatir.
Josephson menjelaskan bahwa kondisi ini biasanya membuat seseorang sangat bergantung pada penerimaan orang lain. Rasa aman mereka pun kerap ditentukan dari apakah orang lain terlihat senang atau tidak.
"Ketika kita terjebak dalam respons menjilat, rasa aman kita terletak pada pengetahuan bahwa orang lain menyukai kita dan senang dengan kita," kata Josephson.
"Karena itu, kita sering kali sangat waspada dalam hubungan kita dan bahkan hal terkecil sekali pun. Ketika seseorang melihat cerita Instagram kita tetapi belum membalas pesan kita dan kita mungkin berpikir, 'Apakah saya melakukan sesuatu yang salah?'" ujarnya.
2. Merasa diri selalu salah
Sebagian people pleaser juga merasa dirinya selalu melakukan kesalahan atau takut akan memicu masalah dalam hubungan. Inilah sebabnya, mereka jadi lebih berhati-hati dalam bersikap.
Josephson mengatakan bahwa kondisi ini dapat terbentuk dari pengalaman masa kecil. Terlebih jika seseorang tidak tahu bagaimana menyelesaikan masalah di sekitarnya.
3. Menghindari konflik sebisa mungkin
Banyak people pleaser menghindari konflik karena merasa hal itu sangat menegangkan. Josephson menjelaskan bahwa pola seperti ini bisa terbawa hingga dewasa.
Apalagi jika sejak kecil tidak terbiasa melihat konflik diselesaikan dengan cara yang sehat dan penuh empati, Bunda.
"Sering kali, sebagai orang dewasa, kita mungkin menghindari konflik dengan segala cara karena kita percaya, "Jika saya berkonflik dengan orang ini, hubungan akan hancur atau berakhir, dan tidak ada jalan kembali," katanya.
4. Terlalu membebani diri dan sulit berkata "Tidak"
Selanjutnya, people pleaser tak jarang merasa harus selalu melakukan lebih banyak agar bisa diterima dan disukai, Bunda. Mereka cenderung mengabaikan kebutuhan diri sendiri demi orang lain.
Josephson menjelaskan bahwa kondisi ini membuat seseorang sering mengatakan "ya" meski sebenarnya ingin menolak. Menurutnya, hal ini menyebabkan seseorang menekan keinginannya dan lebih menyenangkan orang lain.
Jika terus dilakukan, lambat laun mereka bisa kesal karena kebutuhan pribadi tidak pernah benar-benar terpenuhi.
5. Merasa seperti sedang berakting dalam hubungan
Dalam keseharian, people pleaser kerap merasa seperti sedang menjalani peran tertentu di hadapan orang lain. Mereka berusaha menyesuaikan diri agar selalu terlihat menyenangkan di setiap situasi.
Kondisi ini membuat mereka menyembunyikan sisi diri yang sebenarnya, Bunda. Hal ini juga dapat mengakibatkan rasa malu yang cukup besar, yaitu "Apakah saya palsu? Apakah saya hanya membodohi semua orang?".
6. Merasa tidak mengenal diri sendiri
Sebagian people pleaser bisa sampai pada tahap merasa bingung dengan jati dirinya sendiri, lho. Mengapa demikian? Ini terjadi karena mereka terlalu fokus pada orang lain dibandingkan diri sendiri.
Josephson menuturkan bahwa kebiasaan selalu menyenangkan orang lain membuat seseorang lebih banyak memperhatikan reaksi dan perasaan orang lain. Itu sebabnya, mereka jadi kurang peduli dengan emosi dan kebutuhan pribadinya sendiri.
"Seiring waktu, hal ini dapat membuat orang yang selalu berusaha menyenangkan orang lain merasa seperti, 'Siapakah saya? Siapakah saya ketika saya tidak diperhatikan dan berusaha menyenangkan orang lain?'" ungkap Josephson.
7. Mereka perlu menjaga emosi orang lain
Berikutnya, people pleaser suka merasa bertanggung jawab atas perasaan orang-orang di sekitarnya. Mereka berusaha menjaga suasana supaya tidak ada yang merasa kecewa atau marah.
Namun, kebiasaan ini terasa melelahkan jika dilakukan terus-menerus dalam setiap hubungan. Mereka mudah merasa bersalah ketika orang lain terlihat tidak bahagia.
Itulah beberapa kebiasaan yang sering dilakukan oleh people pleaser tanpa mereka sadari. Semoga bisa menambah wawasan baru, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Anniversary Mommies Daily ke-10 Ajak Bunda Lebih Peduli Kesehatan Mental
Mom's Life
10 Tanda Seseorang Terlahir People Pleaser, Si Sulit Bilang Tidak
Mom's Life
Tanpa Disadari, Ini 6 Tanda Seseorang Sedang Dimanfaatkan Menurut Psikolog
Mom's Life
Tes Kesehatan Mental untuk Mendeteksi Psikologi Seseorang
Mom's Life
Apakah Bunda Termasuk People Pleaser? Pahami Arti dan Cirinya di Sini
5 Foto
Mom's Life
5 Potret Zhao Lusi Bintang Hidden Love Sebelum Jatuh Sakit hingga Pakai Kursi Roda dan Akui Alami Depresi
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
10 Tanda Seseorang Terlahir People Pleaser, Si Sulit Bilang Tidak
Ciri Kepribadian Orang yang Tak Suka Berbagi Makanan, Tak Selalu karena Pelit
5 Kebiasaan yang Dilakukan Orang Bahagia Menurut Psikolog