Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Cara Mengenali Orang Cerdas Hanya dari Kebiasaan dan Cara Berbicara

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 18 Jun 2026 11:30 WIB

Shot of two confident female colleagues walking and talking next to an office building. Businesswomen in meeting using digital tablet and discussing business strategy. Creative business persons discussing new project and sharing ideas while walking in front of their office building.
Ilustrasi cara mengenali orang cerdas hanya dari kebiasaan dan cara berbicara / Foto: Getty Images/VioletaStoimenova
Daftar Isi
Jakarta -

Banyak orang menganggap kecerdasan hanya dapat terlihat dari nilai akademis, kemampuan berbicara, atau prestasi yang diraih. Padahal, orang cerdas sering kali menunjukkan kepintarannya dari kebiasaan sehari-hari, Bunda.

Penelitian yang diterbitkan dari jurnal Healthcare (Basel) tahun 2021 menunjukkan bahwa memiliki kecerdasan dapat melindungi kita dari tekanan emosional yang dapat muncul di bidang karier tertentu. Kita juga dapat menjalin hubungan yang dengan seseorang yang membutuhkan jaminan ekstra karena memiliki kepekaan secara emosional.

Nah, mengenali kebiasaan-kebiasaan orang cerdas bisa jadi penting, Bunda. Hal tersebut dapat membuat kita memahami bahwa kecerdasan tidak selalu tampak mencolok, tapi juga bisa tercermin dari cara bicara, tindakan, dan pola hidup yang konsisten. Pada akhirnya, kita mungkin dapat menerapkan kebiasaan tersebut dalam keseharian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Lantas, bagaimana cara mengenali orang cerdas dari kebiasaan dan cara berbicaranya?

Simak penjelasan Bubun berikut ini ya.

Cara mengenali orang cerdas

Melansir dari beberapa sumber, berikut cara mengenali orang cerdas hanya dari kebiasaan dan cara berbicaranya:

1. Orang cerdas suka memperhatikan ekspresi mikro orang lain

Salah satu tanda pasti orang cerdas, terutama cerdas secara emosional, adalah ia suka memperhatikan ekspresi mikro orang lain. Mikroekspresi adalah ekspresi singkat, yang mudah terlewatkan, dan sering kali tidak disengaja.

Mikroekspresi dapat mengungkapkan bagaimana perasaan seseorang yang sebenarnya. Dr. Francheska Perepletchikova, PhD, mengatakan bahwa gerak tubuh dan ekspresi sama pentingnya dalam komunikasi seperti kata-kata.

"Dalam interaksi tatap muka, komunikasi bukan hanya tentang makna kata-kata yang kita ucapkan. Nada bicara, cara kita memberi isyarat saat berbicara, ketidaksesuaian antara ekspresi dan pernyataan, semuanya berkontribusi pada gambaran yang lebih lengkap dan pemahaman intuitif tentang apa yang sebenarnya dibicarakan, meskipun tidak pernah diucapkan secara lantang," ungkap Perepletchikova, dilansir laman Parade.

"Ekspresi mikro dapat mengungkap dimensi yang sama sekali baru dari seseorang dan menjelaskan motivasi serta niat mereka yang tidak terucapkan dalam tanggapan mereka yang telah dipertimbangkan dan disensor dengan cermat," sambungnya.

2. Orang cerdas suka memperhatikan postur dan gerak tubuh orang lain

Menurut Perepletchikova, postur dan gerak tubuh dapat mengungkapkan informasi tambahan tentang isi pikiran seseorang yang tidak dapat disembunyikan hanya melalui ekspresi wajah. Nah, orang yang cerdas biasanya suka memperhatikan hal ini saat berinteraksi dengan orang lain, Bunda.

"Seseorang mungkin mahir menjaga ekspresi wajah tetap datar, tetapi gagal memperhatikan jari mereka yang mengetuk di samping tubuh saat berbohong, atau secara alami bersandar pada kaki kiri saat benar-benar nyaman," ujarnya.

"Meskipun implikasi dari gerakan-gerakan ini mungkin tidak langsung terlihat seperti ekspresi wajah, individu dengan tingkat kecerdasan emosional yang tinggi akan mulai secara intuitif melihat pola dalam cara seseorang bertindak dan menyusun makna yang sebenarnya mungkin tersirat selama interaksi."

3. Orang cerdas mampu secara akurat menilai intonasi suara dan pola bicara orang lain

Perepletchikova menjelaskan bahwa mereka yang memiliki kecerdasan emosional dapat secara akurat menilai nada suara dan pola bicara seseorang. Mereka mampu mengungkapkan bahwa ada lebih banyak makna di balik kata-kata seseorang daripada yang tersirat.

Jenis isyarat sosial yang halus mungkin tidak diperhatikan oleh orang awam, tetapi jelas bagi individu yang cerdas. Namun yang penting, mereka juga peduli tentang apa arti dari isyarat-isyarat ini, Bunda.

"Seseorang dengan kecerdasan emosional yang tinggi tidak hanya memperhatikan nada bicara secara keseluruhan. Mereka memperhatikan seseorang yang berbicara lebih cepat dan lebih keras atau perubahan dalam diksi. Mereka mungkin memperhatikan aksen seseorang yang menjadi lebih kental," ujar Perepletchikova.

4. Orang cerdas mampu memahami kapan seseorang membutuhkan ruang pribadi

Orang yang cerdas umumnya menyadari ketika seseorang membutuhkan ruang atau ingin batasan mereka dihormati. Perepletchikova mengatakan bahwa para empati sering kali memiliki kecerdasan emosional yang tinggi dan mampu menangkap hal tersebut.

Jika Bunda termasuk orang yang suka berempati, maka biasanya mudah untuk terjebak dalam keinginan untuk 'memperbaiki' masalah orang lain tanpa memberi mereka ruang yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan masalah. Seseorang yang memiliki kecerdasan emosional tinggi akan menilai peran mereka sendiri dalam situasi tersebut dan memilih mundur selangkah bila merasa bahwa individu tersebut membutuhkan waktu dan ruang.

"Seseorang dengan kecerdasan emosional tinggi tidak hanya tahu kapan perlu memberi keheningan dan ruang. Kecerdasan emosional bukan hanya memperhatikan emosi orang lain, tetapi juga memahami cara menangani emosi sendiri," kata Perepletchikova.

5. Orang cerdas memiliki rasa ingin tahu yang besar

Dikutip dari laman Times of India, cara mengenali orang cerdas juga dapat dilihat dari caranya bereaksi ketika dihadapkan dengan informasi baru. Orang-orang ini biasanya memiliki rasa ingin tahu yang besar untuk mengetahui informasi dengan lebih detail.

Jika kita suka penasaran dengan segala sesuatu yang terjadi di sekitar dan di dunia, bisa jadi kita termasuk orang yang cerdas. Mengajukan pertanyaan dan bertanya-tanya tentang bagaimana segala sesuatu bekerja di sekitar bukanlah sikap terlalu ingin tahu, melainkan pengamatan yang jeli dan cukup cerdas untuk belajar lebih banyak.

Ingat ya, pengetahuan berasal dari keinginan untuk belajar dan mengetahui lebih banyak, dan rasa ingin tahu hanyalah bagian dari itu semua, Bunda.

6. Orang cerdas tahu cara mengendalikan dirinya sendiri

Kemampuan mengontrol emosi dan mengendalikan diri sendiri merupakan kebiasaan yang sering ditunjukkan oleh orang cerdas. Mereka tidak suka bertindak gegabah ketika dihadapkan dengan suatu masalah.

Mengendalikan emosi atau keputusan impulsif juga dapat menunjukkan kedewasaan. Jika seseorang tidak bereaksi cepat terhadap situasi dan meluangkan waktu untuk menganalisisnya sebelum mengambil keputusan, itu adalah tanda bahwa ia cerdas.

Demikian cara mengenali orang cerdas hanya dari kebiasaan dan cara berbicaranya. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda