Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Kabah Bersolek dengan Kiswah Baru, Ini Sosok Seniman di Balik Kaligrafi Megahnya

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Rabu, 17 Jun 2026 21:30 WIB

Ilustrasi Ka'bah
Ilustrasi Ka'bah / Foto: Getty Images/iStockphoto/Aviator70
Jakarta -

Belum lama ini, otoritas Arab Saudi melakukan penggantian kiswah Ka’bah bertepatan dengan 1 Muharram 1448 H. Prosesi sakral yang rutin dilakukan setiap tahun ini kembali menarik perhatian umat muslim di seluruh dunia, Bunda.

Di balik megahnya kiswah baru yang menyelimuti Ka’bah, terdapat para pengrajin dan seniman terampil yang berperan penting dalam proses pembuatannya. Keahliannya menghasilkan detail kaligrafi yang menjadi ciri khas kiswah.

Sosok di balik pembuatan kiswah tersebut pun tak luput dari sorotan publik. Lantas, siapakah seniman tersebut? Simak selengkapnya berikut ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Pergantian kiswah Ka’bah

Suasana khidmat menyelimuti Masjidil Haram saat proses pergantian kiswah Ka’bah dilaksanakan pada Senin (15/6/2026). Momen istimewa tersebut berlangsung bertepatan dengan pergantian tahun dalam kalender Islam, yakni 1 Muharram 1448 H.

Dilansir detikcom, tahapan pemasangan dilakukan secara bertahap oleh tim khusus yang telah ditugaskan. Kain penutup lama dilepas dengan hati-hati sebelum digantikan oleh kiswah baru hingga seluruh permukaan bangunan suci itu kembali terselimuti sempurna.

Pembuatan penutup Ka’bah ini menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi, Bunda. Di antaranya 825 kilogram sutra alami, 47 gulungan sutra hitam, serta 400 kilogram kapas mentah sebagai lapisan bagian dalam.

Selain itu, terdapat juga 60 kilogram perak murni dan 120 kilogram benang berlapis emas yang digunakan untuk menyulam ayat-ayat suci Al-Qur’an serta berbagai ornamen indah.

Bagi umat muslim, tradisi tahunan tersebut memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar mengganti kain penutup Ka’bah.

Momen ini menjadi pengingat untuk memperbarui keimanan, memperbanyak introspeksi diri, dan memanjatkan doa agar senantiasa mendapat ampunan serta keberkahan dari Allah SWT di awal tahun Hijriah.

Seniman kaligrafi kiswah Ka’bah

Di balik kemegahan kiswah Ka’bah, tersimpan sejarah panjang dan dedikasi para perajin yang diwariskan dari generasi ke generasi. Salah satu sosok yang paling dihormati dalam perjalanan pembuatannya adalah almarhum Abdul Rahim Amin Bukhari.

Abdul Rahim Amin Bukhari lahir d Makkah pada 1917. Ia dikenal memiliki kemampuan kaligrafi Arab yang menonjol sejak masih muda dan kemudian mengabdikan keahliannya untuk merancang berbagai elemen seni pada kiswah selama puluhan tahun.

Selama berkarya, Bukhari berperan dalam memperindah tulisan kaligrafi dan ornamen yang menghiasi kain pentup Ka’bah. Karyanya dapat ditemukan pada berbagai detail penting, mulai dari sulaman ayat-ayat Al-Qur’an hingga desain dekoratif yang menjadi ciri khas kiswah.

Ia terlibat dalam pembuatan 21 kiswah serta mengawasi pengerjaan dekorasi beberapa bagian Ka’bah. Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasinya, namanya pernah diabadikan pada kiswah di era pemerintahan Raja Faisal.

Hingga kini, tradisi pembuatan kiswah terus dilestarikan oleh Arab Saudi melalui pusat produksi khusus yang menangani seluruh proses pengerjaannya. Pembuatan satu kiswah melibatkan banyak perajin dan ahli tekstil yang bekerja selama berbulan-bulan dengan ketelitian tinggi.

Kain penutup Ka’bah dibuat dari sutra alami berkualitas premium dan dihiasi sulaman ayat-ayat suci Al-Qur’an menggunakan benang berlapis emas dan perak.

Sebelum dipasang, setiap bagian diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan kualitas kaligrafi, pola hias, serta sambungan kain sesuai standar yang ditetapkan.

Saat pergantian kiswah dilakukan, petugas terlebih dahulu melepas bagian-bagian sulaman dan ornamen dari kiswah lama sebelum menurunkannya secara bertahap. Setelah itu, lembaran kiswah baru dipasang pada keempat sisi Ka’bah dengan sangat hati-hati agar seluruh bagian menyatu dengan sempurna.

Tradisi tahunan ini bukan sekadar proses mengganti kain penutup Ka’bah. Bagi umat Islam, momen tersebut juga menjadi simbol pembaruan diri, refleksi spiritual, dan harapan untuk memasuki tahun Hijriah yang baru dengan keimanan yang lebih baik.

Nah, itulah seniman yang dihormati di balik kaligrafi kiswah Ka’bah. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda