Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Niat Puasa 1-10 Muharram dan Qadha Ramadhan Lengkap Arab, Latin & Artinya

Azhar Hanifah   |   HaiBunda

Senin, 15 Jun 2026 19:30 WIB

Muslim woman in hijab making dua before breaking fast during Ramadan. Spiritual moment before iftar meal at home with traditional food on the table, representing Islamic culture, faith, gratitude, and family dining during the holy month.
Ilustrasi Niat Puasa 1-10 Muharram dan Qadha Ramadhan Lengkap Arab, Latin & Artinya / Foto: Getty Images/golfcphoto
Daftar Isi

Puasa Muharram menjadi salah satu amalan sunah yang banyak dikerjakan umat Islam saat memasuki Tahun Baru Hijriah. Bulan Muharram termasuk bulan yang dimuliakan Allah SWT, sehingga berbagai ibadah yang dilakukan pada bulan ini memiliki keutamaan tersendiri.

Selain puasa Tasua dan Asyura yang sangat dianjurkan, tidak sedikit pula yang masih memiliki utang puasa Ramadan dan ingin mengqadha-nya di bulan Muharram.

Lalu, bagaimana hukum menggabungkan puasa Muharram dengan qadha Ramadan? Apa saja bacaan niat puasa Muharram dari tanggal 1 hingga 10 Muharram lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut ini, Bunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Hukum puasa 1-10 Muharram berturut-turut

Pada bulan Muharram, puasa sunah yang paling dianjurkan adalah puasa Tasua pada 9 Muharram dan puasa Asyura pada 10 Muharram. Mengutip buku Kedahsyatan Puasa karya M. Syukron Maksum dijelaskan bahwa puasa Asyura termasuk sunah muakkadah atau sunah yang sangat dianjurkan.

Salah satu keutamaannya adalah menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil yang dilakukan selama setahun sebelumnya.

Anjuran menjalankan puasa Asyura didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah RA. Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa Asyura tidak bersifat wajib, tetapi sangat dianjurkan bagi siapa saja yang ingin melaksanakannya.

Selain itu, puasa Tasua yang dikerjakan pada 9 Muharram juga memiliki kedudukan istimewa. Rasulullah SAW bahkan pernah mengungkapkan keinginannya untuk berpuasa pada tanggal tersebut pada tahun berikutnya. Namun, beliau wafat sebelum sempat melaksanakannya.

Ibnu Abbas RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Jika aku masih hidup hingga tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada hari kesembilan (Tasua)." (HR Muslim).

Dalam buku Meraih Surga dengan Puasa karya H. Herdiansyah Achmad Lc disebutkan bahwa tidak ada hari di bulan Muharram yang dilarang atau dimakruhkan untuk berpuasa, sehingga memperbanyak ibadah puasa pada bulan ini menjadi amalan yang dianjurkan.

Apakah boleh puasa Muharram sekaligus qadha Ramadhan?

Mengutip detikcom, praktik menggabungkan dua niat ibadah dalam satu amalan dikenal dengan istilah tasyrikunniyat. Para ulama memiliki pandangan yang berbeda terkait hukum penggabungan niat antara ibadah wajib dan sunah. Secara umum, terdapat tiga pendapat utama, yaitu:

  1. Sah menggabungkan niat ibadah wajib dan sunah, sehingga keduanya dianggap sah. Contohnya, menggabungkan niat mandi wajib karena junub dengan mandi sunah sebelum salat Jumat, atau menggabungkan puasa qadha Ramadhan dengan puasa sunah Arafah.
  2. ah hanya ibadah wajibnya, sedangkan ibadah sunah yang digabungkan tidak dihitung. Contohnya niat haji wajib tanpa sunah.
  3. Sah hanya ibadah sunahnya, sementara ibadah wajib tidak terpenuhi. Pendapat ini berlaku pada beberapa bentuk penggabungan niat yang dinilai tidak memenuhi syarat untuk ibadah wajib.

Dari perbedaan pandangan tersebut, sebagian ulama menganjurkan agar puasa qadha Ramadhan dan puasa sunah, termasuk puasa Muharram, dilakukan secara terpisah. 

Pandangan serupa juga dijelaskan dalam kitab Mughnil Muhtaj karya Al-Khatib Asy-Syarbini. Dalam kitab tersebut disebutkan bahwa seseorang yang masih memiliki utang puasa Ramadhan sebaiknya segera menunaikan qadha-nya terlebih dahulu sebelum memperbanyak puasa sunah.

Sementara itu, ada pula ulama yang memperbolehkan pelaksanaan puasa qadha Ramadhan bersamaan dengan puasa sunah. Dalam kitab Al-Mustarsyidin, sejumlah pendapat ulama dirangkum sebagai berikut:

  • Ibnu Hajar berpendapat bahwa orang yang menjalankan puasa qadha dapat memperoleh pahala puasa sunah sekaligus apabila ia turut meniatkan puasa sunah tersebut.
  • Imam Romli menyatakan bahwa pahala puasa sunah tetap bisa diperoleh meskipun tidak ada niat khusus untuk puasa sunah, selama puasa qadha dilakukan pada hari yang memang dianjurkan untuk berpuasa sunah.
  • Abu Makromah berpendapat bahwa puasa qadha dan puasa sunah tidak dapat digabungkan dalam satu niat.

Dengan demikian, sebagian ulama memperbolehkan menggabungkan puasa Muharram yang bersifat sunah dengan puasa qadha Ramadhan yang hukumnya wajib, sedangkan sebagian lainnya tidak membolehkannya.

Karena adanya perbedaan pendapat tersebut, setiap Muslim dapat mengikuti pandangan ulama yang diyakini paling kuat dan sesuai dengan pemahamannya.

Niat puasa Muharram hari ke 1 sampai 8

Berikut niat puasa Muharram yang bisa Bunda lafalkan dari hari ke 1 sampai 8:

نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta'âlâ.

Artinya: "Saya niat puasa Muharram karena Allah ta'âlâ."

Niat puasa Muharram hari ke 9 atau Tasua

Berikut bacaan niat puasa sunah Tasua yang dilaksanakan pada 9 Muharram, Bunda!

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatit Tasû'â lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku berniat puasa sunah Tasu'a esok hari karena Allah SWT."

Niat puasa Muharram hari ke 10 atau Asyura

Usai menjalankan puasa Tasua, Bunda dapat melanjutkannya dengan melaksanakan puasa Asyura yang dikerjakan pada 10 Muharram. Berikut ini lafaz niat puasa Asyura yang bisa dibaca.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT."

Niat puasa Muharram dan qadha Ramadhan

Bagi Bunda yang berencana menjalankan puasa sunah Muharram sekaligus mengganti puasa Ramadan yang masih tertinggal, niat yang dibaca cukup niat puasa qadha Ramadan.

Hal ini karena qadha Ramadan merupakan ibadah wajib yang memiliki prioritas untuk didahulukan. Berikut bacaan niat yang dapat Bunda lafalkan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah Swt."

Bolehkah menggabung puasa 1 Muharram dengan puasa Senin Kamis?

Puasa Senin Kamis termasuk salah satu ibadah sunah yang sangat dianjurkan dan rutin dikerjakan oleh Rasulullah SAW.

Lalu, bagaimana jika tanggal 1 Muharram atau hari-hari lain di bulan Muharram bertepatan dengan hari Senin atau Kamis? Apakah kedua puasa sunah tersebut dapat dilaksanakan sekaligus?

Mengutip buku Siapa Berpuasa Dimudahkan Urusannya karya Khalifa Zain Nasrullah, puasa sunah Muharram dan puasa Senin Kamis boleh digabungkan apabila jatuh pada hari yang sama.

Dengan demikian, seseorang dapat menjalankan kedua amalan sunah tersebut dalam satu kali puasa dan memperoleh keutamaan dari keduanya.

Pendapat tersebut sejalan dengan pandangan ulama fikih terkemuka, Wahbah az-Zuhaili. Dalam kitab Al-Fiqhu al-Islamiyyu wa Adillatuhu yang diterjemahkan oleh Abdul Hayyie Al-Kattani, beliau menjelaskan bahwa menggabungkan dua ibadah sunah dalam satu niat, termasuk puasa Muharram dan puasa Senin Kamis, diperbolehkan dan dinilai sah.

Kebolehan ini juga didukung oleh ulama mazhab Syafi'i. Dalam kitab Al-Majmu', Imam an-Nawawi menerangkan bahwa penggabungan dua niat untuk amalan sunah merupakan praktik yang telah diterima dalam kajian fikih.

Bacaan niat puasa Muharram sekaligus puasa Senin Kamis: arab, latin, dan artinya

Saat menjalankan puasa di awal bulan Muharram, apabila tanggal 1–10 Muharram bertepatan dengan hari Senin atau Kamis, Bunda dapat meniatkan puasa Muharram sekaligus puasa Senin Kamis.

Niat yang dibaca dapat disesuaikan dengan hari pelaksanaannya. Berikut lafaz niat yang dapat Bunda amalkan:

Niat puasa sunah Senin

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku berniat puasa sunah hari Senin karena Allah ta'âlâ."

Niat puasa sunah Kamis

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku berniat puasa sunah hari Kamis karena Allah ta'âlâ."

Tata cara puasa Muharram

Puasa 1 Muharram dilaksanakan dengan tata cara yang sama seperti puasa sunah pada umumnya. Agar ibadah berjalan dengan baik, Bunda dapat mengikuti beberapa langkah berikut:

  1. Membaca niat puasa pada malam hari hingga sebelum terbit fajar. Niat menjadi penanda kesungguhan hati dalam menjalankan ibadah puasa.
  2. Melaksanakan sahur sebelum waktu Subuh. 
  3. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan perbuatan lainnya yang dapat membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam.
  4. Menjaga perilaku dan lisan selama berpuasa. Selain menahan lapar dan dahaga, Bunda juga dianjurkan untuk menghindari perkataan buruk, ghibah, serta berbagai perbuatan maksiat. Rasulullah SAW bersabda:
    كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعِ وَالْعَطَشِ (رواه النسائي وابن ماجه من حديث أبي هريرة)
    Artinya: “Banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain rasa lapar dan dahaga.: (HR an-Nasa'i dan Ibnu Majah dari riwayat hadits Abu Hurairah ra).
  5. Menyegerakan berbuka puasa ketika waktu Maghrib tiba.

Keutamaan puasa sunah Muharram

Puasa sunah di bulan Muharram memiliki banyak keistimewaan yang membuatnya sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Mengutip dari detikcom, berikut sejumlah keutamaan puasa Muharram:

  1. Menjadi salah satu puasa sunah yang paling utama. Karena itu, puasa yang dikerjakan pada bulan ini termasuk amalan sunah yang memiliki keutamaan besar di sisi-Nya.
  2. Dilaksanakan pada bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Muharram termasuk dalam kelompok Al-Asyhurul Hurum atau empat bulan suci yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam.
  3. Mendapat pahala yang berlipat ganda. Dalam salah satu hadis yang diriwayatkan At-Thabarani, disebutkan bahwa orang yang berpuasa sehari di bulan Muharram akan memperoleh pahala yang sangat besar.
    عَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ صَامَ يَوْمَ عَرَفَةَ كَاَن لَهُ كَفَارَةً سَنَتَيْنِ، وَمَنْ صَامَ يَوْمًا مِنَ الْمُحَرَّمِ فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ ثَلَاثُونَ يَوْمًا. (رواه الطبراني في الصغير وهو غريب وإسناده لا بأس به)
    Artinya: "Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: 'Rasulullah saw bersabda: 'Orang yang berpuasa pada hari Arafah maka menjadi pelebur dosa dua tahun, dan orang yang berpuasa sehari dari bulan Muharram maka baginya sebab puasa setiap sehari pahala 30 hari puasa'." (HR at-Thabarani dalam al-Mu'jamus Shaghîr. Ini hadits gharîb namun sanadnya tidak bermasalah). (Abdul Adhim bin Abdul Qawi al-Mundziri, at-Targhîbu wat Tarhîbu minal Hadîtsisy Syarîf, [Beirut, Dârul Kutubil 'Ilmiyyah], juz II, h. 70).
  4. Puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Muslim.
    عَنْ أَبي قَتَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صِيامِ يَوْمِ عَاشُوراءَ، فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ المَاضِيَةَ. (رواه مسلم)
    Artinya: "Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra: sungguh Rasulullah saw bersabda pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: 'Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat'." (HR Muslim)
  5. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk tidak hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram, tetapi juga menambah puasa pada tanggal 9 Muharram (Tasua) atau 11 Muharram.
    Anjuran ini bertujuan untuk membedakan amalan umat Islam dengan tradisi puasa yang dilakukan kaum Yahudi pada hari Asyura.
    Dalam hadis disebutkan:
    Rasulullah SAW bersabda, "Puasalah kalian pada hari Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi, puasalah kalian sehari sebelum atau sesudahnya." (HR Ahmad)

Itu dia penjelasan mengenai hukum puasa 1–10 Muharram berturut-turut, bacaan niat, tata cara pelaksanaannya, hingga berbagai keutamaan yang bisa diperoleh

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda