Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

9 Kebiasaan Bikin Seseorang Terlihat Insecure Tanpa Sadar Menurut Psikolog

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Senin, 15 Jun 2026 19:50 WIB

Ilustrasi Perempuan Asia
Kebiasaan Bikin Seseorang Terlihat Insecure Tanpa Sadar Menurut Psikolog/ Foto: Getty Images/iStockphoto/narith_2527
Daftar Isi
Jakarta -

Rasa insecure atau tak yakin terhadap diri sendiri mungkin tidak selalu terlihat secara langsung, Bunda. Namun tanpa disadari, beberapa kebiasaan sehari-hari bisa membuat seseorang tampak insecure di mata orang lain.

Sikap-sikap tersebut tidak selalu negatif. Kebiasaan insecure sering kali muncul sebagai bentuk perlindungan diri atau keinginan untuk diterima oleh lingkungan sekitar.

Namun, jika rasa insecure terus-menerus muncul, maka hal itu dapat memengaruhi cara orang lain menilai kepercayaan diri dan karakter diri kita. Pada akhirnya, orang-orang enggan berinteraksi dengan kita.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Lantas, apa saja kebiasaan yang bikin seseorang terlihat insecure tanpa sadar menurut psikolog? Simak penjelasan lengkap dari Bubun berikut ini!

Kebiasaan bikin seseorang terlihat insecure

Melansir dari laman Parade, berikut 9 kebiasaan yang bikin seseorang tampak insecure tanpa disadari:

1. Terus meminta maaf

Kebiasaan mengucapkan 'maaf' untuk hal-hal yang sebenarnya tidak perlu, dapat membuat seseorang tampak tidak percaya diri atau insecure. Kebiasaan ini juga bisa membuat orang lain merasa tidak nyaman.

"Kebiasaan ini dapat menandakan keyakinan mendasar bahwa kehadiran kita adalah suatu ketidaknyamanan dan secara tidak sengaja melatih orang lain untuk menganggap kontribusi kita kurang penting, yang dapat membuat kita tampak tidak percaya diri tanpa disadari," kata psikolog Dr. Jenny Shields.

2. Terlalu banyak menjelaskan tentang diri sendiri

Memberikan penjelasan panjang lebar untuk penolakan sederhana dapat menunjukkan bahwa kita tidak mempercayai keputusan yang kita buat sendiri. Kebiasaan ini bisa jadi muncul karena kita merasa tidak aman dan membutuhkan persetujuan validitas orang lain atas pilihan yang dibuat.

"Misalnya, ketika menolak undangan, orang yang insecure memberikan jawaban panjang selama lima menit tentang semua kewajiban yang saling bertentangan alih-alih mengatakan, 'Saya tidak bisa datang, tetapi terima kasih telah mengundang saya!' Itu memberikan kesan bahwa orang tersebut tidak yakin dengan keputusannya," ungkap Shields.

3. Suka bersembunyi di balik humor

Orang yang insecure suka bersembunyi di balik lelucon, Bunda. Mereka bahkan tak ragu untuk merendahkan dirinya sendiri di depan orang lain untuk menutupi rasa tidak percaya diri.

"Menggunakan lelucon, terutama yang merendahkan diri sendiri, sebagai tameng terhadap kedalaman emosional yang sebenarnya adalah mekanisme pertahanan klasik. Hal itu mengkomunikasikan bahwa seseorang merasa tidak nyaman dengan ketulusan dan tidak mau membiarkan orang lain melihat apa yang di balik persona tersebut," ujar Shields.

"Hal itu dapat membuat seseorang terlihat tidak percaya diri. Bahkan tawa gugup di saat serius justru tidak membuat orang merasa nyaman. Itu memberi tahu orang lain bahwa kita tidak mampu menangani beban percakapan dan tidak percaya diri."

4. Suka mencari kepastian

Orang yang insecure juga suka mencari validasi. Tapi di saat bersamaan, mereka akan membuat orang lain merasa bersalah karena terus dikejar validasi.

"Terus-menerus mencari validasi dengan mengajukan pertanyaan seperti, 'Apakah itu baik-baik saja?' atau 'Apakah saya melakukan pekerjaan dengan baik?' akan mengalihkan tanggung jawab harga diri kita kepada orang lain," kata Shields.

"Hal itu juga membuat orang lain merasa bertanggung jawab untuk mengelola harga diri kita. Misalnya, jika setelah memberikan presentasi, orang tersebut langsung bertanya kepada rekan kerja, 'Apakah itu buruk? Saya merasa saya mengoceh'. Itu sama saja membuat orang tersebut tampak tidak percaya diri tanpa menyadarinya," sambungnya.

5. Menghindari obrolan

Perilaku menghindari obrolan sering kali ditunjukkan orang yang insecure, Bunda. Hal itu hanya menunjukkan bahwa mereka kurang percaya diri di lingkungan yang luas, seperti tempat kerja atau sekolah.

"Mereka mungkin merasa takut akan konsekuensi yang akan terjadi jika mereka berbicara. Ini menunjukkan bahwa mereka kurang memiliki ketegasan untuk menunjukkan apa yang mereka ketahui dan menunjukkan harga diri," ungkap psikolog Dr. Lisa Larsen.

6. Bahasa tubuh yang tampak gugup

Shield mengatakan bahwa bahasa tubuh dapat menceritakan sebuah kisah bahkan sebelum kita mulai berbicara. Bahasa tubuh yang tampak gugup dapat menandakan orang tersebut insecure untuk sekedar bicara atau membahas sebuah topik.

"Membungkuk, gelisah, atau menyilangkan tangan adalah cara untuk menjauh dari suatu situasi. Bahkan jika kita hanya mencoba untuk tidak mengganggu, bahasa tubuh ini dapat merusak kepercayaan diri seseorang," ujar Shields.

7. Terlalu mudah menyetujui sesuatu

Menyetujui setiap pendapat tanpa menawarkan pendapat sendiri dapat membuat kita seperti merasa tidak aman atau insecure. Alih-alih dianggap 'baik', kebiasaan tersebut mungkin malah terlihat kurang memiliki identitas atau memperlihatkan perasaan takut ditolak.

"Terlalu mudah setuju tidak membuat kita menjadi orang yang santai. Hal itu justru dapat membuat kita tampak seperti tidak peduli atau tidak percaya diri dengan pendapat kita sendiri tanpa sengaja," kata psikolog Dr. Caitlin Slavens.

8. Mengimbangi dengan pamer

Orang yang pamer bukan berarti mereka merasa percaya diri, Bunda. Mereka melakukannya karena khawatir seseorang tidak menganggap mereka berharga.

Tanpa disadari, perilaku pamer justru bisa membuat kita terlihat tidak percaya diri di mata orang lain meskipun kita tidak berpikir demikian. "Upaya untuk membuktikan nilai diri dengan daftar prestasi sering kali menjadi bumerang, karena dapat menandakan ketakutan yang lebih besar bahwa kita tidak akan dihargai tanpa hal-hal tersebut," ungkap Shields.

9. Suka mengalihkan pujian kepada orang lain

Orang yang tidak insecure akan menerima pujian dengan baik. Sebaliknya, mereka yang tidak percaya diri lebih suka menghindari pujian karena merasa insecure.

"Menghindari pujian dapat menunjukkan rasa tidak aman tanpa disadari. Hal itu mungkin terjadi karena orang lain pernah merasa iri dan memperlakukan mereka dengan buruk," kata Larsen.

Demikian 9 kebiasaan yang bikin seseorang terlihat insecure tanpa sadar menurut psikolog. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda