Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Kenapa Warga yang Tinggal di Negara Miskin jadi Bekerja Lebih Lama? Ini Faktanya

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Senin, 15 Jun 2026 21:00 WIB

Tired office worker overwhelmed by tasks, taking a break while holding eyeglasses and rubbing her face.
Ilustrasi Kenapa Warga yang Tinggal di Negara Miskin jadi Bekerja Lebih Lama? Ini Faktanya/Foto: Getty Images/Matinee Duangphet
Daftar Isi
Jakarta -

Pekerja di negara miskin bekerja lebih lama dibandingkan pekerja di negara kaya, Bunda. Meski terdengar mengejutkan, berbagai data menunjukkan bahwa masyarakat di negara berpenghasilan rendah menghabiskan lebih banyak waktu untuk bekerja setiap tahunnya

Warga di negara kaya cenderung memiliki waktu kerja yang lebih singkat dibandingkan mereka yang tinggal di negara dengan tingkat kesejahteraan lebih rendah.

Perbedaan ini membuat pekerja di negara miskin sering menghadapi hari kerja yang lebih panjang dan jatah libur yang lebih sedikit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Pekerja di negara miskin bekerja lebih lama

Dilansir Our World in Data, kemakmuran ekonomi di berbagai tempat di dunia saat ini sangat tidak merata. Penduduk Swiss, salah satu negara terkaya di dunia, memiliki pendapatan rata-rata yang lebih dari 15 kali lebih tinggi daripada penduduk Kamboja.

Ketika mempertimbangkan perbedaan kemakmuran seperti itu, pertanyaan yang muncul adalah siapa yang bekerja lebih banyak, orang-orang di negara kaya seperti Swiss atau di negara miskin seperti Kamboja?

Berdasarkan data yang tersedia, pekerja di negara-negara miskin cenderung bekerja lebih banyak. Negara-negara seperti Kamboja atau Myanmar memiliki PDB per kapita terendah, tetapi jam kerja tertinggi.

Di Kamboja, rata-rata karyawan bekerja sekitar 2.500 jam setiap tahun, sekitar 900 jam lebih banyak daripada di Swiss (kurang dari 1.600 jam). Tambahan 900 jam bagi pekerja Kamboja berarti hari kerja yang lebih panjang dan hari libur yang jauh lebih sedikit. 

Jam kerja cenderung berkurang seiring dengan meningkatnya kekayaan suatu negara

Terdapat juga kaitan antara pendapatan nasional dan rata-rata jam kerja, tidak hanya antar negara pada titik waktu tertentu, tetapi juga untuk masing-masing negara dari waktu ke waktu.

Sejak revolusi industri, masyarakat di banyak negara menjadi lebih kaya, dan jam kerja telah berkurang drastis selama 150 tahun terakhir.

Data menunjukkan bahwa seiring meningkatnya pendapatan masyarakat, mereka mampu membeli lebih banyak hal yang mereka sukai, termasuk lebih banyak waktu luang dan sedikit waktu yang dihabiskan untuk bekerja.

Produktivitas tinggi membuat jam kerja lebih singkat

Bunda, salah satu alasan pekerja di negara kaya bisa bekerja lebih sedikit adalah karena tingkat produktivitas mereka lebih tinggi.

Produktivitas adalah kemampuan menghasilkan lebih banyak pekerjaan atau nilai dalam waktu yang sama. Sebagai contoh, seorang pekerja yang didukung teknologi modern dapat menyelesaikan lebih banyak tugas dalam satu jam dibandingkan pekerja yang menggunakan peralatan sederhana. Artinya, hasil yang diperoleh lebih besar, meski waktu kerjanya tidak lebih lama.

Karena mampu menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi per jam, pekerja di negara dengan produktivitas tinggi tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk bekerja.

Sebaliknya, di negara yang produktivitasnya lebih rendah, orang sering kali harus bekerja lebih lama untuk memperoleh hasil yang sama.

Inovasi teknologi membuat pekerjaan lebih cepat selesai

Hubungan antara pendapatan yang lebih tinggi dan jam kerja yang lebih singkat sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi.

Berkat mesin, peralatan modern, pengetahuan, dan metode kerja yang lebih efisien, pekerja dapat menghasilkan lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat.

Salah satu contohnya terlihat di sektor pertanian. Dulu petani membutuhkan banyak tenaga dan waktu untuk menghasilkan panen, tetapi kini bantuan mesin, bibit unggul, serta teknologi pertanian membuat pekerjaan menjadi jauh lebih efisien dan hasilnya meningkat.

Selain itu, bekerja lebih sedikit juga dapat membantu menjaga produktivitas tetap tinggi. Saat seseorang bekerja terlalu lama tanpa istirahat yang cukup, konsentrasi dan kinerjanya cenderung menurun.

Oleh karena itu, jam kerja yang lebih seimbang sering kali membuat pekerja mampu menghasilkan pekerjaan yang lebih baik dalam waktu yang lebih singkat.

Nah, itulah penjelasan mengapa pekerja di negara miskin memiliki jam kerja yang lebih lama. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda