Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

7 Cara Mengenali Seseorang Tidak Jujur dari Ucapannya saat Ngobrol

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Senin, 15 Jun 2026 15:50 WIB

Ilustrasi Perempuan Asia
Ilustrasi 7 Cara Mengenali Seseorang Tidak Jujur dari Ucapannya saat Ngobrol/Foto: Getty Images/iStockphoto/nathaphat
Daftar Isi
Jakarta -

Menjalin percakapan dengan seseorang mungkin kerap membuat Bunda bertanya-tanya apakah semua yang disampaikan benar adanya. Meski tidak mudah dikenali, orang yang tidak jujur sering kali menggunakan kalimat-kalimat tertentu untuk menyembunyikan sesuatu.

Pilihan kata, cara menjawab pertanyaan, hingga pola kalimat yang digunakan kerap memberikan petunjuk yang lebih jelas bagi Bunda untuk menilai kejujuran lawan bicara. Orang yang berbohong biasanya berusaha mengendalikan arah percakapan agar tidak menimbulkan kecurigaan.

Untuk itu, dengan memperhatikan ungkapan tertentu yang sering digunakan, Bunda dapat lebih mudah mengenali tanda-tanda ketidakjujuran sejak awal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


7 Cara mengenali orang yang tidak jujur dari ucapan

Dilansir CNBC make it, berikut beberapa tanda peringatan yang dapat Bunda kenali dari orang yang tidak jujur:

1. Mereka mengatakan “Selalu” dan “Tidak pernah”

Orang yang tidak jujur sering kali menggunakan kata-kata mutlak seperti, “Selalu” atau “Tidak pernah”. Padahal kenyataannya, situasi jarang terjadi secara absolut.

Ungkapan seperti ini sering dipakai untuk memperkuat argumen atau membuat situasi kondisi terdengar lebih meyakinkan daripada yang sebenarnya.

Sebaliknya, orang yang cenderung jujur biasanya menggunakan kata-kata yang lebih realistis, seperti “Sering”, “Biasanya”, atau “Kadang-kadang”, karena mereka memahami bahwa tidak semua hal terjadi sepanjang waktu.

2. Merendahkan pencapaian sendiri untuk mencari perhatian

Sebagian orang tidak membanggakan diri secara terang-terangan, tetapi melakukannya dengan cara yang lebih halus.

Mereka menyelipkan cerita tentang prestasi, koneksi penting, atau keberhasilan pribadi seolah-olah hanya berbagi informasi biasa, padahal tujuannya untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain.

3. Sering merendahkan orang lain untuk mencari dukungan

Orang yang tidak jujur terkadang mencoba mendekatkan diri dengan merendahkan atau memberikan kritik tentang keburukan orang yang dikenal.

Mereka berharap Bunda ikut setuju sehingga tercipta kesan kedekatan dan kepercayaan. Namun, kebiasaan ini justru bisa menimbulkan pertanyaan, jika mereka membicarakan orang lain di belakangnya, bukan tidak mungkin mereka melakukan hal yang sama kepada Bunda saat tidak ada di tempat.

4. Terlalu defensif saat mendapat kritik

Seseorang yang menyembunyikan sesuatu sering kali sulit menerima kritik atau pertanyaan dari orang lain.

Alih-alih memberikan penjelasan yang jelas, mungkin mereka akan mengalihkan topik, bercanda berlebihan, menyangkal, atau bahkan balik menyerang.

Sikap defensif seperti ini dapat menjadi cara untuk menghindari pembahasan yang membuat mereka tidak nyaman atau berisiko mengungkap kebenaran.

5. Suka berdebat untuk memenangkan argumen

Berbeda dengan diskusi sehat, orang yang tidak jujur cenderung fokus memenangkan perdebatan daripada mencari kebenaran. Mereka biasanya menyerang pribadi lawan bicara, menyindir, memutarbalikkan isu, atau mengubah topik pembicaraan.

Tujuannya bukan untuk memperjelas masalah, melainkan mengalihkan perhatian dari fakta yang sebenarnya.

6. Banyak omong kosong

Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah ketika seseorang berbicara panjang lebar, tetapi informasi yang disampaikan sangat sedikit.

Mereka sering menggunakan istilah rumit, pengulangan, atau penjelasan berputar-putar untuk membuat ucapannya terdengar meyakinkan. Sebaliknya, orang yang jujur biasanya menyampaikan pesan secara lebih jelas, langsung, dan mudah dipahami lawan bicara.

7. Sulit minta maaf dengan tulus

Orang yang suka bohong sering kali kesulitan mengakui kesalahan. Jika meminta maaf, mereka kerap menambahkan alasan atau menyalahkan orang lain. Misalnya, mereka akan mengatakan “Maaf, tapi saya melakukan itu karena kamu juga melakukannya”.

Permintaan maaf yang tulus biasanya disertai pengakuan atas kesalahan tanpa mencari pembenaran atau mengalihkan tanggung jawab kepada orang lain.

Nah, itulah beberapa cara mengenali orang tidak jujur melalui ucapannya saat ngobrol. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda