Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Doa Minum Susu 1 Muharram Tahun Baru Islam dan Makna di Baliknya

Azhar Hanifah   |   HaiBunda

Minggu, 14 Jun 2026 21:30 WIB

Woman holding a glass of milk.
Ilustrasi doa minum susu 1 Muharram Tahun Baru Islam dan makna di baliknya / Foto: Getty Images/Phira Phonruewiangphing
Daftar Isi

Memasuki Tahun Baru Islam, sebagian umat Muslim memiliki tradisi membaca doa minum susu Muharram sebagai bentuk harapan dan doa agar tahun yang baru dipenuhi keberkahan. Tradisi ini biasanya dilakukan pada malam 1 Muharram dengan meminum susu putih yang dimaknai sebagai simbol kesucian, kebersihan hati, serta semangat membuka lembaran kehidupan yang lebih baik.

Meski tidak termasuk amalan yang diwajibkan dalam syariat Islam, tradisi minum susu saat 1 Muharram masih dilestarikan oleh sebagian masyarakat karena mengandung nilai optimisme dan muhasabah.

Lantas, bagaimana bacaan doa minum susu 1 Muharram, kapan waktu terbaik untuk mengamalkannya, serta apa makna yang terkandung di balik tradisi tersebut? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut, Bunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Mengenal tradisi minum susu 1 Muharram saat tahun tahun baru Islam 1448 H

Tradisi minum susu saat menyambut 1 Muharram telah lama dikenal di sebagian masyarakat Muslim dan masih dilakukan hingga kini sebagai bentuk doa serta harapan baik memasuki tahun baru Hijriah. Meski demikian, tradisi ini bukan termasuk amalan yang diwajibkan dalam syariat Islam.

Mengutip dari laman Baznas, kebiasaan ini diperkenalkan oleh Abuya Sayyid Muhammad Alawy Al Maliki, seorang ulama terkemuka yang merupakan keturunan Rasulullah SAW.

Minum susu saat pergantian tahun Hijriah dipercaya melambangkan harapan untuk memulai tahun dengan semangat baru, meninggalkan kesalahan masa lalu, serta meraih keberkahan di masa mendatang.

Doa minum susu 1 Muharram: Arab, latin, dan artinya

Dalam tradisi menyambut 1 Muharram, sebagian umat Islam membiasakan membaca doa sebelum meminum susu putih. Doa ini diriwayatkan dalam amalan yang diajarkan oleh para ulama. Berikut doanya.

اللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْهِ وَزِدْنَا مِنْهُ

Arab Latin: Allahumma baarik lanaa fiihi wazidnaa minhu.

Artinya: Ya Allah, berkahilah kami di dalam air susu ini dan tambahlah keberkahan kami darinya.

Selain itu, doa tersebut juga berisi permohonan agar Allah SWT menambahkan berbagai kebaikan, kemudahan, serta keberuntungan dalam menjalani kehidupan di tahun Hijriah yang baru.

Kapan waktu minum susu dan membaca doanya saat 1 Muharram?

Dalam penanggalan Hijriah, pergantian hari terjadi saat matahari terbenam atau ketika waktu Maghrib tiba. Oleh karena itu, tradisi minum susu putih dan membaca doa Tahun Baru Islam umumnya dilakukan mulai setelah Maghrib pada malam 1 Muharram hingga menjelang waktu Subuh.

Tradisi ini dilaksanakan secara bersama-sama oleh keluarga, santri, murid, maupun jemaah sebagai bentuk syukur dan doa untuk menyambut tahun baru Hijriah dengan harapan yang baik.

Mengacu pada Kalender Hijriah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, Tahun Baru Islam 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026.

Dengan demikian, malam 1 Muharram dimulai sejak Senin, 15 Juni 2026, setelah waktu Maghrib.

Mengapa susu putih dipilih sebagai simbol tahun baru Islam 1 Muharram?

Susu putih dipilih dalam tradisi 1 Muharram karena melambangkan kesucian, kebersihan, dan awal yang baru. Warna putih pada susu menjadi simbol harapan untuk memasuki tahun baru Hijriah dengan hati yang bersih serta kehidupan yang lebih baik.

Dalam penjelasan yang dinisbatkan kepada Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki, susu putih melambangkan kehidupan yang dipenuhi keberkahan serta kebaikan. Tradisi ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk membuka lembaran baru dan berusaha menjalani kehidupan yang lebih positif.

Makna tersebut sejalan dengan semangat Tahun Baru Islam yang identik dengan muhasabah atau introspeksi diri. Melalui simbol tersebut, umat Islam diajak meninggalkan kesalahan masa lalu dan berupaya menjadi pribadi yang lebih baik di tahun yang baru.

Benarkah minum susu 1 Muharram bisa membawa berkah?

Sebagian masyarakat meyakini bahwa minum susu saat menyambut 1 Muharram dapat menjadi simbol datangnya keberkahan di tahun yang baru. Namun, tidak ada dalil khusus dalam Al-Qur'an maupun hadis yang menyebutkan bahwa amalan tersebut memiliki keutamaan tertentu atau secara langsung mendatangkan berkah.

Mengutip detikcom, tradisi ini lebih dipahami sebagai bentuk tafa'ul, yaitu mengharap kebaikan kepada Allah SWT. Kebiasaan ini dikenal berasal dari ajaran Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki, ulama asal Makkah yang kerap membagikan susu putih kepada para santrinya saat pergantian tahun Hijriah.

Susu tersebut dimaknai sebagai lambang doa agar sepanjang tahun dipenuhi kebaikan, keberkahan, dan kesucian.

Karena itu, minum susu pada 1 Muharram sebaiknya tidak dianggap sebagai amalan yang pasti membawa berkah. Tradisi ini lebih tepat dipandang sebagai simbol doa, optimisme, dan harapan baik untuk menyambut tahun baru Islam sekaligus menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri.

4 Keutamaan susu dalam Islam

Susu merupakan salah satu minuman yang memiliki tempat istimewa dalam ajaran Islam. Selain kaya akan nutrisi, susu juga beberapa kali disebut dalam hadis dan peristiwa penting dalam sejarah Islam. Berikut beberapa keutamaan susu yang perlu diketahui.

1. Menjadi minuman favorit Rasulullah SAW

Dalam sejumlah riwayat, Rasulullah SAW dikenal menyukai susu. Beliau kerap mengonsumsi susu kambing maupun susu unta yang saat itu mudah ditemukan dan menjadi bagian dari makanan sehari-hari.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: كَانَ أَحَبَّ الشَّرَابِ إِلىَ رَسُوْلِ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّبَنُ

Artinya: "Diceritakan dari Ibnu Abbas, ia berkata: Sungguh minuman yang paling disenangi oleh Rasulullah SAW adalah susu." (HR Abu Nuaim)

2. Mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat

Susu dikenal sebagai sumber protein, kalsium, vitamin, dan berbagai mineral yang dibutuhkan tubuh. Kandungan tersebut berperan dalam menjaga kesehatan tulang dan gigi, sekaligus membantu mendukung pertumbuhan serta daya tahan tubuh apabila dikonsumsi secara seimbang.

3. Dipilih Rasulullah SAW dalam peristiwa Isra Miraj

Keistimewaan susu juga terlihat dalam peristiwa Isra Miraj. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menceritakan bahwa beliau ditawari dua pilihan minuman, yaitu susu dan khamar, lalu memilih susu.

4. Melambangkan fitrah dan kesucian

Pilihan Rasulullah SAW terhadap susu dalam peristiwa Isra Miraj dipahami para ulama sebagai simbol fitrah, kesucian, dan petunjuk yang lurus dari Allah SWT. Karena makna tersebut, susu sering dikaitkan dengan harapan akan kehidupan yang lebih baik, hati yang bersih, serta keberkahan dalam menjalani kehidupan.

Apakah minum susu dan membaca doanya saat 1 Muharram wajib dilakukan?

Minum susu dan membaca doa saat 1 Muharram bukan amalan yang wajib maupun sunah khusus dalam Islam. Tradisi ini lebih dipahami sebagai simbol doa dan harapan baik untuk menyambut Tahun Baru Hijriah.

Karena sifatnya tidak wajib, umat Islam boleh melakukannya atau tidak. Yang lebih utama adalah memanfaatkan 1 Muharram untuk memperbanyak doa, bermuhasabah, meningkatkan ibadah, dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik di tahun yang baru.

3 Amalan lainnya saat tahun baru Islam selain membaca doa minum susu 1 Muharram

Umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amalan ibadah saat memasuki bulan Muharram. Bulan pertama dalam kalender Hijriah ini termasuk salah satu bulan yang dimuliakan dan menjadi waktu yang baik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

1. Menjalankan puasa sunnah

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan di bulan Muharram adalah puasa sunnah. Selain puasa Asyura (10 Muharram) dan Tasu'a (9 Muharram), umat Islam juga dapat menjalankan puasa Senin-Kamis maupun Ayyamul Bidh pada tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah.

Rasulullah SAW bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

Artinya: "Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram. Sementara salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam." (HR Muslim).

2. Memperbanyak sedekah

Muharram juga menjadi waktu yang baik untuk meningkatkan kepedulian kepada sesama melalui sedekah.

Dalam sejumlah riwayat ulama disebutkan bahwa berbagi rezeki, terutama pada hari Asyura, diyakini menjadi salah satu amalan yang mendatangkan keberkahan dan kelapangan rezeki.

3. Memperbanyak zikir

Mengingat dan menyebut nama Allah SWT melalui zikir juga menjadi amalan yang dianjurkan selama bulan Muharram. Dengan memperbanyak zikir, hati menjadi lebih tenang dan semakin dekat kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam QS Al-Ahzab ayat 41-42:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙوَّسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan zikir sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.”

Melalui amalan-amalan tersebut, umat Islam dapat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum untuk meningkatkan ibadah, memperbaiki diri, dan mengharap keberkahan dari Allah SWT.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda