Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

2 Kewajiban Material Suami kepada Istrinya dalam Islam

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Kamis, 11 Jun 2026 20:10 WIB

Happy Middle Eastern Couple Holding Hands Smiling To Each Other Sitting On Couch Spending Time Together At Home. Happiness In Relationship And Marriage Concept. Selective Focus
Ilustrasi suami istri / Foto: Getty Images/Prostock-Studio
Daftar Isi

Suami wajib memberikan nafkah materi kepada istrinya. Berikut dua kewajiban material suami kepada istri menurut ajaran Islam.

Menikah merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Melalui pernikahan, laki-laki dan perempuan yang sebelumnya tidak memiliki hubungan mahram menjadi pasangan yang sah untuk membangun rumah tangga sesuai syariat Allah SWT.

Ikatan ini tidak hanya didasari oleh rasa cinta, tapi juga tanggung jawab yang harus dijalankan oleh masing-masing pasangan. Anjuran menikah dijelaskan dalam berbagai dalil Al-Qur'an dan hadist.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Rasulullah SAW bahkan menyebut pernikahan sebagai bagian dari sunnah yang patut dijaga oleh umatnya. Sementara itu, Allah SWT menerangkan dalam surat Ar-Rum ayat 21 bahwa pernikahan menjadi sarana untuk meraih ketenangan hidup, sekaligus menumbuhkan rasa kasih sayang dan cinta di antara suami istri.

وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

Artinya:

"Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir."

Di balik tujuan mulia tersebut, terdapat sejumlah hak dan kewajiban yang harus dipenuhi. Salah satunya kewajiban material yang menjadi tanggung jawab suami terhadap istrinya.

Jenis kewajiban material suami kepada istri

Dikutip dari buku Fiqh Keluarga Terlengkap oleh Rizem Aizid, kewajiban material ini pada dasarnya terbagi menjadi dua bentuk utama, yakni mahar dan nafkah lahiriah. 

1. Bayar mahar

Mahar merupakan hak pertama yang wajib diterima seorang perempuan ketika menikah. Pemberian ini menjadi bukti kesungguhan seorang laki-laki dalam membangun rumah tangga sekaligus bentuk penghormatan kepada istrinya.

Karena sifatnya wajib, mahar harus diberikan sesuai kesepakatan yang telah ditentukan saat akad nikah. Ketentuan tersebut ditegaskan Allah SWT dalam Surah An-Nisa ayat 24 yang memerintahkan para suami untuk menyerahkan maskawin kepada istri sebagai kewajiban yang harus ditunaikan.

۞ وَالْمُحْصَنٰتُ مِنَ النِّسَاۤءِ اِلَّا مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۚ كِتٰبَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ ۚ وَاُحِلَّ لَكُمْ مَّا وَرَاۤءَ ذٰلِكُمْ اَنْ تَبْتَغُوْا بِاَمْوَالِكُمْ مُّحْصِنِيْنَ غَيْرَ مُسٰفِحِيْنَ ۗ فَمَا اسْتَمْتَعْتُمْ بِهٖ مِنْهُنَّ فَاٰتُوْهُنَّ اُجُوْرَهُنَّ فَرِيْضَةً ۗوَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيْمَا تَرَاضَيْتُمْ بِهٖ مِنْۢ بَعْدِ الْفَرِيْضَةِۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيْمًا حَكِيْمًا٢٤

Artinya:

"(Diharamkan juga bagi kamu menikahi) perempuan-perempuan yang bersuami, kecuali hamba sahaya perempuan (tawanan perang) yang kamu miliki sebagai ketetapan Allah atas kamu. Dihalalkan bagi kamu selain (perempuan-perempuan) yang demikian itu, yakni kamu mencari (istri) dengan hartamu (mahar) untuk menikahinya, bukan untuk berzina. Karena kenikmatan yang telah kamu dapatkan dari mereka, berikanlah kepada mereka imbalannya (maskawinnya) sebagai suatu kewajiban. Tidak ada dosa bagi kamu mengenai sesuatu yang saling kamu relakan sesudah menentukan kewajiban (itu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana."

Meski bentuk dan nilainya dapat berbeda-beda, mahar tetap menjadi hak penuh istri. Islam juga memberikan kemudahan dalam penentuan mahar agar tidak memberatkan calon suami, selama dilakukan atas dasar kerelaan kedua belah pihak.

2. Nafkah lahiriah

Selain mahar, suami memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan hidup istrinya melalui pemberian nafkah lahiriah. Nafkah ini meliputi makanan, pakaian, tempat tinggal, hingga berbagai kebutuhan dasar lainnya yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Besarnya nafkah tidak ditentukan secara mutlak, tapi disesuaikan dengan kemampuan ekonomi masing-masing suami. Hal ini sebagaimana dijelaskan Allah SWT dalam Surah Ath-Thalaq ayat 7 yang memerintahkan seseorang untuk menafkahi keluarganya sesuai kadar rezeki yang diberikan kepadanya.

لِيُنْفِقْ ذُوْ سَعَةٍ مِّنْ سَعَتِهٖۗ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهٗ فَلْيُنْفِقْ مِمَّآ اٰتٰىهُ اللّٰهُ ۗ لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا مَآ اٰتٰىهَاۗ سَيَجْعَلُ اللّٰهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُّسْرًا٧

Artinya:

"Hendaklah orang yang lapang (rezekinya) memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang disempitkan rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari apa (harta) yang dianugerahkan Allah kepadanya. Allah tidak membebani kepada seseorang melainkan (sesuai) dengan apa yang dianugerahkan Allah kepadanya. Allah kelak akan menganugerahkan kelapangan setelah kesempitan."

Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa seorang suami wajib memperlakukan istrinya dengan baik, termasuk dalam urusan pemenuhan kebutuhan hidup. Dalam sebuah hadist, beliau menjelaskan bahwa suami hendaknya memberi makan dan pakaian kepada istrinya sebagaimana ia memenuhi kebutuhan dirinya sendiri.

Daftar hak dan kewajiban suami kepada istri menurut Islam

Berikut daftar hak dan kewajiban suami kepada istri.

1. Mahar

Mahar adalah pemberian wajib dari mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan saat pernikahan berlangsung. Pemberian ini menjadi salah satu hak istri yang telah ditetapkan dalam syariat Islam.

Allah SWT berfirman dalam surat An-Nisa ayat 4 yang memerintahkan kaum laki-laki untuk memberikan mahar kepada perempuan yang dinikahi dengan penuh kerelaan.

وَاٰتُوا النِّسَاۤءَ صَدُقٰتِهِنَّ نِحْلَةً ۗ فَاِنْ طِبْنَ لَكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِّنْهُ نَفْسًا فَكُلُوْهُ هَنِيْۤـًٔا مَّرِيْۤـًٔا ٤

Artinya:

"Berikanlah mahar kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Kemudian, jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari (mahar) itu dengan senang hati, terimalah dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati."

2. Nafkah

Tanggung jawab suami tidak berhenti setelah akad nikah. Ia juga berkewajiban memenuhi kebutuhan keluarga, baik kebutuhan pokok maupun kebutuhan lain yang mendukung kesejahteraan rumah tangga.

Bahkan Rasulullah SAW menjelaskan bahwa nafkah yang diberikan kepada keluarga memiliki nilai pahala yang sangat besar di sisi Allah SWT apabila dilakukan dengan niat yang ikhlas.

3. Bantu pekerjaan rumah

Meskipun suami berperan sebagai kepala keluarga, bukan berarti seluruh pekerjaan rumah menjadi tanggung jawab istri. Dalam praktik kehidupan Rasulullah SAW, beliau turut membantu pekerjaan rumah tangga seperti memperbaiki sandal dan menjahit pakaian. Sikap saling membantu dalam urusan rumah tangga dapat mempererat hubungan suami istri sekaligus menciptakan suasana keluarga yang lebih harmonis.

4. Mengajarkan agama

Seorang suami juga bertanggung jawab membimbing keluarganya dalam urusan agama. Ia perlu mengingatkan, mengarahkan, dan memberikan teladan agar seluruh anggota keluarga tetap berada di jalan yang diridhai Allah SWT.

Kewajiban ini sejalan dengan perintah Allah SWT dalam surat At-Tahrim ayat 6 yang memerintahkan orang beriman untuk menjaga diri dan keluarganya dari siksa neraka.

5. Bersikap adil

Bagi suami yang memiliki lebih dari satu istri, Islam mewajibkan sikap adil dalam berbagai aspek kehidupan rumah tangga. Ketidakadilan dapat menimbulkan kezaliman dan merusak keharmonisan keluarga. Rasulullah SAW bahkan memberikan peringatan keras kepada mereka yang berlaku tidak adil terhadap para istrinya.

6. Tulus mencintai istri

Kasih sayang merupakan pondasi penting dalam sebuah pernikahan. Suami dianjurkan mencintai istrinya dengan tulus serta memperlakukannya dengan penuh kelembutan dan penghormatan.

Teladan tersebut dapat dilihat dari Rasulullah SAW yang secara terbuka menunjukkan rasa cintanya kepada Sayyidah Aisyah RA. Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Suatu ketika Amr bin al-Ash bertanya kepada Rasulullah SAW, 'Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling kau cintai?' Beliau menjawab, 'Aisyah'. Kemudian ia bertanya lagi 'Dari kalangan laki-laki?' Beliau menjawab, 'bapaknya'." (HR. Bukhari dan Muslim)

7. Menasihati istri dengan cara yang baik

Ketika istri melakukan kesalahan, suami dianjurkan untuk memberikan nasihat dengan cara yang santun dan penuh kesabaran. Tujuannya bukan untuk menyalahkan, melainkan membantu istri memperbaiki diri. Rasulullah SAW mengajarkan agar perempuan diperlakukan dengan kelembutan dan pengertian, bukan dengan sikap kasar yang dapat melukai perasaannya.

8. Berperilaku baik

Akhlak yang baik menjadi salah satu kewajiban penting dalam kehidupan rumah tangga. Suami harus menjauhi tindakan kekerasan, penghinaan, maupun perilaku yang dapat menyakiti istrinya. Rasulullah SAW memberikan contoh terbaik dengan tidak pernah melakukan kekerasan terhadap istri maupun anggota keluarganya.

9. Menggauli Istrinya

Hubungan suami-istri juga termasuk hak yang harus dipenuhi dalam pernikahan. Islam memandang hubungan tersebut sebagai bagian dari ibadah sekaligus sarana menjaga keharmonisan rumah tangga. Untuk itu, suami dan istri dianjurkan untuk saling memenuhi hak masing-masing dengan cara yang baik dan sesuai tuntunan syariat.

10. Hindari hal yang memicu konflik

Menjaga keutuhan rumah tangga tidak hanya dilakukan dengan memenuhi kebutuhan materi, tapi juga dengan menghindari berbagai hal yang berpotensi menimbulkan perselisihan. Komunikasi yang buruk, persoalan ekonomi, rasa cemburu berlebihan, perselingkuhan, hingga campur tangan pihak lain sering menjadi pemicu konflik dalam keluarga.

Untuk itu, suami dan istri perlu membangun komunikasi yang sehat serta saling memahami demi terciptanya rumah tangga yang tenteram dan penuh keberkahan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda