Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Dampak Kenaikan Harga Pertamax terhadap Masyarakat, Salah Satunya Pengeluaran Rumah Tangga

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 11 Jun 2026 11:40 WIB

white car at gas station being filled with fuel
Ilustrasi BBM / Foto: Getty Images/iStockphoto/senkaya
Daftar Isi
Jakarta -

Di tengah kondisi ekonomi saat ini, Pertamina menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi per Rabu (10/6/2026). Kenaikan yang signifikan terjadi di bahan bakar jenis Pertamax, Bunda.

Harga Pertamax yang sebelumnya dijual Rp12.000-an, kini naik menjadi Rp16.000-an per liter. Di sejumlah daerah, harga Pertamax bahkan tembus mencapai Rp17.000 per liter.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyoroti kenaikan harga BBM non-subsidi Pertamax ini. Menurut Sekretaris Eksekutif YLKI Rio Priambodo, pihaknya memahami kenaikan harga BBM non-subsidi yang dipengaruhi oleh dinamika harga minyak dunia dan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Namun demikian, penyesuaian harga tersebut tetap harus memperhatikan aspek perlindungan konsumen dan transparansi. Tak hanya itu, kenaikan juga perlu melihat dampaknya terhadap masyarakat.

Dampak kenaikan harga BBM Pertamax pada masyarakat

Ada beberapa dampak yang bisa terjadi kepada konsumen di tengah kenaikan harga BBM Pertamax. Berikut 3 dampaknya, menurut Rio.

1. Potensi migrasi konsumen ke BBM subsidi

Menurut Rio, kenaikan harga Pertamax berpotensi mendorong perpindahan sebagian konsumen dari Pertamax ke Pertalite. Hal tersebut tentu harus diantisipasi secara serius oleh Pemerintah dan Pertamina agar tidak menimbulkan lonjakan permintaan yang berujung pada antrean panjang, pembatasan distribusi, atau kelangkaan BBM di sejumlah wilayah.

"Jangan sampai juga masyarakat yang memang berhak memperoleh BBM subsidi justru menjadi pihak yang paling dirugikan," ungkap Rio dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6/2026).

2. Daya beli masyarakat, termasuk pengeluaran rumah tangga

Kenaikan harga BBM memiliki efek berantai terhadap biaya transportasi dan distribusi barang. Selain itu, kenaikan harga BBM non-subsidi juga bisa memengaruhi daya beli masyarakat, termasuk pengeluaran rumah tangga.

Dalam poin ini, kelompok masyarakat kelas menengah perlu mendapatkan perhatian khusus. Pasalnya, kelompok ini menjadi yang paling terdampak karena tidak bisa menikmati subsidi BBM, namun harus menanggung kenaikan biaya energi.

"Oleh karena itu, Pemerintah perlu mengantisipasi dampak inflasi dan menjaga stabilitas pasokan serta harga BBM yang menjadi penopang aktivitas ekonomi masyarakat," ungkap Rio.

Kenaikan harga BBM Pertamax juga bisa membuat masyarakat sulit mengambil keputusan terkait pengeluaran rumah tangga dan kebutuhan finansial. Lantas, seperti apa kerugian yang dialami masyarakat akibat kenaikan harga BBM ini?

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda