Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Ciri Kepribadian Orang yang Minimalis, Kunci Hidup Sederhana yang Lebih Bahagia

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Minggu, 14 Jun 2026 17:10 WIB

Asian young housewife in white shirt going out with shopping bag
Ilustrasi Ciri Kepribadian Orang yang Minimalis / Foto: Getty Images/maruco
Daftar Isi
Jakarta -

Ciri kepribadian orang dengan gaya hidup minimalis umumnya terlihat dari cara mereka memandang kesederhanaan dan menentukan prioritas dalam kehidupan. Mereka cenderung lebih memilih hal-hal yang benar-benar dibutuhkan daripada mengejar kepemilikan berlebihan.

Bagi seorang minimalis, hidup sederhana tidak hanya diterapkan pada barang yang dimiliki, tetapi juga pada pola pikir, kebiasaan, dan aktivitas sehari-hari. Pendekatan ini membantu mereka lebih fokus pada hal-hal yang dianggap bermakna.

Menariknya, gaya hidup minimalis juga dikaitkan dengan berbagai manfaat, seperti berkurangnya stres, pengeluaran yang lebih terkontrol, serta meningkatnya produktivitas dan kebahagiaan. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Lantas, seperti apa ciri kepribadian orang dengan gaya hidup minimalis? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

8 Ciri kepribadian orang dengan gaya hidup minimalis

Dilansir Your Tango, berikut beberapa kebiasaan yang menjadi ciri kepribadian orang dengan gaya hidup minimalis:

1. Mampu mengatasi masalah mendasar

Orang minimalis mencari akar masalah yang sebenarnya. Mereka memahami bahwa tujuan hidup sederhana adalah memberi lebih banyak waktu, energi, dan sumber daya untuk hal-hal yang penting.

Untuk itu, mereka cenderung menetapkan prioritas dengan jelas dan lebih membangun hubungan, menikmati pengalaman hidup, serta menciptakan momen bermakna daripada disibukkan oleh hal-hal yang kurang bernilai.

2. Menetapkan tujuan kecil yang masuk akal

Orang yang menjalani gaya hidup sederhana juga memiliki aturan sendiri, yakni mempelajari segala hal tentang hidup dengan penuh kesadaran dan memutuskan apa yang diizinkan masuk ke dalam hidup.

Menurut psikolog Rebecca Cooper-Bridger, minimalisme berfungsi sebagai intervensi dan bukan sekadar pilihan estetika.

Ia menjelaskan bahwa ketika sengaja menyederhanakan dan mengurangi hal-hal yang berlebihan, Bunda menciptakan batasan yang sebenarnya meningkatkan kebebasan dengan mengurangi kelelahan pengambilan keputusan, dan meningkatkan kemampuan untuk menyelesaikan tujuan yang bermakna.

3. Mulai kembali dengan lembaran bersih

Gaya hidup minimalis membuat seseorang tidak ragu melepaskan barang-barang yang sudah tidak dibutuhkan agar hidup terasa lebih ringan dan teratur.

Dengan mengurangi barang berlebih, mereka dapat menciptakan ruang baru untuk fokus pada tujuan, pengalaman, dan hal-hal yang lebih bernilai dalam hidup.

4. Tidak belanja impulsif

Menurut pelatih kehidupan Alex Mathers, gaya hidup minimalis melibatkan penyederhanaan lemari pakaian dengan berinvestasi pada pakaian berkualitas dan serbaguna sambil menyingkirkan sisanya.

5. Menciptakan zona bebas

Orang minimalis senang menjaga lingkungannya tetap rapi dan teratur. Mereka biasanya mengurangi barang yang tidak diperlukan agar ruang terasa lebih nyaman dan mudah digunakan.

Alih-alih melakukan perubahan besar sekaligus, mereka cenderung menata hidup secara bertahap dengan fokus pada hal-hal yang benar-benar memberi manfaat dan nilai dalam keseharian.

6. Mengatur barang-barang di sekitarnya

Menurut pakar penataan profesional Diane Quintana, menata berdasarkan kategori membuat semuanya lebih mudah ditemukan dan merupakan prinsip mendasar yang berlaku untuk hampir setiap area di rumah.

Dengan menerapkan strategi penataan ini, Bunda menciptakan rumah di mana setiap barang memiliki tujuan dan tempat yang ditentukan, yang mewujudkan esensi sejati dari minimalisme.

7. Sering bepergian dengan barang bawaan yang ringan

Membawa barang secukupnya menghemat uang dan waktu, karena Bunda tidak perlu khawatir membawa tas atau koper yang berat atau membayar biaya bagasi di pesawat. Praktik terbaik adalah mengurangi jumlah barang yang Bunda bawa.

Menurut Dr. Sharon Saline, seorang psikolog yang berspesialisasi dalam fungsi eksekutif, pengorganisasian adalah tentang menciptakan ruang agar kesejahteraan dapat berkembang.

8. Tidak menghakimi diri sendiri atau orang lain

Orang minimalis memahami bahwa hidup sederhana adalah proses yang dijalani secara bertahap. Karena itu, mereka tidak terlalu keras pada diri sendiri ketika belum mencapai standar tertentu.

Mereka juga cenderung menghargai pilihan hidup orang lain dan tidak merasa perlu memaksakan gaya hidup minimalis kepada siapa pun. Fokus mereka adalah menjalani hidup yang lebih bermakna sesuai kebutuhan dan nilai pribadi.

Nah, itulah beberapa ciri kepribadian orang yang menjalani gaya hidup minimalis. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda