Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

9 Ciri Kepribadian Orang Cerdas yang Sering Dianggap Menyebalkan Menurut Pakar

Tim HaiBunda   |   HaiBunda

Rabu, 10 Jun 2026 11:30 WIB

Ilustrasi Perempuan Asia
Ilustrasi Ciri Kepribadian Orang Cerdas yang Sering Dianggap Menyebalkan Menurut Pakar/ Foto: Getty Images/iStockphoto/itakayuki
Daftar Isi
Jakarta -

Orang cerdas sering kali dianggap menyebalkan karena perilaku mereka yang berbeda dari kebanyakan orang. Mereka suka mengkritisi sesuatu secara mendalam dan terkadang tidak mudah menerima informasi tanpa alasan yang jelas.

Perilaku yang dianggap menyebalkan tersebut terkadang membuat orang lain merasa tidak nyaman, Bunda. Tak heran bila banyak orang memutuskan untuk menjaga jarak dengan orang cerdas yang sering dianggap menyebalkan ini.

Sebenarnya, perilaku menyebalkan yang ditunjukkan orang cerdas tidak selalu berarti negatif. Mereka bersikap menyebalkan bukan bertujuan untuk merendahkan, melainkan merupakan bagian dari cara berpikir kritis dan rasa ingin tahu yang tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Cara mengenali orang cerdas yang bersikap menyebalkan

Sejumlah psikolog dan peneliti mengungkapkan bahwa beberapa perilaku yang tampak mengganggu sebenarnya merupakan bagian dari karakteristik orang cerdas.

Dilansir dari Your Tango, berikut cara mengenali orang cerdas dari sikap menyebalkannya menurut pakar:

1. Sering mempertanyakan aturan

Orang yang memiliki kecerdasan tinggi cenderung tidak menerima suatu aturan begitu saja tanpa memahami alasannya. Mereka sering mengajukan pertanyaan yang dianggap tidak biasa atau bahkan membuat orang lain merasa tidak nyaman.

Menurut psikolog klinis Dr. Joey Lawrence, orang yang berbakat umumnya memiliki kecenderungan untuk mempertanyakan aturan karena ingin memahami detail dan alasan di balik suatu sistem.

Mereka tidak sekadar menentang aturan, melainkan terdorong oleh rasa ingin tahu yang besar dan pola pikir kritis.

2. Tidak menyukai basa-basi

Salah satu sikap orang cerdas yang sering dianggap kurang ramah adalah menghindari percakapan ringan atau basa-basi. Mereka biasanya lebih tertarik membahas topik yang bermakna, mendalam, dan memicu pemikiran.

Dalam bukunya Supercommunicators, penulis Charles Duhigg menjelaskan bahwa percakapan yang penting lahir dari pertanyaan yang menyentuh nilai, pengalaman, dan pandangan hidup seseorang.

Karena itu, orang cerdas sering langsung mengarahkan pembicaraan ke topik yang lebih penting dan berisi.

3. Kerap memotong pembicaraan

Memotong pembicaraan memang dapat dianggap tidak sopan. Namun, pada sebagian orang yang sangat cerdas, kebiasaan ini muncul karena mereka memproses informasi dengan sangat cepat dan sudah memahami arah pembicaraan sebelum lawan bicara selesai berbicara.

Psikoterapis Matt Cartwright mengatakan bahwa kebiasaan menyela memang bisa membuat orang lain merasa tidak didengar. Meski begitu, dalam beberapa kasus, perilaku tersebut lebih dipicu oleh antusiasme dan kecepatan berpikir dibandingkan niat untuk meremehkan orang lain.

4. Sulit diam dan sering gelisah

Bunda mungkin pernah melihat seseorang yang terus mengetuk meja, memainkan pulpen, atau menggerakkan kaki saat duduk. Perilaku ini sering dianggap mengganggu, tetapi penelitian menunjukkan hal yang menarik.

Menurut studi yang dipublikasikan di jurnal Child Neuropsychology, gerakan kecil atau fidgeting dapat membantu meningkatkan performa kognitif pada anak-anak tertentu.

Sementara penelitian di jurnal Frontiers in Psychiatry menunjukkan bahwa kebiasaan tersebut dapat membantu mempertahankan fokus dan perhatian pada orang dewasa.

5. Cepat merasa bosan

Orang cerdas biasanya membutuhkan tantangan mental yang cukup tinggi. Ketika berada dalam situasi yang monoton atau kurang merangsang pemikiran, mereka lebih mudah kehilangan minat.

Kondisi ini bukan berarti mereka tidak menghargai orang di sekitarnya. Sebaliknya, pikiran mereka cenderung terus mencari ide baru, hubungan antar konsep, atau hal-hal yang dapat memicu rasa ingin tahu.

6. Sangat selektif memilih teman

Memiliki lingkaran pertemanan yang kecil juga sering menjadi salah satu sikap orang cerdas. Mereka lebih memilih memiliki sedikit teman yang benar-benar dekat dibandingkan banyak teman tanpa hubungan yang mendalam.

Psikolog Marisa Franco dalam bukunya Platonic: How the Science of Attachment Can Help You Make and Keep Friends menjelaskan bahwa persahabatan yang berkualitas dapat memberikan rasa aman, dukungan emosional, dan hubungan yang lebih intim. Karena itu, orang cerdas cenderung lebih berhati-hati dalam memilih teman.

7. Sering menolak undangan sosial

Tidak sedikit orang yang menganggap kebiasaan menolak undangan sebagai tindakan yang tidak menghargai orang lain. Namun, bagi sebagian orang yang sangat cerdas, waktu menyendiri merupakan kebutuhan penting untuk memulihkan energi dan mengatur pikiran.

Penelitian yang dimuat dalam Frontiers in Psychology menunjukkan bahwa kesendirian tidak selalu identik dengan kesepian. Waktu sendiri justru dapat memberikan manfaat berupa refleksi diri, ketenangan batin, dan kesempatan untuk mengembangkan ide-ide baru.

8. Lebih nyaman menghabiskan waktu sendiri

Selain menolak undangan tertentu, orang cerdas juga cenderung menikmati aktivitas yang dilakukan seorang diri. Mereka dapat merasa nyaman membaca buku, belajar hal baru, atau mengerjakan proyek pribadi tanpa harus selalu ditemani orang lain.

Kebiasaan ini sering disalahartikan sebagai sikap antisosial. Padahal, mereka hanya membutuhkan ruang untuk berpikir dan mengeksplorasi minatnya secara lebih mendalam.

9. Mengutamakan kejujuran meski menyakitkan

Orang yang sangat cerdas umumnya lebih menghargai kejujuran dibandingkan kenyamanan sesaat. Mereka cenderung menyampaikan pendapat secara apa adanya, bahkan ketika kebenaran tersebut sulit diterima oleh orang lain.

Profesor dari Harvard Business School, Michael Beer, menekankan pentingnya budaya keterbukaan dan keberanian menyampaikan fakta. Dalam bukunya Fit to Compete: Why Honest Conversations about Your Company's Capabilities Are the Key to a Winning Strategy, ia menjelaskan bahwa kemampuan menyampaikan kebenaran secara jujur sangat penting untuk menciptakan perbaikan dan perkembangan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda