Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Kenali Chaos Gardening, Cara Berkebun 'Berantakan' yang Justru Bikin Taman Estetik

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Selasa, 09 Jun 2026 12:40 WIB

Beautiful flower garden scenery with a variety of flowers in bloom
Ilustrasi chaos gardening / Foto: Getty Images/nukopic
Daftar Isi

Bunda tidak betah melihat tanaman berantakan? Rupanya kini cara berkebun yang 'berantakan' justru menjadi tren. Mari bahas mengenai tren chaos gardening.

Dalam beberapa tahun terakhir, tren berkebun terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap ruang hijau di rumah. Jika sebelumnya taman identik dengan penataan yang rapi dan terencana, kini muncul pendekatan baru yang justru mengandalkan unsur spontanitas dan ketidakteraturan.

Tren tersebut dikenal dengan istilah chaos gardening atau berkebun secara 'berantakan'. Metode ini mulai populer sejak 2023 dan semakin banyak diminati karena dianggap mampu menciptakan taman yang alami, unik, sekaligus estetik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Bahkan pencarian terkait chaos gardening di Pinterest disebut meningkat hingga 300 persen. Ini menandakan semakin besarnya ketertarikan masyarakat terhadap konsep berkebun yang lebih santai dan bebas aturan.

Yuk Bunda memahami apa itu tren berkebun chaos gardening.

Apa itu chaos gardening?

Chaos gardening adalah metode berkebun yang mengabaikan sebagian besar aturan tradisional dalam penanaman. Dibandingkan merancang tata letak tanaman secara detail, tren chaos gardening cukup mengumpulkan berbagai jenis benih yang tersedia lalu menyebarkannya secara acak di area taman.

Hasilnya taman yang tumbuh secara alami dengan kombinasi bunga, sayuran, buah, herba, maupun rumput muncul di berbagai sudut tanpa pola tertentu. Pendekatan ini menawarkan alternatif bagi mereka yang merasa stres saat harus merencanakan waktu tanam, musim berbunga, hingga penataan tanaman yang sempurna.

Berkebun santai yang ramah lingkungan,

Mengutip House Beautiful, chaos gardening merupakan pendekatan berkebun yang lebih santai, menyenangkan, dan spontan dibandingkan metode konvensional. Bunda  cukup mengumpulkan sisa benih yang mereka miliki lalu menaburkannya di satu area atau di seluruh taman.

Metode ini akan menghasilkan taman yang tampak lebih liar dan natural. Selain menarik secara visual, keberagaman tanaman yang tumbuh juga dapat membantu meningkatkan biodiversitas dengan menarik penyerbuk alami seperti lebah dan kupu-kupu serta berbagai serangga bermanfaat lainnya.

Cocok untuk Bunda yang sibuk

Salah satu alasan chaos gardening semakin diminati karena perawatannya relatif mudah. Pemilik taman tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk merancang atau mengatur posisi setiap tanaman secara detail.

Metode ini sangat sesuai bagi orang-orang dengan gaya hidup sibuk yang tetap ingin memiliki taman hijau di rumah. Menurutnya, chaos gardening menghilangkan tekanan untuk menciptakan taman yang sempurna dan menggantinya dengan pengalaman menikmati proses tumbuhnya tanaman dari waktu ke waktu.

Cara memulai chaos gardening

Memulai chaos gardening sebenarnya sangat sederhana. Langkah pertama dengan mengumpulkan berbagai benih yang masih tersisa di rumah.

Benih lama yang masih layak tanam dapat dimanfaatkan kembali karena sebagian besar benih mampu bertahan selama beberapa tahun sebelum kehilangan daya tumbuhnya. Jika tidak memiliki stok benih, Bunda bisa membeli berbagai jenis tanaman seperti bunga tahunan, tanaman tahunan, herba, maupun sayuran.

Semakin beragam pilihan benih, semakin unik pula hasil taman yang akan tercipta nantinya.

Pilih lokasi yang terkena sinar matahari

Sebagian besar bunga, sayuran, dan herba membutuhkan setidaknya enam jam sinar matahari langsung setiap hari. Untuk itu, pemilihan lokasi menjadi faktor penting dalam keberhasilan chaos gardening.

Apabila tidak ingin seluruh halaman dipenuhi tanaman, cukup tentukan satu area khusus seperti lahan kosong yang jarang dimanfaatkan. Area tersebut dapat menjadi titik awal eksperimen chaos gardening tanpa mengubah keseluruhan desain taman yang sudah ada.

Bisa ditanam dalam pot atau kontainer

Chaos gardening tidak hanya bisa diterapkan di lahan terbuka. Bagi penghuni rumah dengan halaman terbatas atau apartemen, metode ini juga dapat dilakukan menggunakan pot maupun kontainer.

Caranya cukup mudah, yaitu mengisi wadah dengan media tanam lalu menaburkan campuran benih di atasnya. Metode ini menjadi pilihan ideal bagi Bunda yang ingin mencoba konsep chaos gardening tanpa membutuhkan banyak ruang.

Taburkan benih secara acak

Setelah menentukan lokasi, tanah sebaiknya digemburkan terlebih dahulu menggunakan garu dan dicampur kompos untuk meningkatkan kesuburan. Bunda disarankan agar benih dapat ditaburkan secara langsung atau dicampur terlebih dahulu sesuai keinginan.

Tidak ada aturan baku mengenai urutan penanaman, Bunda. Benih berukuran besar bisa ditanam lebih dulu atau seluruh benih dicampur dan ditanam bersamaan. Dalam chaos gardening, hampir semua pendekatan diperbolehkan.

Tetap butuh perawatan dasar

Meski dikenal sebagai metode berkebun bebas aturan, bukan berarti tanaman dapat tumbuh tanpa perawatan sama sekali. Penyiraman rutin tetap diperlukan terutama pada tahap awal agar benih dapat berkecambah dengan baik.

Selain itu, bibit yang tumbuh terlalu rapat sebaiknya dikurangi agar memiliki ruang yang cukup untuk berkembang. Setelah taman mulai terbentuk dan tanaman mampu menyebarkan benihnya sendiri secara alami, kebutuhan perawatan biasanya akan berkurang dari tahun ke tahun.

Hal yang perlu diperhatikan

Meski terkesan bebas aturan, terdapat beberapa hal penting yang tetap perlu diperhatikan dalam chaos gardening. Kualitas tanah menjadi salah satu faktor utama karena sebagian besar benih membutuhkan media tanam yang subur dan memiliki drainase baik.

Pemilihan jenis tanaman juga berpengaruh terhadap tingkat perawatan taman. Tanaman lokal atau tanaman asli daerah umumnya lebih tahan terhadap kondisi lingkungan setempat dan membutuhkan perawatan yang lebih minim.

Sebaliknya, jika memilih tanaman buah dan sayuran, proses penyemaian ulang serta pemeliharaan biasanya harus dilakukan lebih sering. Selain itu, penting untuk memahami aturan yang berlaku di lingkungan tempat tinggal.

Beberapa wilayah memiliki ketentuan mengenai tinggi tanaman, jenis tanaman yang diperbolehkan, hingga standar kerapian taman, terutama untuk area halaman depan rumah.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda